Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ Biografi, Sejarah, Kisah Salahudin Al Ayubi

4 min read

biografi salahudin al ayubi

Kesempatan kali ini penaqolbi akan membagikan biografi dari seorang lelaki-lelaki yang mulia dan memiliki peran yang besar dalam sejarah Islam, seorang panglima Islam, serta suku kebanggaan Kurdi, ia adalah Shalahuddin Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadi atau yang lebih dikenal dengan Salahudin al Ayubi atau pun Saladin . Ia adalah seorang laki-laki yang mungkin sebanding dengan seribu laki-laki lainnya.

Dan dibawah ini akan membahas tentang biografi dari salahudin al ayubi, selamat membaca dan semoga bermanfaat.

BIografi Singkat Salahudin Al ayubi

biografi salahudin al ayubi
harianriau.co
NamaSalahudin Yusuf Al Ayubi
DikenalSalahudin Al Ayubi
Lahir1138 M di Tikrit, Iraq
Wafat4 Maret 1193 M di Damaskus, Syria
Orang TuaNajmuddin bin Ayyub
Masa Kekuasaan1174 M-4 Maret 1193 M 
PendahuluNuruddin Zengi

Biografi Sejarah Salahudin Al Ayubi

sejarah biografi salahudin al ayubi
matamatanews.com

Salahuddin al-Ayyubi adalah laki-laki dari laki-laki ‘ ajam (non-Arab), tidak seperti yang disangkakan oleh sebagian besar orang. Shalahuddin merupakan orang Arab, ia berasal dari suku Kurdi. Ia lahir pada tahun 1138 M di Kota Tikrit, Irak, kota yang terletak di antara Baghdad dan Mosul.

Kehadirannya melengkapi orang-orang besar dalam sejarah Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, dan ilmuwan muslim lainnya.

Karena alasan, kelahiran Shalahuddin disetujui untuk pulang Tikrit sehingga sang ayah percaya kelahiran karena menyusahkan dan merugikannya. Namun kala itu adalah orang yang menantikaninya, “Engkau tidak pernah tahu, bisa jadi anakmu ini akan menjadi raja yang reputasinya sangat cemerlang.”

Dari Tikrit, keluarga Kurdi beralih menuju Mosul. Sang ayah, Najmuddin Ayyub tinggal bersama seorang pemimpin besar lainnya yaitu Imaduddin az-Zanki. Imaduddin az-Zanki memuliakan keluarga ini, dan Shalahuddin pun tumbuh di lingkungan yang penuh keberkahan dan kerabat yang mendukung.

Di Lingkungan barunya dia belajar menunggang kuda, menggunakan senjata, dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat menyukai jihad.

Di lingkungan inilah Shalahuddin mulai mempelajari Alquran, menghafal hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memahami bahasa dan sastra Arab, dan ilmu-ilmu lain.

Salahudin Al Ayubi Diangkat Menjadi Mentri di Mesir

salahudin menjadi menteri mesir
pixabay.com

Sebelum bertemu Shalahuddin al-Ayyubi, Mesir merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Syiah, Daulah Fathimiyah. Kemudian pada masa depan Dinasti Fathimiyah yang berjalan stabil mulai digoncang pergolakan di dalam negerinya.

Orang-orang Turki, Sudan, dan Maroko menginginkan adanya revolusi. ketika itu Nuruddin Mahmud, paman Shalahuddin, melihat peluang untuk menaklukkan kerajaan Syiah ini, ia berpandangan penaklukkan Daulah Fathimiyyah adalah jalan lapang untuk membelanjakan Yerusalem dari kekuatan Pasukan Salib.

Nuruddin ingin mewujudkan keinginannya, ia mengirimkan misi dari Damaskus yang dipimpin oleh Asaduddin Syirkuh untuk membantu keponakannya, Shalahuddin al-Ayyubi, di Mesir.

Mengetahui kedatangan pasukan besar ini, sebagian besar Pasukan Salib yang ada di Mesir pun lari kocar-kacir jadi yang dikendalikan oleh Asaduddin dan Shalahuddin hanya orang-orang Fathimiyah saja.

Daulah Fathimiyah berhasil dikalahkan dan Shalahuddin diangkat menjadi mentri di wilayah Mesir. tetapi tidak lama diangkat sebagai menteri di Mesir, dua bulan kemudian Shalahuddin diangkat sebagai wakil dari Khalifah Dinasti Ayyubiyah.

2 bulan lamanya memerintah Mesir, Shalahuddin membuat kebijakan-kebijakan progresif yang visioner. Ia membangun sekolah besar berdasarkan madzhab Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini ia maksud untuk memberantas diskusi Syiah yang bercokol sekian lama di tanah Mesir.

Bagaimana bisa kita merasakan sampai saat ini, Mesir menjadi salah satu negeri pilar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni. Kebijakan yang lain yaitu mengganti penyebutan nama-nama khalifah Fathimiyah dengan nama-nama khalifah Abbasiyah dalam khutbah Jumat.

Salahudin Al Ayubi Menaklukkan Yerusalem

salahudin menaklukan yerussalem
pixabay.com

Persiapan Shalahuddin untuk menggempur Pasukan Salib di Yerusalem benar-benar matang. Ia menyiapkan persiapan keimanan (non-materi) dan menyiapkan bahan yang luar biasa.

Persiapan keimanan ia bangun dengan membersihkan akidah Syiah bathiniyah dari dada-dada muslimin dengan membangun madrasah dan meluaskan dakwahnya, persatuan dan hubungan umat.

Dengan kampanyenya ini ia berhasil menyatukan bangsa Syam, Irak, Yaman, Hijaz, dan Maroko di bawah satu komando. Dari persiapan non-materi ini terbentuklah sebuah misi dengan cita-cita yang sama dan memiliki landasan keimanan yang kokoh.

baca juga kisah perjuangan Ibnu Sina mencari ilmu.

Perang Salib

perang salib
ganaislamika.com

Shalahuddin kemudian membangun kekuatan militer, benteng-benteng, menambah jumlah pasukan, memperbaiki kapal-perang, membangun rumah sakit, dll.

Pada tahun 580 H, Shalahuddin menderita penyakit yang cukup berat, namun dari situ tekadnya untuk membebaskan Yerusalem semakin membara. Ia bertekad memulihkan dari sakitnya, ia akan menaklukkan Pasukan Salib di Yerusalem, membersihkan tanah para nabi tersebut dari kesyirikan trinitas.

Dengan karunia Allah, Shalahuddin pun sembuh dari sakitnya. Ia mulai mewujudkan janjinya untuk melepaskan Yerusalem.

Yerusalem dibebaskan dengan tidak mudah, Shalahuddin dan pasukannya harus melawan Pasukan Salib di Hathin terlebih dahulu, perang ini dinamakan Perang Hathin, perang besar sebagai pembuka untuk menaklukkan Yerusalem.

Dalam perang ini kaum muslimin berkekuatan 63.000 pasukan yang terdiri dari para ulama dan orang-orang shaleh, mereka berhasil membunuh 30000 Pasukan Salib dan mencari 30000 lainnya.

Setelah tenaga kaum muslimin habis di Hathin, akhirnya kaum muslimin tiba di al-Quds, Yerusalem, dengan jumlah pasukan yang besar pasukan-tentara Allah ini mengepung kota suci itu.

Perang pun terjadi, Pasukan Salib sekuat tenaga mempertahankan diri, beberapa pemimpin muslim pun bertemu syahid mereka –insya Allah- dalam peperangan ini. Melihat keadaan ini, kaum muslimin semakin bersemangat untuk segera menaklukkan Pasukan Salib.

Untuk memancing kaum muslimin, Pasukan Salib memancangkan salib besar di atas Kubatu Shakhrakh. Shalahuddin dan beberapa pasukannya segera bergerak cepat ke sisi terdekat dengan Kubbatu Shakhrakh untuk memindahkan kelancangan Pasukan Salib.

Kemudian kaum muslimin berhasil menjatuhkan dan memotong salib tersebut. Penghasilan kena pajak ITU, Jundullah menghancurkan menara-menara Dan benteng-benteng al-Quds.

Pasukan Salib mulai terpojok, merek tercerai-berai, dan mengajak berunding untuk menyerah. Namun Shalahuddin berkata, “Aku tidak akan menyisakan kata pun dari kaum Nasrani, meminta mereka terlebih dahulu tidak menyisakan kata pun dari umat Islam (kompilasi menaklukkan Yerusalem)”.

Tetapi, pimpinan Pasukan Salib, Balian bin Bazran, mengatakan “Jika kaum muslimin tidak mau menjamin keamanan kami, maka kami akan mempertaruhkan seluruh tahanan dari umat Islam yang dapat mencapai 4000 orang, kami juga akan membelanjakan anak-anak dan suami-istri kami, menghancurkan bangunan-bangunan, membakar harta benda, menghancurkan Kubatu Shakhrakh, menghancurkan apapun yang bisa kami bakar, dan setelah itu kami akan hadapi kalian sampai darah penghabisan! Satu orang dari kami akan membunuh satu orang dari kamu! Kebaikan sayang yang bisa tertunda!

Kubah Batu Atau Kubatu Shakhrakh

biografi salahudin al ayubi
pixabay.com

Shalahuddin kemudian mendengarkan dan menuruti Pasukan Salib dengan persyaratan setiap laki-laki dari mereka membayar 10 dinar, untuk perempuan 5 dinar, dan anak-anak 2 dinar. Pasukan Salib pergi meninggalkan Yerusalem dengan tertunduk dan hina. Kaum muslimin berhasil membebaskan kota suci ini untuk kedua kalinya.

Shalahuddin membebaskan Yerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota ini dikembalikan ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani.

Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang ada di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan memulihkan kehormatan masjid tersebut.

Wafatnya Sang Pahlawan

wafatnya salahudin al ayubi
pixabay.com

seperti yang telah terjadi sebelumnya, baik dari kalangan nabi, rasul, ulama, panglima perang dan yang lainnya, Shalahuddin pun wafat meninggalkan dunia yang fana ini. shalahudin al ayubi wafat pada usia 55 tahun, pada 16 Shafar 589 H bertepatan dengan 21 Febuari 1193 di Kota Damaskus.

Ia meninggal karena mengalami sakit demam selama 12 hari. banyak orang datang untuk mensholati jenazahnya, anak-kambing Ali, Utsman, dan Ghazi ikut hadir menghantarkan sang ayah ke peristirahatannya. Semoga Allah meridhai, merahmati, dan membalas jasa-wahai wahai pahlawan Islam, sang pembebas Yerusalem.

Penutup

Demikianlah pembahasan tentang biografi, sejarah dan kisah dari salahudin al ayubi. semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *