Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ Biografi, Kisah, Sejarah Ibnu Rusyd Sang Penafsir

7 min read

biografi ibnu rusyd

Biografi Ibnu Rusyd – Ibnu Rusyd atau Averroes adalah sosok cendekiawan muslim yang berasal dari Kordoba. Ibnu Rusyd menjadi begitu terkenal karena berhasil menafsirkan dan merangkum karya filsafat Aristoteles yang terkenal sulit untuk dipahami.

Seperti apa biografi, sejarah kisah dan pemikiran filsafat dari ibnu Rusyd? Mari kita simak dalam biografi Ibnu Rusyd ini.

Biografi Ibnu Rusyd singkat

biografi ibnu rusyd
iqra.id
NamaAbu Al-Walid Muhammad ibn Ahmad Rusyd
DikenalIbnu Rusyd, Averroes
LahirKordoba, Spanyol, 1126 M
WafatMarrakesh, Arab, Maroko
Orang TuaAbu Al-Qasim Ahmad (ayah)
JulukanSang Penafsir
Karya Yang TerkenalBidayat Al Mujtahid

Tahafut at-Tahafut

Al-Kuliyyat fit at-Thib

Sejarah Hidup Ibnu Rusyd

sejarah ibnu rusyd
pixabay.com

Nama asli dari ibnu Rusyd adalah Abu Al-walid Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Rusyd. Beliau dilahirkan di Cordova, Andalusia pada tahun 510 H/1126 M, sekitar 15 tahun setelah wafatnya al-Ghozali.

Orang barat lebih mengenal beliau dengan sebutan Averroes. Beliau berasal dari keluarga terhormat yang terkenal sebagai tokoh keilmuan. Kakek dan ayahnya mantan hakim di Andalusia.

Ibnu Rusyd tumbuh dan hidup dalam keluarga yang besar sekali Ghirah-nya pada ilmu pengetahuan.

Ketajaman berpikir dan kejeniusan otaknya menjadikan ia dapat mewarisi sepenuhnya intelektualitas keluarganya dan berhasil menjadi seorang sarjana All-round yang menguasai berbagai disiplin ilmu, seperti hukum, filsafat, kedokteran, astronomi, sastra arab dan lainnya.

Ibnu rusyd lahir pada masa pemerintahan Al-Murafiah yang digulingkan oleh golongan Al-Muhadiah di Marrakusy pada tahun 542 H/1147 M, yang menaklukan Cordova setahun kemudian. Yang akhirnya diwariskan kepada tiga orang pewarisnya, dari golongan Al-Muhadiah, yaitu ‘abd Al-mu’min, Abu Ya’qub dan Abu Yusuf, yang diabdi oleh Ibnu rusyd.

Ketika Abu Ya’qub menjadi Amir,ia diperintahkan untuk menulis ulasan-ulasan mengenai buku-buku Aristoteles. Ia menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, dan mulai menulis ulasan-ulasan mengenai buku-buku Aristoteles, sehingga ia digelari “penafsir” (comentator) oleh Dante (1265-1321 M) dalam bukunya Divine Commedia (Komedi Ketuhanan).

Pada tahun 565 H/1169 M beliau diangkat menjadi hakim di Seville dan Cordova. Karena prestasinya yang luar biasa dalam ilmu hukum, pada tahun 1173 ia di promosikan menjadi ketua Mahkamah Agung, Qadhi al-Qudhat di cordova.

Ketika Ibnu Tufail (w.1185M) pensiun,Ibnu rusyd menggantikan sebagai dokter pribadi khalifah Abu Ya’qub di Marakis, tahun 1182 M. Tahun1185 M, beliau mengalami inkuisisi (al-mihan), karena pengaduan sekelompok fuqaha yang tidak menyukainya.

Ibnu Rusyd dan para filosof lainnya akhirnya di asingkan ke Lucena, perkampungan yahudi dekat Cordova,dan semua filsafat karyanya dibakar kecuali yang bersifat ilmu pengetahuan murni (Sains), seperti kedokteran, matematika dan Astronomi.

Untunglah masa getir yang terjadi tidak berlangsung lama( satu tahun). Pada tahun 1197 M, khalifah mencabut hukumannya dan posisinya di rehabilitasi kembali. Akan tetapi, beliau kemudian meninggal pada tanggal 10 desember 1198 M/ 9 Shafar 595 H di Marakesh dalam usia 72 tahun.

Karya Ibnu Rusyd

karya ibnu rusyd
pixabay.com

Ibnu Rusyd merupakan seorang ilmuwan yang sangat produktif. Karyanya amat banyak dan beragam, mencapai 78 buah, mencakup soal filsafat, kedokteran, hukum, teologi Astronomi, sastra dan lainnya.

Seperti Ibnu Sina, dan ilmuwan lainnya, ibnu rusd juga mempunyai karya-karya yang sangat terkenal.

Salah satu kelebihan karya tulisnya adalah gaya penuturan yang mencangkup komentar, koreksi dan opini sehingga karyanya lebih hidup dan tidak sekedar deskripsi belaka.

Akan tetapi, karyanya sangat sulit ditemukan dan sekiranya ada sudah diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan Hebrew (yahudi), bukan dalam bahasa aslinya.

Beberapa karya Ibnu rusyd yang masih dapat kita temukan adalah sebagai berikut:

  • Fashl al-Maqal fi ma bain al hikmat wa al-syari’ah min al ittishal, berisikan korelasi antara agama dan filsafat.
  • Al-kasyf’an manahij al ‘adillat fi ‘aqa’id al-millat, berisikan kritik terhadap metode para ahli ilmu kalam dan sufi.
  • Tahafut al-tahafut, berisikan kritikan terhadap karya al-ghozali yang berjudul Tahafut Al-Falasifat.
  • Bidayat Al-Mujtahid wa nihayat al-muqtashid, berisikan uraian-uraian di bidang fiqih.

FILSAFAT IBNU RUSYD

filsafat ibnu rusyd
pixabay.com

1. Pencarian Tuhan

pencari tuhan
pixabay.com

Dalam bukunya Tahafut al Tahafut dan Manahij al-Adillah, filsafat Ibnu Rusyd membahas tentang wujud Tuhan, sifat-sifat-Nya dan hubungan-Nya dengan alam.

Ibnu Rusyd meneliti berbagai golongan yang timbul dalam islam, diantaranya Asy’ariyah, Mu’tazilah, Batiniyah, Hasyawiyah dan Sufi.

Masing-masing golongan mempunyai kepercayaan yang berlainan tentang Tuhan, dan banyak memindahkan kata-kata Syara’ dari arti lahirnya pada takwilan-takwilan yang disesuaikan dengan kepercayaannya.

Menurut Hasyawiyah, jalan menuju tuhan adalah lewat pengajaran lisan bukan nalar. Maksudnya, untuk mengerti tuhan dicapai dengan mendengar informasi yang disampaikan Rasulullah SAW dan nalar tidak ada kaitannya dengan masalah ini.

Sebaliknya kelompok Asy’ariyah percaya bahwa jalan menuju tuhan adalah lewat rasio.

Menurut Ibnu Rusyd, metode yang disampaikan kelompok Hasyawiyah bertentangan dengan ajaran teks suci yang banyak memerintahkan manusia untuk beriman berdasarkan bukti-bukti rasional, sedang pemikiran Asy’ariyah tidak bisa diikuti masyarakat kebanyakan (awam) disamping argumennya tidak kukuh dan tidak meyakinkan.

Kelemahan yang sama juga terjadi pada kaum sufi, disamping metodenya menghapuskan kegiatan spekulasi yang diperintahkan dalam teks suci (Al-Qur’an).

Pada kelompok Mu’tazilah, hal yang hampir serupa dengan kelompok Asy’ariyah karena tidak adanya kitab-kitab pendukung argumennya.

a). Wujud Tuhan

wujud tuhan
pixabay.com

Dalam Fashl al maqal, Ibnu Rusyd menyatakan bahwa mengenal pencipta itu hanya mungkin dengan mempelajari alam wujud yang diciptakan-Nya, untuk dijadikan petunjuk bagi adanya pencipta itu. Allah memberikan dua dalil dalam kitab-Nya, yang diringkas oleh Ibnu Rusyd sebagai:

  • Dalil Inayat

Ayat-ayat yang mewujudkan dalil inayat adalah seperti: “Dan bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak”(Q.S An-Naba: 6-7)

Dalam dalil ini, menyatakan bahwa tata kehidupan semesta ini, pergantian siang dan malam,adanya bintang dan tumbuhan, ternyata sesuai dengan kebutuhan dan kehidupan manusia.

Ini tentu tidak terjadi secara kebetulan karena tidak terjadi hanya beberapa kali tapi secara konstan, sehingga pasti ada yang mengendalikan dan mengaturnya, ada yang merencanakan secara detail dan mewujudkannya demi kepentingan manusia.

  • Dalil Ikhtira’

Ayat-ayat yang mewujudkan dalil ikhtira’ adalah seperti:

“sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat-pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya”(Q.S Al-Hajj: 73).

Dalil Ikhtira menyatakan bahwa semesta yang rapi dan teratur ini tidak mungkin muncul dengan sendirinya tetapi pasti ada yang menciptakan. Begitu seterusnya sampai pada pencipta terakhir yang tidak tercipta.

b). Pengetahuan Tuhan Tentang Juziyyat

pengetahuan tentang juziyat
pixabay.com

Imam Ghozali dalam bukunya Tahafut al Falasifah telah menyatakan kekafiran pada para filosuf  disebabkan tiga hal yaitu

  • Adanya keyakinan mereka bahwa Alam adalah Qadim (ada tempat permulaan),
  • Allah tidak mengetahui segi-segi bagian (juziyyat) dan interpretasi mereka tentang kebangkitan jasmani (dari kubur)
  • kehidupannya sesudah mati.

Ibnu Rusyd berkomentar: yang nampak secara lahir dari apa yang dikatakannya (Al-Ghozali) bahwa pengkafiran terhadap para filosuf itu tidaklah defintif, sebab ia menjelaskan dalam At tafriyah bahwa mengkafirkan orang lain karena telah melanggar ijma hanya mengandung sifat tentitif belaka.

Anggapan Al-Ghozali bahwa para filosuf berpendapat bahwa Alloh SWT sama sekali tidak mengetahui Juziyyat (segi-segi bagian yang terjadi di dunia) adalah keliru.

Karena sesungguhnya para filosuf berpendapat bahwa Allah SWT mengetahui juziyyat hanya saja dengan cara yang berbeda dengan cara kita mengetahui juziyyat.

2. Qadimnya Alam

qadimnya alam
pixabay.com

Menurut Ibnu Rusyd, Al-Ghozali keliru menarik kesimpulan bahwa tidak ada seorang filosof muslimpun yang berpendapat bahwa qadim nya alam sama dengan qadim-Nya Alloh SWT,tetapi yang mereka maksudkan adalah yang ada berubah menjadi ada dalam bentuk lain.

Karena penciptaan dari tiada (Al-‘adam), menurut filosof muslim adalah suatu yang mustahil dan tidak mungkin terjadi. Dari tidak ada (nihil yang kosong) tidak bisa terjadi sesuatu. Oleh karena itulah, materi asal alam ini mesti qadim.

Kelihatannya, menurut pemikiran Al-Ghozali, pada saat Alloh menciptakan alam, yang ada hanyalah Alloh SWT sendiri, dan tidak ada sesuatupun selain-Nya.

Sementara itu menurut pemikiran para filosof muslim, di kala Alloh menciptakan alam sudah ada sesuatu selain Alloh. Dari sesuatu yang ada itulah Alloh menciptakan alam.

Untuk mendukung pendapatnya, Ibnu Rusyd mengemukakan Sejumlah ayat Al-Qur’an: QS al-Anbiya’ ayat 30, Hud ayat 7, Fushshilat ayat 11 dan al-Mu’minun ayat 12-14.

a). Azalinya Gerakan

gerakan bumi
pixabay.com

Dari segi gerakan dan kesucian gerakan, wujud dapat dibagi menjadi dua yaitu: wujud yang mesti adanya(wajibul wujub/sebab dari semua sebab), yang mustahil mengalami gerakan yang menghendaki adanya perubahan dan yang berarti terbatas dan menjadi alam mungkin dan ketidak terbatasannya.

Sedang wujud yang lain adalah wujud yang selain dari wujud pertama dan wujud yang kedua ini pasti mempunyai gerak yang azali, maka zaman berarti tidak ada, baik masa lampau, masa kini ataupun di masa yang akan datang.

Karena tiap-tiap bagian didahului apa yang menjadi dasar dan sumbernya serta mendahului apa yang timbul keluar darinya.

Dari keadaan pertama terjadilah masa lampau dan dari keadaan kedua terjadilah masa mendatang, sebab merupakan bagian dari gerakan alam itu sendiri.

b). Alam Adalah Qadim dan Hadits

alam dan hadist
pixabay.com

Ibnu rusyd dalam memahami wujud alam apakah ia qadim atau baru?  Ia mengakui bahwa Tuhan adalah yang membuat alam, sebagaimana yang tercermin dalam tulisan-tulisannya.

Akan tetapi yang menjadi masalah adalah mendahuluinya zaman atas alam,ataukah zaman dan alam itu wujud bersama-sama.

Bagi ibnu Rusyd bahwa alam ini adalah qadim, karena ia wujud dengan kemauan Tuhan, sedang kemauan-Nya tidak bisa ditolak dan tidak ada permulaannya.

3. Kebangkitan Jasmani

kebangkitan jasmani
pixabay.com

Menurut Al-Ghozali, salah satu unsur yang menyebabkan orang menjadi kafir adalah karena mengingkari adanya kebangkitan jasmani di akhirat kelak. Hal ini banyak terjadi di kalangan filosuf.

Ibnu Rusyd menyangkal hal itu, karena kebangkitan jasmani telah tersiar kurang lebih seribu tahun yang lalu(dari masanya), sedang usia filsafat kurang dari masa itu, dimana orang yang pertama-tama mengatakan adanya kebangkitan jasmani ialah nabi-nabi bani Israel yang datang sesudah nabi Musa AS.

Islam dalam masalah kebangkitan jasmani di akhirat lebih banyak mendorong kepada amalan-amalan utama.

Oleh karena itu penggambaran terhadap kebangkitan jasmani itu dengan gambaran-gambaran materi lebih baik daripada penggambaran-penggambaran rohani seperti yang digambarkan syara’ bahwa surga diperuntukan orang-orang yang taqwa dengan sungai (telaga) yang mengalir dibawahnya. (QS. 17: 15; 55; 50; 66, 77: 41, 88: 12).

Menurut Ibnu Rusyd, apa yang dikemukakan Al-Ghozali dalam menangkis para filosof adalah baik sekali. Namun dalam tangkisan itu jiwa harus diperkirakan tidak mati (tetap hidup), seperti yang ditunjukan oleh dalil-dalil pikiran dan syara’.

Juga harus diperkirakan bahwa yang akan kembali di akhirat nanti adalah seperti perkara yang terdapat di dalam dunia bukan perkaranya itu sendiri, karena perkara yang telah hilang itu sendiri tidak akan kembali, seperti pendapat Al-Ghozali sendiri.

4. Kerasulan Nabi

kerosulan nabi
pixabay.com

Menurut Ibnu Rusyd, kebenaran bahwa tuhan mengutus nabi bisa dibuktikan dengan dua hal:

  • bahwa rasul adalah manusia yang menjelaskan hukum-hukum lewat wahyu, bukan dengan belajar,
  • bahwa orang yang mampu melaksanakan tugas seperti itu hanya seorang rasul, seperti tugas seorang dokter adalah menyembuhkan orang sakit dan orang yang bisa menyembuhkan orang sakit adalah dokter.

Kesimpulan Dari Biografi Ibnu Rusyd

kesimpulan biografi ibnu rusyd
pixabay.com

Berdasarkan materi yang telah disampaikan dapat diambil kesimpulan bahwa:

  • Nama asli dari ibnu Rusyd adalah Abu Al-walid Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Rusyd. Beliau dilahirkan di Cordova, Andalus pada tahun 510 H/1126 M, beliau meninggal pada tanggal 10 desember 1198 M/ 9 Shafar 595 H di Marakesh dalam usia 72 tahun.
  • Ibnu Rusyd merupakan seorang ilmuwan yang sangat produktif. Karyanya amat banyak dan beragam, mencapai 78 buah, mencakup soal filsafat, kedokteran, hukum, teologi Astronomi, sastra dan lainnya.
  • Ibnu Rusyd menyatakan bahwa mengenal pencipta itu hanya mungkin dengan mempelajari alam wujud yang diciptakan-Nya, untuk dijadikan petunjuk bagi adanya pencipta itu.dalam hal ini beliau menggunakan dua dalil yaitu dalil Inayat dan dalil ikhtira’.
  • Dalam berbagai hal tentang filsafat, ibnu Rusyd banyak sekali berbeda pendapat dengan para filosof seperti imam ghozali.
  • Bagi ibnu Rusyd bahwa alam ini adalah qadim, karena ia wujud dengan kemauan Tuhan, sedang kemauan-Nya tidak bisa ditolak dan tidak ada permulaa,nya.
  • Islam dalam masalah kebangkitan jasmani di akhirat lebih banyak mendorong kepada amalan-amalan utama
  • Menurut Ibnu Rusyd, kebenaran bahwa tuhan mengutus nabi bisa dibuktikan dengan dua hal yaitu bahwa rasul adalah manusia yang menjelaskan hukum-hukum lewat wahyu, bukan dengan belajar,dan bahwa orang yang mampu melaksanakan tugas seperti itu hanya seorang rasul, seperti tugas seorang dokter.

Penutup

Alhamdulillah pembahasan tentang biografi, sejarah, filsafat dari ibnu Rusyd sudah selesai. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat. Terimakasih telah membaca.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *