Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ Bacaan Dzikir Dan Doa Yang Dianjurkan Rosulullah

4 min read

dzikir dan doa

Dzikir dan doa sebagai salah cara mendekati diri untuk Allah. “Apa bedanya antara dzikir dan berdoa ?,” tanya saudara Irwansyah, warga Kendangsari, dalam sebuah pengajian.

“Sesungguhnyalah yang melakukan doa adalah dzikir. Saat seseorang berdoa dengan tulus, dia menganggap dan menyeru Allah, tanpa itu dia tidak menganggap sedang berdoa”. Demikian penjelasan Prof. M. Quraish Shihab, dalam kitabnya Wawasan Al-Quran .

Nah, artikel kali ini membahas tentang penjelasan Dzikir dan Doa serta memberikan contoh bacaanya.
selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Pengertian Dzikir Dan Doa

pengertian dzikir dan doa
pixabay.com

Dzikir

pengertian dzikir
alwasathiyah.com

Kata “dzikr” menurut bahasa artinya ingat. Sedangkan dzikir menurut istilah syariat adalah mengingat Allah SWT dengan maksud untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Kita diperintahkan untuk berdzikir kepada Allah untuk selalu mengingat akan kekuasaan dan kebesaranNya sehingga kita bisa terhindar dari penyakit sombong dan takabbur.

Berdzikir dapat dilakukan dengan berbagai cara dan dalam keadaan bagaimamanapun, kecuali ditempat yang tidak sesuai dengan kesucian Allah. Seperti bertasbih dan bertahmid di WC.

Doa

pengertian doa
datdut.com

Secara bahasa “ad-du’aa” mempunyai arti memanggil, meminta tolong, atau memohon sesuatu. tetapi secara istilah syariat nya doa yaitu memohon sesuatu atau memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan merendahkan diri dan tunduk kepadaNya.

Doa termasuk bagian dari ibadah dan boleh dilakukan setiap waktu dan setiap tempat, karena Allah SWT selalu bersama hamba-hambaNya.

Untuk orang mu’min yang ingin mendapatkan keberhasilan dalam kehidupan ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu berusaha atau kerja keras dan berdoa.

Keduanya harus dilakukan untuk meraih keberhasilan tersebut, karena di dalam kehidupan ini ada hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran manusia.

Oleh karena itu, di dalam memecahkan masalah ini kehidupan kedua cara ini harus ditempuh secara bersama-sama.

Manfaat Doa Dan Dzikir

manfaat dzikir dan doa
pixabay.com

Manfaat dzikir dan doa banyak sekali, bisa mencapai seratus lebih. Kami sebutkan sebagian di antaranya:

  1. Mendatangkan keridhaan Allah
  2. Mengusir syaitan, menundukkan dan meng­enyahkannya.
  3. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman hati.
  4. Mendatangkan kegembiraan dan ketenteraman (di dalam) hati.
  5. Menguatkan hati dan badan.
  6. Membuat hati dan wajah berseri.
  7. Melapangkan rizki.
  8. Menimbulkan karisma dan rasa percaya diri.
  9. Menumbuhkan rasa cinta yang merupakan ruh Islam, menjadi inti agama, poros kebahagiaan dan keselamatan. Dzikir merupakan pintu cinta, dan jalan untuk itu sangat agung dan lurus
  10. Menumbuhkan perasaan bahwa dirinya di­awasi, sehingga mendorongnya untuk selalu berbuat kebajikan. Dia beribadah kepada Allah dan Allah melihat dirinya secara langsung. Tetapi orang yang lalai untuk berdzikir tidak akan sampai kepada kebajikan, sebagaimana orang yang hanya duduk saja, tidak akan sampai ke tempat tujuan.
  11. Membuahkan ketundukan, yaitu berupa ke­pasrahan diri kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Selagi dia lebih banyak kembali kepada Allah dengan cara menyebut Asma’-Nya, maka dalam keadaan seperti apapun dia akan kembali kepada Allah dengan hatinya, sehingga Allah menjadi tempat mengadu dan tempat kembali, kebahagiaan dan kesenangannya, tempat ber­gantung tatkala senang dan mendapat bencana atau musibah.
  12. Membuahkan kedekatan kepada Allah. Se­berapa jauh dia melakukan dzikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatannya kepada Allah, dan seberapa jauh ia lalai melakukan dzikir, maka sejauh itu jarak yang memisah­kannya dengan Allah.
  13. Membukakan pintu yang lebar dari berbagai pintu ma’rifat. Semakin banyak dia berdzikir, maka semakin lebar pintu ma’rifat yang ter­buka baginya.
  14. Menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan memuliakan-Nya.
  15. Membuatnya selalu ingat Allah,
  16. Membuat hati menjadi hidup. Seperti yang dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah : “Dzikir bagi hati sama dengan air bagi ikan, maka bagaimana keadaan yang akan terjadi pada ikan seandai­nya ia berpisah dengan air?”
  17. Dzikir merupakan kebutuhan hati dan ruh. Apabila hati dan ruh kehilangan kebutuhannya, maka sama dengan badan yang tidak mendapatkan kebutuhannya. Suatu kali, kami (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah) menemui Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang sedang melaksanakan shalat Shubuh. Seusai shalat, ia berdzikir kepada Allah hingga hampir tengah hari. Dan ketika itu, ia menoleh ke arahku seraya berkata: “Inilah kebutuhanku, andaikan aku tidak mendapatkan kebutuhan ini, tentu kekuatanku akan hilang.” Syaikhul Islam juga pernah berkata kepada kami: “Aku tidak akan berhenti berdzikir, kecuali dengan niat memang itulah yang di­kehendaki oleh jiwaku atau karena aku ingin istirahat. Istirahat ini adalah persiapan bagiku untuk melakukan dzikir berikutnya.”
  18. Membersihkan hati dari karatnya. Segala sesuatu ada karatnya dan karat hati adalah lalai dan hawa nafsu. Dan untuk mem­bersihkan karat ini adalah dengan taubat dan istighfar.
  19. Menghapus kesalahan dan menghilangkannya. Dzikir merupakan kebaikan yang paling agung. Sementara kebaikan dapat menyingkirkan keburukan.
  20. Menghilangkan kerisauan dalam hubungan antara dirinya dengan Allah. Orang yang lalai tentu akan dihantui kerisauan antara dirinya dengan Allah, yang tidak bisa dihilangkan ke­cuali dengan dzikir.

Doa Dan Dzikir Setelah Solat

dzikir dan doa
kashoorga.com

Dzikir dan doa setelah sholat yang dilakukan Nabi

Berikut ini adalah sebagian dzikir dan doa setelah sholat yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang bisa kita dapati dalam hadits-hadits shahih.

Abduh Zulfidar Akaha yang menulis dalam buku Panduan Praktis Doa & Dzikir Sehari-hari Menurut Al Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa setelah salam, Rasulullah biasa membaca dzikir dan doa berikut ini:

  1. Istighfar tiga kali

أَسْتَغْفِرُ اللًّهَ , أَسْتَغْفِرُ اللًّهَ , أَسْتَغْفِرُ اللًّهَ

(Astaghfirulloh, Astaghfirulloh, Astaghfirulloh)

Artinya: Aku mohon ampun kepada Allah, Aku mohon ampun kepada Allah, Aku mohon ampun kepada Allah.

  1. Doa keselamatan

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

 (Allohumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom)

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Maha Pemberi keselamatan dan keselamatan hanyalah dari-Mu, Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

Keterangan : bersumber dari hadits riwayat Muslim.

  1. Membaca dzikir ini

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

 (Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allohumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jadd)

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tolak. Juga tidak bermanfaat orang kaya (tanpa amal), dari-Mu segala kekayaan.

Keterangan: Dzikir ini bersumber dari hadits shahih riwayat Muslim.

  1. Ayat kursi

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

 (Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum laa ta’khudzuhuu sinatuuw walaa naum lahuu maa fiis samaawaati wamaa fil ardhi man dzaal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaasyaa-a wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ’aliyyul azhiim)

Artinya:

Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Keterangan: Membaca ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255) ini berdasarkan hadits shahih riwayat An Nasa’i

  1. Tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x

سُبْحَانَ اللَّهِ

(Subhaanalloh) (33x)

Artinya: maha suci Allah.

الْحَمْدُ لِلَّهِ

(Alhamdulillah) (33x)

Artinya: segala puji bagi Allah.

اللَّهُ أَكْبَرُ

(Allohu akbar) (33x)

Artinya: Allah Maha Besar.

Keterangan: Membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali ini berdasar hadits shahih riwayat Muslim dan Abu Daud.

  1. Membaca dzikir

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

 (Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir)

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Keterangan: Membaca dzikir ini berdasar hadits shahih riwayat Muslim dan Abu Daud, lanjutan dari hadits tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali di atas.

  1. Doa minta dzikir, syukur, ihsan

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

 (Alloohumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik)

Artinya: Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.

Keterangan: bersumber dari hadits shahih riwayat An Nasa’i dan Abu Dawud.

Menambahkan dzikir dan doa setelah sholat.

Dan setelah selesai melakukan sholat, maka boleh menambah dzikir dan doa sesuai kondisi masing-masing orang termasuk waktu dan kelapangan. Tentu dzikir dan doanya adalah yang baik-baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

Dan jangan lupa ketika berdoa, kita juga berdoa untuk kedua orang tua kita.

Akhri Kata

Alhamdulillah pembahasan tentang dizkir dan doa ini telah selesai. Semoga kita semua mendapatkan ilmu dari apa yang kita baca, dan semoga kita semua dapat mengamalkannya.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *