Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Manfaat Dan Waktu Mustajab Doa Di Hari Jumat

5 min read

doa di hari jumat

Hari jumat menjadi hari yang istimewa bagi umat muslim. Di hari itu, mereka berlomba-lomba untuk beribadah kepada Allah SWT. Dan mereka juga berlomba-lomba untuk berdoa, karena doa di hari jumat sangat dianjurkan oleh rosulullah SAW.

Dan berikut adalah kautamaan tentang doa di hari jumat.

Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa berdoa.

Umar bin Khattab pernah berkata, “Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.”

Keutamaan Doa di Hari Jumat

doa di hari jumat
ediong.blogspot.com

Hari jumat terdapat satu waktu dimana tidak ada seorang muslim pun melakukan solat didalamnya dan memohon kepada Allah yang maha tinggi kecuali niscaya permintaannya akan dikabulkan.

Lalu nabi Muhammad SAW memberikan isyarat dengan tangan nya seakan akan menggambarkan waktu itu sedikit sekali, bukan semuanya jumat, tapi waktu nya sedikit

Para ulama dari kalangan sahabat tabiin,mereka waktu itu berbeda pendapat tentang waktu mustajab itu di hari jumat, kapankah itu terjadi?

Doa adalah senjata orang mukmin, ia penghilang keresahan hati, pelenyap kesusahan dan solusi jitu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan hidup.

Karena memang pada saat berdoa kita sedang memohon kepada Dzat yang Menguasai dan Memiliki seluruh jagad raya ini, di tangan-Nya lah segala perbendaharaan langit dan bumi.

Pertanyaannya, kapankah waktu ketika doa dijamin akan dikabulkan pada hari Jum’at sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam shahihnya?

Waktu Mustajab Doa Di Hari Jumat

doa di hari jumat
pixabay.com

1. Waktu Khatib Duduk Antara Dua Khutbah.

Ini waktu mustajab doa hari Jumat yang tidak didapati di hari lainnya. Yaitu saat khatib Jumat duduk di antara dua khutbah. Doa-doa di waktu ini, insya allah seluruhnya dikabulkan olehNya.

Al-Imam An-Nawawi mengatakan:

“Waktu ijabah adalah waktu di antara duduknya khatib di atas mimbar saat pertama kali ia naik hingga imam shalat Jumat menyelesaikan shalatnya. Hal ini sesuai dengan keterangan dalam Shahih Muslim dari sabda Nabi, riwayat Sahabat Abi Musa Al-Asy’ari. Pendapat lain mengatakan, ada beberapa versi yang banyak dan masyhur selain pendapat yang pertama. Yang paling masyhur adalah setelah Ashar hari Jumat. Pendapat yang benar adalah yang pertama,”

2. Setelah Asar.

Hari jumat merupakan hari raya umat muslim. Keutamaannya lebih baik dari hari-hari lainnya, karena terdapat satu jam dalam hari jumat yang dimana waktu itu mustajab untuk berdoa.

Tetapi waktu itu dirahasiakan oleh Allah sebagaimana Allah merahasiakan malam lailatul qadar, ada beberapa pendapat tentang waktu mustajab tersebut, dan diantaranya ada yang menyebutkan satu jam setelah asar.

“Dua belas jam pada hari Jumat di antaranya terdapat waktu yang seorang hamba Muslim tidaklah meminta sesuatu kepada Allah di waktu tersebut, kecuali Allah mengabulkan permintaannya. Maka carilah waktu tersebut di akhir waktu setelah Ashar.” (HR. Abu Daud, al-Nasa’i, al-Hakim dan al-Baihaqi).

Hadits tersebut dishahihkan oleh Imam al-Hakim

3. Sebelum Terbit Fajar

Dalam perhitungan Hijriyah, awal hari dimulai sejak matahari terbenam. Maka malam jumat sudah termasuk hari jumat. Tetapi jumat malam sudah tidak dihitung hari jumat.

Waktu mustajab untuk berdoa di hari jumat kemudian adalah sebelumnya terbit fajar atau sepertiga malam terakhir.

Oleh karena itu, jangan melewatkan kesempatan emas yang Allah berikan ini, apalagi di awali dengan solat tahajud, insyaallah tidak ada alasan untuk tidak terkabulkannya doa.

4. Antara Adzan Dan Iqomah

Waktu mustajab berikutnya adalah ketika adzan dan iqomah. Doan di waktu ini insyallah akan dikabulkan oleh Allah SWT

Oleh karenanya, ketika adzan kita disegerakan untuk langsung menuju ke masjid, agar mendapatkan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Karena ketika kita terlambat datang ke masjid atau masbuq, kita akan kehilangan kesempatan yang diberikan ini.

Demikianlah seperti sepertiga malam terakhir atau sebelum fajar, waktu antara adzan dan iqomah ini juga terdapat di hari lainnya, tidak hanya Jumat.

Kisah Di Hari Jumat

doa di hari jumat
pixabay.com

Ada sebuah keluarga kecil kaum majusi (penyembah api). Mereka kecewa dengan api yang mereka sembah.

Karena ketika dites dengan memasukan jari kedalam api tersebut, api itu tidak dingin, tapi malah membakar jemari tersebut, padahal mereka sudah menyembah api itu bertahun-tahun

Di tengah kegalauan yang melanda mereka, kemudian keluarga itu mendengar cerita tentang agama islam yang menyembah Allah.

Dan di daerah jauh dari tempat mereka, katanya ada salah satu orang yang sedang menyebarkan agama islam yang bernama Malik bin Dinar.

Keluarga itu kemudian memutuskan untuk berangkat menuju majelis milik Malik bin Dinar untuk belajar agama islam.

Sampai di majelis tempat Malik bin Dinar mengajar, keluarga kecil itu mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari Malik Bin Dinar.

Menurut mereka penjelasan Malik bin Dinar sungguh sangat menyentuh mereka, keluarga kecil itu semakin tertarik tentang islam, mereka merasa damai diantara orang-orang beriman.

Dan di penghujung majelis Malik bin Dinar, mereka berdiri untuk menjelaskan kedatangan mereka dan memutuskan untuk memeluk islam saat itu juga.

Seketika itu juga para jamaah yang berada disitu langsung menangis berjamaah, mereka terharu ada dari kaum majusi yang masuk islam setelah berpuluh-puluh tahun menyembah api.

Setelah dari majelis Malik bin Dinar, mereka mencari tempat tinggal di daerah dekat situ, dan memutuskan untuk meninggalkan rumah yang dulu mereka punya.

Akhirnya mereka menemukan rumah kosong yang hampir roboh, dan memutuskan tinggal disitu.

Keesokannya di dalam rumah tersebut, si istri meminta pada sang suami:

“Yah, coba ayah ke pasar dan mencari pekerjaan disana, kemudian nanti bisa beli makan untuk kita”

Sang suami mengiyakan saran dari si istrinya, lalu berangkatlah sang suami ke pasar untuk mencari pekerjaan.

Tetapi setelah berusaha mencari, si suami tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.

“Ah, bagaimana kalau aku bekerja pada Allah saja?” batinnya ditengah ke putus asaan nya.

Kemudian sang suami mencari masjid terdekat untuk bekerja kepada Allah dengan mengerjakan segala bentuk ibadah hingga malam, dan setelah selesai sang suami pulang dengan tangan kosong

“Yah, kenapa ayah tampak begitu lemas?” tanya sang istri ketika melihat lesu pada wajah suaminya.

“Wahai istriku, hari ini aku bekerja kepada Allah yang mempunyai dunia ini beserta isinya. Tapi aku belum mendapatkan rezeki dari Nya, mungkin besok nya kita akan mendapatkan rezeki itu”

Akhirnya keluarga itu menahan lapar dan dingin yang mereka rasakan.

Di hari berikutnya, dengan penuh keyakinan dan semangat yang tinggi, sang suami kembali mencari pekerjaan di pasar dan jika tidak dapat, ia kembali akan bekerja kepada Allah.

Tetapi ikhtiarnya belum mendapatkan hasil. Sang suami kembali ke masjid untuk bekerja kepada Allah hingga malam. Dan kembali kerumah tanpa hasil lagi.

Di hari yang ketiga, yang dimana waktu itu hari jumat, sang suami mengulangi apa yang dilakukan seperti hari-hari sebelumnya, yaitu mencari pekerjaan di pasar, dan jika tidak mendapatkannya kembali bekerja kepada Allah.

Dan hari itu masih seperti biasanya, kemudian dengan langkah lemas, ia menuju ke masjid kemudian berwudhu dan melaksanakan sholat jumat.

Kemudian ia berdoa setelah itu:

“Ya Allah, tuhan seluruh alam, Yang maha pemberi rizki, Engkau telah memuliakanku dengan mengenalkan islam, memahkotaiku dengan mahkotanya islam, menunjukanku dengan hidayah islam. Demi agama yang engkau ridhoi kepadaku dan dengan kemuliaan di hari yang paling mulia, yaitu hari jumat. Hambamu memohon kepadaMu, hilangkan rasa gelisah untuk mencari nafkah keluargaku ini dari dada. Berilah hamba sedikit rezeki yang tidak disangka. Hamba-Mu ini malu bila pulang tidak membawa apa-apa lagi. Aku takut, karena baru masuknya islam, mereka tidak yakin terhadap-Mu”

Kemudian sang suami melanjutkan ibadahnya sampai malam.

Di waktu yang lain di waktu yang sama. Tiba-tiba dirumah yang mereka tinggali itu ada yang mengetuk. Setelah dibuka oleh sang istri, ternyata di depan pintu ada seorang lelaki yang rupawan membawa bejana emas, ditutupi kain bersulam emas, dan didalamnya berisi emas sebanyak seribu dinar.”

“ini semua untuk kalian” kata lelaki yang berada di depan sang istri

“Katakan pada suamimu, ini adalah rezeki selama dua hari kerjanya, kalau hari ini suamimu lebih giat lagi, maka kami akan menambahkannya khusus, di hari jumat yang istimewa ini.”

Setelah lelaki rupawan itu pergi, sang istri langsung mengambil satu emas untuk ditukarkan dengan mata uang yang ada pada saat itu ditempat penukaran.

Pemilik toko penukaran uang yang beraga nashrani itu heran dan takjub.

“ini kualitas emas yang tidak ada bandingannya, bagaimana engkau mendapatkannya?” kata pemilik toko itu kepada sang istri

Dan kemudian sang istri bercerita bagaimana ia mendapatkan emas itu, dan dengan izin Allah, pemilik toko itu kemudian memeluk islam setelah mendengar kisahnya. Subhanallah.

Ketika sang suami hendak pulang tanpa membawa bekal. Dalam keputus asaannya, ia mengambil debu di pinggir jalan, membungkusnya dengan kainnya.

Dalam benaknya “jika ditanya oleh sang istri, akan kujawab ini adalah tepung.”

Namun ketika memasuki pelataran rumah, ia takjub dan terheran-heran. Rumahnya jadi rajin, dengan berbagai macam hiasan dan makanan lezat. Apalagi sang istri menyongsong bahagia.

Saat sampai di depan rumah, ia heran melihat rumahnya agak berbeda, banyak tanaman hias dan makanan lezat yang tercium, didalam sang istri menunggunya dengan wajah yang berseri-seri.

Kemudian sang suami menuju kebelakang dan ditaruhnya kain yang berisi pasir tadi, lalu sang suami bertanya apa yang terjadi pada rumahnya. Setelah tahu kemudian ia langsung sujud syukur, Alhamdulillah.

Beberapa saat kemudian.

“Eh, ayah? kain itu isinya apa?”

“Entahlah apa yang ada didalamnya, aku lupa” jawab sang suami karena malu.

Istrinya kemudian penasaran dan mengambil kain itu.

“Alhamdulillah, isinya tepung, Yah,”

“Apa? Alhamdulillah.”

Lalu dia pun sujud syukur kembali.

Doa Di Hari Jumat

Dalam riwayat, rasulullah memberikan janji. Siapapun yang membaca doa ini di pagi hari jumat, kemudian ia meninggal, maka ia akan mendapatkan hadiah surga oleh Allah.

 

terimakasih telah membaca artikel ini, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat untuk semuanya, amin.

 

 

 

 

 

 

 

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *