Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Adab Kepada Orang Tua Yang Wajib Diketahui

4 min read

adab kepada orang tua

Adab kepada orang tua-Tidak ada orang yang lebih penting untuk dihormati selain Rasulullah dan orang tua kita. Rasulullah sendiri telah memperingatkan kita untuk selalu berbakti kepada orang tua, baik itu orang tua sendiri maupun orang tua lainnya.

Maka dari itu, artikel kali ini penaqolbi akan membahas tentang ada kita kepada orang tua.

Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Adab Kepada Orang Tua Yang Kafir

adab kepada orang tua kafir
deenspiration.com

Kekafiran kerabat dan orang dekat tidak menghalangi seseorang untuk berbuat baik kepada mereka selagi masih hidup.

Selama mereka tidak memusuhi dan menentang secara terang-terangan lalu Bagaimana jika yang kafir tersebut adalah orang tua?

Dan bagaimana adab kepada keduanya? berbuat baik terhadap orang tua juga wajib walaupun orang tua kafir. Selama tidak memerintahkan dan memaksa untuk berbuat kekafiran. Dan tetap di anjurkan di dalamnya untuk mendoakan kedua orang tuanya agar mendapat Hidayah Allah saat masih hidup.

Jika telah meninggal selesai tugas dan kewajiban anak terhadap orang tua bahkan kekafirannya menjadi penghalang sekalipun untuk mendoakannya.

Ketika masih hidup, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sangat sayang kepada pamannya Abu Tholib. Orang yang pernah merawat dan membesarkannya sejak kecil dan sebagai pengganti orang tuanya.

Abu Tholib juga sering membantunya saat mendapat tentangan dan perlawanan dari orang-orang Quraisy. Dan pada akhir hayatnya Rasulullah menginginkan supaya pamannya mengucapkan kalimat tauhid Lailahaillallah sebagai tanda keislamannya.

Rasulullah selalu mengajak pamannya untuk masuk Islam, tetapi sampai akhir hayatnya Abu Tholib tetap dalam kekafiran. Rosulullah sedih atas apa yang menimpa pamannya.

Allah kemudian menenangkan bahwa bukan dia yang memberi hidayah, tetapi hanya Allah lah yang memberi Hidayah kepada siapapun yang dikehendakiNya termasuk terhadap Paman Abu Tholib. hal ini Allah ungkapkan dalam FirmanNya :

“Sesungguhnya engkau Muhammad tidak akan dapat memberi Hidayah petunjuk kepada orang yang kamu kasihi tetapi Allah memberi Hidayah kepada orang yang dia kehendaki dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qhoshos : 56)

Istilah Hidayah

istilah hidayah
pixabay.com

Begitulah cara Hidayah Taufiq itu berlaku dengan sebab-sebab  terbukanya pintu hidayah Abu Tholib menerima dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengakui kebenaran agama yang dibawa keponakannya.

Tetapi tidak mengikuti sebab-sebab seri untuk terbukanya Pintu Hidayah Taufiq dan Ilham yaitu dengan menyambut seruan dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan mengucapkan kalimat tauhid sebagai tanda keislaman.

Bahkan ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mau mendoakan pamannya juga ditegur oleh Allah artinya kewajiban terhadap pamannya yang dicintai telah selesai seiring dengan meninggalnya. hal ini sebagaimana firman Allah:

“Tidak seharusnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya sudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (QS. At-Taubah 113)

“Kewajiban Rasulullah adalah menyampaikan dakwah kepadanya sedangkan Hidayah keimanan adalah kewenangan Allah Allah akan memberi Hidayah kepada siapa yang dia kehendaki hal ini sesuai dengan kandungan firman Allah yang artinya bukanlah kewajibanmu agar mereka mendapat Hidayah akan tetapi Allah lah yang memberi Hidayah memberitahukan kepada siapa yang dia kehendaki.” (Al-Baqarah: 272)

kemudian ada istilah yang namanya Hidayatul Irsyad dan hidayatut Taufiq. Hidayah Irsyad maksutnya adalah Hidayah ini ditetapkan pada nabi secara khusus dan kepada seluruh nabi dan rasul serta setiap Dai yang menyeru manusia kepada Allah.

Sementara Hidayah Taufiq yaitu Hidayah Allah menjadikan dalam hati seseorang hamba secara khusus untuk mudah mendapatkan petunjukNya. Hidayah Taufik ini secara khusus diberikan Allah kepada orang yang dikehendaki pengaruhnya.

Orang tersebut kemudian dimudahkan untuk mendapat petunjuk dari Allah, karena itu memasukkan Hidayah ini ke dalam hati seseorang bukanlah tugas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Karena hati seorang hamba berada ditangan Allah, Dia yang membolak-balikkan sesuai dengan kehendakNya, sehingga Rosulullah tidak mampu memberikan Hidayah ini meskipun terhadap orang yang paling dicintainya.

Kisah Sa’ad bin Abi Waqqas

adab kepada orang tua saad bin abi waqqash
pixabay.com

Sa’ad bin Abi waqqash merupakan Asabiqunal awwalun atau orang-orang yang pertama masuk Islam selain Abu Bakar as-siddiq Zaid bin haritsah dan Ali bin Abi Tholib. Ibunya adalah orang yang paling sayang terhadap saat begitu pula sebaliknya.

Sa’ad sangat mencintai dan menyayangi terhadap ibunya. Sa’ad adalah seorang pemuda yang sangat patuh dan taat kepada ibunya.

Demikian dalam sayangnya saat pada ibunya sehingga seolah-olah cintanya hanya untuk sang ibu yang telah merawatnya sejak kecil hingga dewasa.

Melihat anaknya masuk Islam ibunya tidak rela ia berusaha untuk membujuk sa’ad agar kembali ke dalam agama menyembah berhala.

Berbagai upaya dilakukan namun tidak berhasil sampai akhirnya ibunya mogok makan setelah beberapa hari melihat ibunya lemas karena tidak mau makan, Sa’ad datang dengan membawakan makanan kesukaannya sambil berkata:

“Duhai Ibuku. Seandainya Ibu memiliki 100 nyawa, dan kemudian keluar satu demi satu agar aku meninggalkan agama ini sungguh aku tidak akan meninggalkannya. kalau ibu berkenan Silahkan ibu makan namun jika Ibu tidak berkenan Silahkan ibu tidak makan.”

Saad mendapatkan pujian dari Allah karena ketegasaannya di dalam Alquran : “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Allah dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan Ikutilah Jalan orang yang kembali kepadaku kemudian hanya kepada Akulah kembalimu maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 15)

Begitu indahnya Islam mengajarkan tentang adab terhadap orang tua ini, dan jika terhadap orang tua yang masih kafir pun diperintahkan untuk berbuat baik lemah lembut.

Apalagi jika orang tua muslim yang taat beribadah dan orang-orang yang mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan cahaya Allah? tentu lebih mulia dan lebih berhak untuk berbuat baik kepadanya.

Adab Kepada Orang Tua Dalam Islam

adab kepada orang tua dalam islam
muslim.okezone.com
  1. Tidak memandang dengan tatapan tajam

Sebagai seorang yang jauh lebih muda, kita dianjurkan untuk tidak memandang orang yang lebih tua dengan tatapan yang tajam dan tidak menyenangkan. Berikan tatapan yang lembut dan hangat ketika berhadapan dengan orang tua.

Sebagaimana yang terdapat pada Shohih Bukhari no. 2731, 2732, yang mana para sahabat kala itu selalu memandang dengan penuh hormat kepada Rasul dimana mereka menjalani Rasulullah SAW.

  1. Tidak mendahulukan bicara

Kemudian adab berikutnya adalah berbicara dengan mendahulukan yang lebih tua. Biarkan mereka yang lebih tua untuk berbicara terlebih dahulu untuk menyenangkan hati mereka.

  1. Berbicara dengan nada yang lembut

Sebagai orang yang lebih muda, hendaknya kita berbicara dengan nada yang lembut dan penuh sopan santun. Jangan pernah berbicaralah dengan nada yang tinggi apalagi membentak pada orang tua.

  1. Jangan duduk di depan orang tua saat mereka berdiri

Apabila ada orang tua yang sedang berdiri, maka hendaknya kita ikut berdiri dan tidak duduk di hadapannya. Hal ini dimaksudkan untuk menyelisihi kebiasaan orang kafir yang justru duduk saat orang tua berdiri sehingga dianggap tidak sopan dalam Islam.

  1. Selalu mendahulukan orang tua

Sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Rasulullah Saw mengenai tiga orang pemuda yang terjebak di dalam gua. Salah satunya pun berdoa kepada Allah dimana dalam doa tersebut menunjukkan bahwa ia selalu mendahulukan untuk memberi susu kepada orang tuanya sebelum memberikannya pada anak-anaknya sendiri. (HR. Bukhari no. 5974 dan Muslim no. 2743)

  1. Meminta maaf

sudah seharusnya sebagai anak hendaknya kita selalu meminta maaf kepada orang tua jika kita telah berbuat salah. Sebagaimana yang dicontohkan oleh saudara Yusuf as yang mana mereka meminta maaf kepada orang tua mereka ketika berbuat salah, (QS. Yusuf 12: 97)

  1. Selalu berkata baik

Walaupun orang tua menghina atau berkata buruk pada kita, hendaknya kita selalu membalas dengan perkataan yang baik. Sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah SWT, (QS. Al Isro’ 17: 23)

  1. Menafkahi orang tua

Jika orang tua meminta sesuatu kepada kita dan tidak bertentangan dengan Islam, maka berikanlah. Jangan pernah takut untuk kehabisan harta karena itu merupakan salah satu adab dan jalan berbakti kepada orang tua.

Dari Jabir bin Abdillah, bahwa seorang mengatakan:

“Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mempunyai harta dan anak, sedangkan bapakku ingin menghabiskan hartaku.” Maka beliau bersabda, “Engkau dan hartamu adalah milik bapakmu.” (H.R.Ibnu Majah)

  1. Selalu mendoakan

Sebagai seorang anak hendaknya kita selalu mendoakan orang tua sebagaimana yang telah diajarkan Allah melalui Al Qur’an, (QS. At Taubah 9: 114)

  1. Menjaga silaturahmi

Meskipun kita telah dewasa dan memiliki keluarga, namun sebagai seorang anak, kita wajib untuk menyambung silaturahmi dengan orang tua. Dari Asma’ binti Abu Bakar berkata,

“Ibuku pernah datang kepadaku dalam keadaan musyrik di masa Quraisy ketika Beliau mengadakan perjanjian (damai) dengan mereka, lalu aku meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, aku berkata, “Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku karena berharap (bertemu) denganku. Bolehkah aku sambung (hubungan) dengan ibuku?” Beliau menjawab, “Ya. Sambunglah (hubungan) dengan ibumu.” (HR. Muslim)

Akhir Kata

Alhamdulillah penjelasan tentang adap kepada orang tua telah selesai, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *