Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ Ayat Alquran Tentang Pentingnya Bersyukur

6 min read

ayat alquran tentang bersyukur

Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang bersyukur. Sebagai seorang hamba tentunya kita harus bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada kita.

Allah SWT menjanjikan bahwa dengan kita bersyukur, maka nikmat kita malah akan ditambah. Jadi selain sebuah kewajiban, bersyukur juga memiliki fadhilah dan keutamaan yang besar bagi kita.

Jadi jangan sampai kita menjadi hamba yang kufur nikmat.

Dan untuk lebih jelasnya mengenai syukur, dibawah ini akan dijelaskan tentang pengertian, ayat di dalam alquran tentang bersyukur.

Pengertian Tentang Bersyukur

pengertian bersyukur
pixabay.com

Siapa yang tak mengenal kata Syukur? Tentunya kita sering mendengar kata tersebut. Sebagian besar orang mengatakan bahwa hidup itu harus banyak bersyukur. Bersyukur akan waktu kosong, sakit, usia, dan lain-lain.

Bahkan banyak sekali ayat di dalam alquran yang menerangkan tentang bersyukur dan kata bersyukur ini digambarkan dalam Al-Qur’an dan ditegaskan secara berulang-ulang yang berarti: “Maka, Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan“, pada surat Ar Rahman.

Secara definisi kata syukur berasal dari bahasa arab Syakaro-yasykuru-syukron yang artinya adalah “membuka” dan lawan katanya adalah Kufur yang berasal dari kata kafaro-yakfuru-kufron yang artinya “menutup”.

Dalam pengertian tersebut, kata syukur dapat diartikan sebagai hati yang terbuka karena menyadari nikmat Allah yang telah diterimanya. Sebaliknya mereka yang mengingkari nikmat Allah (menutup-nutupi nikmat yang telah diterima) dikatakan sebagai Kufur.

Begitu juga arti atau makna syukur sangat beragam sesuai dengan sudut pandang atau tinjauan pembahasan.

tetapi bagi kita sebagai orang awam, syukur sangatlah sering di artikan sebagai suatu ungkapan atau ekspresi rasa dan perasaan sebagai tanda terimakasih, karena kita telah menerima kenikmatan (sesuatu) dari Tuhan Yang Maha Esa,  meskipun melalui perantara seseorang.

Ada sebuah kata-kata indah tentang bersyukur.:

Bagiku bersyukur itu berbicara tentang banyak hal dan cerita, bukan hanya sekedar menerima, karena bersyukur itu perlu memahami. Sebab, dengan memahami kita akan berpikir. Sedangkan berpikir akan membuat kita mencari cara untuk semakin takjub pada setiap kekuasaan-Nya, dan hati akan merasa bahagia.

Ayat alquran tentang bersyukur

1. Al Anfal ayat 26

al anfal ayat 26

Ayat ini seharusnya ditujukan untuk kaum muhajirin Mekkah agar tak lupa mensyukuri nikmat kebebasan dan ketentraman hati setelah berada di Madinah.

Allah mengingatkan betapa saat di Mekkah, mereka yang jumlahnya sedikit mendapatkan perlakuan yang kejam, sehingga mereka merasa tertindas dan ketakutan, sampai akhirnya Allah memberikan tempat menetap yang lebih baik yaitu Madinah.

Di Madinah mereka bisa hidup lebih tenang, menjadi bangsa yang kuat dan berlimpah rezeki.

Allah lah yang telah menjadikan kita kuat dengan pertolonganNya dan memberi kita rezeki yang baik-baik, agar kita bisa bersyukur.

Allah tidak mau manusia menjadi lupa diri, tak ingat kalau sebelumnya ia menderita, kemudian berdoa memohon pertolonganNya, kemudian Allah melenyapkan kesulitannya, menghilangkan penderitaannya dan membebaskannya dari masalah.

Manusia telah dikaruniakan nikmat, dianugerahi rezeki agar dengan rezeki itu dapat bersyukur kepada Allah, berbuat taat kepadaNya, mencintaiNya dan menyalurkan sebagian rezeki tersebut ke jalan yang diridhaiNya.

2. An Nahl ayat 78

an nahl ayat 78

Ayat ini menegaskan kembali kepada manusia agar jangan menjadi angkuh dan sombong karena merasa pandai.

Saat keluar dari perut ibu kita tak mengetahui apapun, Allah lah yang memberikan kita pendengaran sehingga dengannya kita bisa mendengar suara-suara, memahami kata-kata dan perbincangan.

Allah telah menganugerahkan kita penglihatan agar dengan penglihatan itu kita bisa mengenali benda-benda, mengenali orang-orang di sekitar kita, kemudian yang terakhir Allah memberi kita hati agar dengan hati itu kita bisa memilih yang terbaik untuk hidup dan akhirat kita.

3. Al Ankabut ayat 17

al ankabut ayat 17

Ayat ini menjelaskan keadaan sekarang kita para manusia modern, yang menghabiskan waktunya untuk mengejar dunia.

Tanpa kita ketahui kita sudah mempertuhankan uang, menghambakan diri pada pekerjaan dan kesibukan yang tiada henti, sangat loyal pada bos dan perusahaan, sangat fanatik dengan perhitungan untung rugi (tak ada yang gratis di dunia ini).

Ini bisa disebut juga berhala-berhala dunia modern, yang memalingkan kita dari Allah. Kita hanya mampu shalat paling lama 5 menit tapi bisa rapat berjam-jam, membuat analisa untung rugi karena kita anggap rapat itu terkait dengan rezeki kita.

Kita menganggap pekerjaan lah yang memberi kita rezeki. Kita telah menuhankan pekerjaan dan menjadikan pekerjaan sebagai sembahan kita.

Itulah yang dikatakan Allah dalam ayat ini. Uang, pekerjaan, bisnis, bos, tidak memiliki apapun untuk penyembahnya dan bukanlah sumber kekuasaan yang menentukan rezeki seseorang, sehingga Allah menyuruh kita untuk “ibhtigha ar rizqa” mencari rezeki dariNya saja.

Setelah kita mendapat rezeki dari Allah hendaknya kita bersyukur dan memahami bahwa kita nantinya akan kembali pada Allah, hanya masalah waktu saja.

Dari Allah kita berasal dan untuk Allah kita kembali. Diantara dua poin inilah, kita mencari rezeki, menghambakan diri dan mensyukuri kehidupan.

4. Al Araf ayat 10

al a'raf ayat 10

Ayat ini menjelaskan dengan gamblang sikap kebanyakan manusia di dunia ini. Allah telah menciptakan kita sudah satu paket dengan rezeki kita.

Kita diberikan penghidupan yang layak dengan sumber-sumber yang tak terbatas, makanan melimpah, matahari yang tak pernah alpa untuk bersinar, oksigen yang selalu tersedia, tapi apa balasan kita?syukur kalo ingat pada Allah.

kita malah banyak membuat kerusakan di muka bumi. Kita tebang dan bakar hutan agar bisa jadi tempat bermukim atau bercocok tanam. Kita bom lautan agar bisa dapat ikan yang banyak. Kita eksploitasi hasil tambang, kita racuni bahan makanan kita dengan pupuk kimia dan pestisida.

Kalau sekarang banyak bencana alam entah itu banjir, tanah longsor, dan merajalelanya penyakit kanker yang tak ada obatnya, baru kita mengiba memohon pertolongan Allah?

Amat sedikit bersyukur manusia ini. Kita merasa selalu kurang rezeki. Kita merasa tak pernah cukup karena itu kita terus mengambil apa yang disediakan alam tanpa pernah merasa perlu melestarikannya.

Sedangkan melestarikan alam itu termasuk salah satu cara bersyukur kehadirat yang Kuasa.

Seumpama kita senang menerima rezekinya secara spontan tapi bersyukurnya dicicil, dikit-dikit itupun kalo lagi ingat, itupun hanya dibibir saja, itupun hanya kata-kata yang tak bermakna karena tak menyentuh sampai lubuk hati yang terdalam.

5. Al Furqan ayat 62

al furqon ayat 62

Allah ingin kita melihat bagaimana bergantinya malam dan siang sebagai tanda kekuasaan Allah, tak ada manusia yang mampu melakukannya.

Tak ada manusia yang bisa mengendalikan alam ini. Allah ingin kita mendapatkan pelajaran dari bergantinya waktu, bahwa apapun yang terjadi waktu akan terus berjalan.

Allah juga ingin agar kita bersyukur atas nikmat siang yang hangat untuk bekerja mencari rezeki dan nikmat malam yang hening untuk beristirahat dan beribadah memuji Allah di kesunyian.

baca juga: Keutamaan surat Al Bayyinah.

Bersyukur Dengan Hati, Lisan, Dan Amal Perbuatan

bersyukur dengan hati, lisan dan amal perbuatan
pixabay.com

Salah satu kaidah merasakan kebahagiaan dalam hidup adalah dengan bersyukur. Bersyukur, sebuah kata sederhana, yang sudah amat sangat kita kenal.

Lalu bagaimana bersyukur? memaknai rasa syukur?

Memaknai rasa syukur adalah dengan bersyukur (mewujudkan rasa syukur), seperti halnya beriman yaitu membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan membenarkan(mewujudkan) dengan amal perbuatan, begitu juga bersyukur.

Bersyukur Dengan Hati

bersyukur dengan hati
pixabay.com

Untuk dapat mensyukuri nikmat dengan hati kita, maka dengan 2 cara:

1. Menyadari nikmat-nikmat yang kita peroleh, dari yang kecil & dekat,

Cobalah merenungkan dari nikmat yang dekat.

  • Pagi hari saat kita bangun, kita dapat bernafas menghirup udara segar
  • Lalu kita pun memulai aktivitas hari itu, kita dapat sarapan dengan tenang
  • Kita berangkat untuk aktivitas hari itu, berjalan kaki, naik kendaraan pribadi, atau naik kendaraan umum.
  • Kita beraktivitas, bekerja mencari nafkah (ma’isyah),
  • Kita pulang kembali ke rumah, berkumpul dengan keluarga-orang-orang tercinta

Dapat bernafas dengan lega, makan dengan cukup, dan berkumpul dengan orang-orang tercinta, mungkin jarang kita sadari bahwa itu merupakan nikmat.

Karena hal-hal tersebut hal-hal yang sudah sehari-hari kita dapatkan. Sungguh jika kita menyadari nikmat, begitu banyak nikmat AllahSWT.

Belum lagi dengan sesuatu yang melekat pada badan kita, 2 mata yang dapat melihat berbagai hal, 2 telinga yang dapat mendengar berbagai suara, 2 tangan untuk membantu & memudahkan aktivitas kita.

Allah ta’ala berfirman:

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl (16): 18)

Bersyukur atas nikmat yang kecil, membantu kita untuk bersyukur atas nikmat yang besar.

Sesungguhnya Nabi kita, sudah mengajarkan bagaimana bersyukur,

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Lihatlah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta & dunia) dan jangan kamu melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih pantas, agar kamu semua tidak menganggap remeh nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu.” (HR. Bukhari & Muslim, hadits ini lafadz Muslim)

Dari Ubaidillah bin Muhshan Al Anshari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 “Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit maka dia tidak akan mensyukuri atas yang banyak dan barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah. Menceritakan sebuah nikmat (yang didapati) kepada orang lain termasuk dari syukur dan meninggalkannya adalah kufur, bersatu adalah rahmat dan bercerai berai adalah azab.” (HR. Ahmad dari An-Nu’man bin Basyir)

2. Merasa cukup dengan nikmat yang kita peroleh

Merasa cukup akan sangat membantu kita untuk bersyukur. Dari Hakim bin Hizam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Siapa saja yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menjaganya; dan siapa saja yang merasa cukup, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan mencukupkannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sungguh beruntung orang yang telah masuk Islam, rezekinya cukup, dan Allah memberikan kepuasan (rasa cukup) terhadap apa yang telah dikaruniakan-NYA.” (HR. Muslim)

Bersyukur Dengan Lisan

bersyukur dengan lisan
pixabay.com

Setelah mensyukuri nikmat dalam hati, maka selanjutnya bersyukur dengan lisan kita. Ucapan lisan kita akan semakin menyadarkan dan menguatkan kesyukuran kita.

Seperi halnya dalam sholat, saat kita membaca do’a sholat, kita diperintahkan untuk menggerakkan bibir kita, bukan cuma membacanya dalam hati, hal itu untuk lebih menyadarkan kita.

Sehingga kita lebih sadar dan memahami apa yang kita panjatkan, bukan cuma hafalan yang keluar secara otomatis, karena begitu seringnya kita mengulang-ulangnya.

Allah ta’ala berfirman:

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)”(QS. Adh-Dhuha (92):11)

Bersyukur kepada Allah yang paling sederhana dengan mengucapkan Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah. Sebuah ucapan syukur, sekaligus akan dicatat sebagai sedekah tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, HR. Muslim ).

Selain Alhamdulillah, bisa juga dengan menucapkan Subhanallahi wabihamdih ( Maha Suci Allah dan aku memuji-NYA ), kalimat tersebut juga merupakan kalimat yang ringan di lisan berat dalam timbangan amal, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,

dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallalhu ‘alaihi wasallam bersabda :

Ada 2 buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di timbangan, dan ke-2nya dicintai Ar-Rahman, yaitu:

  • Subhanallahi wabihamdih (Maha Suci Allah dan aku memuji-NYA)
  • Subhanallahil ‘adzim (Maha Suci Allah Yang Maha Agung).

(HR. Bukhari & Muslim)

Alhamdulillah & Subhanallahi wabihamdih, keduanya mempunyai kata “HAMD” yang merupakan ucapan pujian & syukur.

Selain dengan 2 kalimat tersebut, kita bisa mengungkapkan rasa syukur kita dengan kalimat apapun yang baik.

Bersyukur Dengan Amal Perbuatan

dengan amal perbuatan
pixabay.com

Bersyukur dengan amal perbuatan, yaitu dengan menggunakan nikmat Allah pada sesuatu yang diridhai-NYA. Bukankah segala sesuatu adalah milik Allah dan hanya kepada-NYA lah semua kembali?

Begitu juga semua nikmat, semua milik Allah yang Allah titipkan pada kita. Jiwa & badan kita, milik Allah, suatu saat akan kembali pada-NYA.

Keluarga kita milik Allah, suatu saat akan kembali pada-NYA. Harta kita milik Allah, dan bukan suatu yang kekal kita miliki.

Bersyukur dengan amal perbuatan, dengan mempertanggung-jawabkan segala nikmat Allah SWT.

Menggunakannya pada sesuatu yang diridhai Allah SWT. Maka bersyukur tak lain ada pada ketaatan & ketakwaan kepada Allah SWT.

Menggunakannya pada sesuatu yang baik & dihalalkan, dan menjaganya dari sesuatu yang buruk & diharamkan.

Allah ta’ala berfirman :

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengatakan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya AKU akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-KU), maka sesungguhnya adzab-KU sangat pedih.” (QS. Ibrahim (14): 7)

Allah telah mengingatkan kita atas nikmat-NYA dan mengingatkan untuk bersyukur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan juga atas pertanggung-jawaban nikmat.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya dunia ini manis dan mempesonakan, dan sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala menyerahkannya kepada kalian. Kemudian Allah akan melihat bagaimana kalian berbuat atas dunia ini. (HR. Muslim)

Akhir Kata

Alhamdulillah pembahasan tentang pengertian dan kumpulan ayat di dalam alquran tentang bersyukur telah selesai. semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur. Terimakasih telah membaca, dan semoga bermanfaat.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *