Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ Biografi Dan Kisah Ibnu Sina Berjuang Mencari Ilmu

4 min read

biografi ibnu sina

Jika membicarakan sejarah pemikiran Islam, utamanya filsafat abad pertengahan, biografi Ibnu Sina dianggap sebagai sosok filosof Muslim yang disamping merupakan sosok yang unik, tapi juga memperoleh penghargaan yang tinggi hingga masa modern.

Ibnu Sina termasuk salah satu filosof besar Islam yang berhasil menjalankan sistem filsafat yang lengkap dan detail, suatu sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim selama beberapa abad.

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang biografi, sejarah, karya, keteladanan serta pemikiran dari sosok Ibnu Sina. Selamat membaca dan semoga dapat bermanfaat.

Biografi Ibnu Sina Singkat:

biografi ibnu sina
generasisalaf.wordpress.com
NamaAbu ‘Ali al-Husain ibnu ‘Abdillah ibn Hasan ‘Ali Sina
DikenalIbnu Sina, Avicenna
LahirAfshoha, Uzabekistan, 22 Agustus 980 M
WafatHamedan, Iran, Juni 1037
Orang TuaAbdullah (Ayah)

Setareh (Ibu)

JulukanBapak Kedokteran Modern
Karya YangTerkenalKitab Penyembuhan

Qanun Kedokteran

Sejarah Ibnu Sina

sejarah ibnu sina
pixabay.com

Ibnu Sina lahir di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan pada bulan shafar 370 H atau di bulan Agustus 985 M. Ibnu Sina memiliki nama asli Abu Ali Husain bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Sina. Di dunia barat, Ibnu Sina dikenal dengan nama Avicenna.

Ibnu Sina lahir di keluarga yang berlatar belakang pedidikan yang tinggi, karena ayahnya yang merupakan pendidik dan juga bekerja di pemerintahan.

Karena lahir di keluarga dengan latar pendidikan, sejak kecil Ibnu Sina Sudah diajarkan untuk mencintai Ilmu oleh ayahnya yang merupakan seorang pendidik. Oleh ayahnya, Ibnu Sina diajarkan Al-Quran dan sastra.

Kecerdesan Ibnu Sina sudah terlihat sejak Ibnu sina masih kecil. Ibnu Sina sudah mampu menghafal Al-Quran pada saat usianya masih 10 tahun. Saat itu ayah Ibnu Sina sengaja mendatangkan seorang guru untuk mengajarkan Ibnu Sina menghafal Al-Quran.

Di usianya yang masih 10 tahun, Ibnu Sina tidak hanya mampu menghafal Al-Quran, tetapi ia juga sudah mampu mendalami berbagai karya sastra. Ibnu Sina juga tekun mempelajari Ilmu Fiqih.

Ibnu Sina juga belajar mengenai Filsafat. Ia berlajar tentang filsafat dari seorang filsuf terkenal pada saat itu yang bernama Abu Abdillah an-Natili.

Karena kecerdasaanya ia bisa dengan mudah memahami ilmu filsafat. Filsafatnya meliputi buku-buku Islam dan Yunani yang sangat beragam

Pemikiran Ibnu Sina

pemikiran ibnu sina
pixabay.com

Pada usia 16 tahun Ibnu Sina sudah memahami ilmu logika, ilmu astronomi kuno dan ilmu arsitektur.

Keinginan Ibnu Sina untuk memamahami ilmu tidak berhenti disitu. Setelah mampu memahami Ilmu alam dan ketuhanan, Ibnu Sina mulai mempelsjari ilmu kedokteran.

Dengan kecerdasan, ketekunan dan pemikiran yang cemerIang dari bnu Sina ini, mampu menguasai ilmu kedokteran, dan dia juga bisa mengobati prang-orang yang sakit.

Karena kemampuannya mengobati orang yang sakit nama Ibnu Sina semakin terkenal, bahkan seorang raja yang bernama Bukhara Nuh bin Mansur yang pada saat itu sedang sakit keras memanggil Ibnu Sina untuk mengobatinya.

Ibnu Sina berhasil mengobati Bukhara Nuh bin Mansur oleh karena itu, Ibnu Sina diberikan keleluasaan untuk masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar dan memiliki koleksi buku yang lengkap.

Ibnu Sina memanfaatkan kesempatan itu dengan sangat baik dari perpustakaan itu Ibnu Sina berhasil mendapatkan banyak ilmu pengetahuan untuk bahan-bahan penemuan. Hingga pada usianya menginjak 18 tahun, Ibnu Sina telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.

Keteladanan Ibnu Sina

keteladanan ibnu sina
museumastronomi.com

Ibnu Sina menguasai berbagai ilmu seperti hikmah, mantiq, dan matematika dengan berbagai cabangnya. Tidak hanya itu, pada usia 18 tahun juga Ibnu Sina telah menjadi Ilmuan Fisika, reputasinya sangat dihormati, dan dia juga sudah menjadi dosen.

Itu menjadi pukulan bagi remaja jaman sekarang. Seharusnya mereka bisa meniru keteladanan dari Ibnu Sina ini.

Karir nya sebagai menteri di pemerintahan Abu Tahir Syamsud Daulah Deilami tidak mengurangi aktivitasnya dalam mempelajari ilmu, pada saat itu pun terjadi perebutan tahta oleh para bangsawan, dan itu juga tidak mengurangi aktivitas Ibnu Sina dalam mempelajari ilmu.

Bahkan Ibnu Sina pernah dipenjara selama 4 bulan karena difitnah oleh lawan politiknya. Itu pun tak membuat Ibnu Sina berhenti. Selama dipenjara, Ibnu Sina menghabiskan waktunya dengan menulis buku yang menjadi salah satu masterpiece nya, yaitu “Asy-Syifa” buku ini mebahasa tentang metafisika, geometri, musik, medis, sampai fisika. masya Allah.

Proses Belajar Ibnu Sina

proses belajar ibnu sina
pixabay.com

Ayah Ibnu Sina meninggal pada saat Ibnu Sina berusia 22 tahun. Setelah ayahnya meninggal, Ibnu Sina memutuskan untuk merantau ke Jurjan. Setelah itu dia pindah ke Rayy, lalu ke Hamadan. Hamadan merupakan tempat yang memberi Ibnu Sina inspirasi untuk bukunya yang juga merupakan salah satu masterpiece nya yaitu kitab Al Qanun.

Kitab Al-Qanun merupakan karya terbesar Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, di dunia Barat kitab ini memiliki nama Canon. Kitab Al-Qanun merupakan Ensiklopedi Pengobatan yang sangat lengkap.

Selain menjadi dokter, ilmuan dan filsuf, Ibnu Sina juga dikenal sebagai psikolog. Ibnu Sina sanggup mengobati orang yang sakit jiwa. Ibnu Sina juga seorang penyair, jago main alat musik dan bernyanyi.

Ibnu Sina menyumbang banyak sekali ilmu pengetahuan, sumbangan Ibnu Sina di bidang ilmu pengetahuan diantaranya:

  • Di bidang fisika, Ibnu Sina adalah penemu termometer.
  • Di bidang kimia, Ibnu Sina menemukan teknik destilasi uap.
  • Rancangan Acak Kelompok atau Rancangan Acak Lengkap dalam melakukan penelitian atau menyusun skripsi.
  • Pengobatan dengan lintah.
  • Uji klinis, experimental medicine, uji efektivitas obat, risk factor analysis.
  • Dan yang lainnya

Ibnu Sina merupakan Sosok workaholic, bahkan sekretarisnya, Al Jauzakani, menyatakan bahwa Ibnu Sina meninggal karena kelelahan.

Teman Ibnu Sina pernah menegurnya mengenai kebiasaan workaholic ini, Ibnu Sina hanya menjawab menjawab “saya memilih umur pendek yang penuh makna dan karya, daripada umur panjang yang hampa”. Karena sifatnya yang workaholic Ibnu Sina tidak pernah menikah.

Kebiasaan Ibnu Sina yang lain Ibnu Sina selalu mengambil wudhu dan sholat sunnah 2 rakaat setiap kali ia menemukan jalan buntu meneliti atau menulis. Menurut pengakuannya, seringkali ia menemukan inspirasi kembali setelah sholat, atau dalam mimpi tidurnya.

Sebelum Ibnu Sina meninggal, Ibnu Sina mendatangi setiap orang yang ia pernah sakiti untuk meminta maaf, dan membagikan hartanya untuk fakir miskin.

Ibnu Sina meninggal di Hamadzan pada hari jum’at di bulan Ramadhan 428 H di usianya yang menginjak 58 tahun, jenazah Ibnu Sina dimakamkan di daerah tersebut.

Sebelum Ibnu Sina meninggal, ia ingin meneliti cara mengisolasi mikroorganisme, namun karena ajal telah datang, ia pun tidak sempat melakukan penelitian itu.

Karya Ibnu Sina

karya ibnu sina
pixabay.com

Adapun buku-buku karya Ibnu Sina sebagai berikut:

1. As- Syifa ‘(Buku Pemulihan atau Buku Pemulihan = Buku tentang Penemuan, atau Buku tentang Penyembuhan).

2. Buku ini dikenal dalam bahasa Latin dengan nama Sanatio, atau Sufficienta. Seluruh buku ini terdiri dari 18 jilid, naskah selengkapnya sekarang disimpan di Oxford University London. Mulai ditulis pada usia 22 tahun (1022 M) dan berakhir pada tahun wafatnya (1037 M). Isinya terbagi atas 4 bagian, yaitu:

  • Logika (termasuk di dalamnya terorika dan syair) termasuk dasar karangan Aristoteles tentang logika dengan menambahkan semua bahan dari penulis-penulis Yunani kemudiannya.
  • Fisika (termasuk psichologi, pertanian, dan hewan). Bagian – bagian Fisika mencakup kosmologi, meteorologi, udara, waktu, kekosongan dan pemilihan).
  • Matematika. Bagian matematika berisi pandangan yang berpusat dari elemen – elemen Euclid, garis besar dari Almagest-nya Ptolemy, dan ikhtisar – ikhtisar tentang aritmetika dan ilmu musik.
  • Metafisika.

3. Qanun, buku ini adalah buku llmu kedokteran, dibuat buku pokok di Universitas Montpellier (Perancis) dan Universitas Lourain (Belgia).

4. Buku ilmu kedokteran.

5. Al-Musiqa. Buku tentang musik.

6. Al-Mantiq, diuntukkan buat Abul Hasan Sahli.

7. Qamus el Arabi, terdiri atas lima jilid.

8. Danesh Nameh. Buku filsafat.

9. Uyun-ul Hikmah. Buku filsafat terdiri atas 10 jilid.

10. Mujiz, kabir wa Shaghir. Sebuah buku yang menerangkan tentang dasar – dasar ilmu logika lengkap.

11. Hikmah el Masyriqiyyin. Falsafah Timur (Ensiklopedia Britanica vol II, hal. 915 menambahkan buku besar yang telah hilang).

12. Al-Inshaf. Buku tentang Keadilan Sejati.

13. Al-Hudud. Berisikan istilah-istilah dan pengertian-pengertian yang dipakai di dalam ilmu filsafat.

14. Al-Isyarat wat Tanbiehat. Buku ini membahas lebih banyak tentang dalil-dalil dan persetujuan – ajaran tentang Ketuhanan dan Keagamaan.

15. An-Najah, (buku tentang kebahagiaan Jiwa)

Penutup

Sekian pembahasan biografi dari Ibnu Sina yang dapat dibagikan, semoga kita bisa meniru sosok ibnu sina dalam diri kita, minimal meniru semangatnya dalam mencari ilmu. Terimakasih sudah membaca, semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *