Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

Merawat Hati Dengan Alquran

3 min read

Merawat Hati Dengan Alquran

Sebuah kata-kata yang terangkai menjadi kalimat, semoga terealisasikan juga sebuah perasaan yang menjadikan pertemuan.

Selamat membaca.

Peringatan, membaca tulisan dibawah ini akan menyebabkan ke baperan tingkat tinggi, mohon dikondisikan.

Dear My Future

dear my future
pinterest.com

Tak perlu risaukan banyak-banyak tentang cinta dan rindu, karena aku pun sebenarnya begitu, merinduimu bahkan sejak sebelum kita saling bertemu.

Karena itu aku sedang berusaha agar tidak ada interaksi kecuali perlu dan penting. Bukan hendak bersikap dingin, cuek atau sok keren. Juga bukan karena sariawan, sombong, jutek atau sok jaim.

Sebab aku takut jika hanya karena interaksi yang sebenarnya belum perlu itu aku malah tidak layak jadi seorang yang akan membersamai langkahmu.

Bukankah biasanya yang sudah lama dekat itu hanya akan jadi sekedar teman pada akhirnya, bukan sebagai teman sehidup sesurga bersama selamanya.

Dear my future, tahukah kamu sebesar apa aku menunggu hadirmu?

Aku menantimu di balik sejuknya bahasa Alquran, aku menantimu di balik buku-buku yang kubaca, di balik tawakkal dan ikhtiar nyata, di balik kata demi kata yang kuucap dalam doa, dibalik nasihat-nasihat yang kudengar dari para ahli ilmu, di balik perenungan tentang bagaimana kelak seharusnya aku menjagamu.

Sibukkan dirimu dengan Alquran, hiasi diri dengan ilmu dan iman, rencanakan visi-misi kedepan, siapkan dengan sebaik-baik persiapan, sempurnakan dengan sebaik-baik perbekalan, lantunkan doa agar Allah berkenan. Sampai bertemu di ujung penantian.

Karena cinta yang paling indah dan bahagia adalah cinta yang dipertemukan karena iman dan Alquran. Di genggam erat-erat dengan Alquran. Dan cinta yang abadi bersama Alquran

Dear my future, didiklah dirimu saat ini dengan Alquran agar Allah jadikan lembut hatimu karenanya. Bacalah dengan ikhlas hatimu, renungi hikmahnya, pegang erat dan jalankan nasehatnya, ambil mutiara di dalamnya dan simpanlah ia dalam hatimu semampumu

Karena sebaik-baik hati adalah hati yang disinari dengan cahaya Alquran, sebuah pertanda hati yang tak pernah mati.

Suatu saat mujahid dan mujahidah kecil kita pun akan belajar darimu, belajar dari seorang ibu yang lembut dan penuh hikmah adalah karunia terbesar mereka.

Dear my future, hanya orang yang berpuasa yang bisa merasakan nikmat dan manisnya berbuka.

Barangkali begitu juga dengan puasanya hati dan sebuah rasa, bukankah layak untuk kita coba? Walaupun aku tau itu pasti akan berat terasa.

Tak ada kata bukan berarti tidak ada doa, tak ada interaksi bukan berarti aku tidak sedang mempersiapkan diri.

Mencintaimu Karena Alquran

Mencintaimu karena Alquran
wahdah.or.id

Itu sebabnya aku selalu berharap, bahwa hanya karena iman dan Alquran semoga kelak kita di pertemukan.

Karena bagiku ada yang tak bisa dinilai dengan apa pun, yaitu caramu memandang Alquran dan caramu menggenggam erat tanganku saat kita hadapi ujian, dan saat Dia sedang mengajarkan kita tentang arti penting sebuah kesabaran.

Agar kelak aku punya alasan, saat kau tak lagi cantik dan menarik, saat cinta mungkin perlahan terasa biasa saja.

Bahwa karena ketulusanmu berada di sisiku, bahwa karena Alquran kamu bersedia menemaniku, aku tak perlu punya banyak alasan untuk selalu menjaga rindu dan sayangku untukmu.

Dan pada akhirnya, inti dari setiap pertemuan adalah belajar mendengar dan memahamimu, bergerak bersama untuk tujuan yang sama.

Dan aku telah berjanji untuk mendengarmu, bahkan meski aku belum pernah mendengar suaramu. Aku telah berjanji untuk memahamimu, bahkan sejak aku belum punya kesempatan untuk memperhatikanmu.

Memilih Sendiri Atau Dipilihkan

cerita motivasi islam
pixabay.com

Memilih sendiri atau dipilihkan sebenarnya sama saja dan bukan itu masalahnya. Fokusnya adalah bagaimana ia mencintai Rabbnya, mengikuti nabinya, serta memuliakan Qurannya.

Tentang mapan atau cantik, mapan masih bisa diupayakan bersama, cantik atau ganteng masih bisa dikompromikan. Tanyakan kepadanya, bagaimana caranya mencintai Alquran?

Jika dia mencintai qurannya dengan sebenar-benar cinta, semoga itu tanda ia telah lebih dulu mencintai Allah dan RasulNya, dan semoga itu tanda bahwa ia akan selalu berusaha memuliakanmu seperti ia memuliakan Kalam-Nya.

Tak perlu ribet tentang jodoh. Jodoh itu cerminan diri, tentang siapa yang suatu saat siap membersamai. Tak perlu dikejar hingga memaksakan diri. Jangan sibuk tentang perasaan, tapi fokuskan diri pada persiapan.

Tenang saja, kita hanya perlu menjaga diri dalam ketaatan hingga akhirnya kita akan saling menemukan.

Bukankah akan lebih indah jika saat ini masing-masing kita sibuk dengan belajar mencintai iman dan Alquran, sibuk menyelaraskan perilaku dengan Alquran, sibuk mempersiapkan apa yang nantinya hendak bersama diperjuangkan.

Dan ternyata waktu begitu cepat berlalu tanpa disadari karena kecintaan dan ketaatan terhadap Alquran akhirnya Allah mempertemukan.

Barangkali dan semoga benar, kita akan dipertemukan dalam kesamaan. Kesamaan pemikiran, pandangan, dan pemahaman akan penerimaan.

Kuharap begitu juga dengan sudut pandang dan keyakinan akan Alquran. Untukmu yang telah mendidik hati setangguh itu, semoga aku tak melewatkanmu.

Menjaga Pandangan

menjaga pandangan
pixabay.com

Kenapa Allah memerintahkan untuk menjaga pandanganmu?

Barangkali Allah lebih kehendaki pandangan yang menyejukkan rohani daripada pandangan nisbi yang menjadi gejolak hati.

Barangkali Allah ingin agar hatimu tak terbebani dengan racun yang menyakiti. Dari kerinduan semu yang tak kunjung henti.

Atau barangkali Allah telah siapkan seseorang yang ketika kamu memandangnya dengan penuh cinta dan sayang, maka semakin besar pula pahala dan rasa syukurmu karenanya.

Jika kamu ingin agar Allah senantiasa menjaga hatimu, memeluk hatimu, menggenggam hatimu, jangan sekali-kali kamu biarkan Alquran terlepas dari hatimu.

Merawat Sebuah Hati

merawat sebuah hati
pixabay.com

Jika hati bisa berubah menjadi sedemikian lembutnya karena sentuhan cinta, lalu bagaimana halnya dengan hati yang selalu tersentuh Alquran?

Satu bentuk cinta yang menjanjikan kebahagiaan, sebuah cinta dari sang Maha Cinta, sebuah cinta di atas segala bentuk dan definisi cinta.

Adakah kau rasa saat engkau serius menjaga surat cinta-Nya, serius merawat aksara-Nya, saat itu pula Dia sangat serius untuk menjagamu, pun merawat hatimu.

Lalu apalagi yang membuatmu ragu? Sini, biar kuajak hatimu, menyatu dalam rindu yang menembus dinding-dinding kalbu.

Allah akan membimbingmu jika kamu memang siap untuk di bimbing. Allah akan mempertemukan jika kamu memang siap dipertemukan.

Allah akan meneguhkanmu menjadi sebenar-benar imam jika kamu memang sudah siap dengan atribut yang melekat pada diri seorang imam.

Begitu juga dengan cita-citamu menjadi madrasah terbaik.

Allah akan jadikanmu salah satu yang terbaik di antara ibunda penerus generasi ulama dan mujahid, jika kamu meneguhkan hatimu untuk senantisa bersiap tanpa mencari alasan bahwa esok atau lusa adalah waktu yang tepat untuk bersiap.

Untukmu

motivasi menghafal alquran
pixabay.com

Karena dengan menulis sesungguhnya aku sedang belajar..

Belajar memahami, belajar menyusun gagasan. Belajar berdiskusi dengan hati, belajar membaca kejadian, dalam lintasan pikiran dan perasaan.

Pun dengannya aku belajar menuntunmu, berusaha menghadiahkanmu cinta, meski hanya lewat susunan kata-kata sederhana.

Sebab saat hatimu mulai mengenal bahasaku, semoga aku bisa melihat dan turut merasakan. Tentang hadirnya syukur dan bahagia di hatimu, juga senyum manis yang terukir di wajahmu.

Walau kita tak pernah bertatapan, meski hanya bertemu via tulisan.

Untukmu. Siapapun kamu yang sedang membaca kata-kataku.

Akhir Kata

Hanya sebuah pesan untuk masa depan. Terimakasih sudah membaca.

Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *