Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ 15 Contoh Hukum Bacaan Mad

3 min read

hukum bacaan mad

 

Dalam membaca Al-Qur’an ada yang namanya tajwid, dan salah satu dari hukum bacaan tajwid itu adalah hukum bacaan mad.

Dan ketika kita belajar ilmu tajwid, kita akan semakin fasih dalam membaca Al-Qur’an.

Lalu sebenarnya apa sih itu bacaan mad? Ada berapa macam hukum-hukum bacaan Mad? Dan apa saja contohnya?

Pada artikel kali ini, penaqolbi akan membahas tentang pengertian dan contoh hukum bacaan mad secara lengkap dan singkat.

“sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (Imam Bukhori)

Pengertian Hukum Bacaan Mad

pengertian bacaan mad
pixabay,com

Makna dari kata “mad” terbagi menjadi dua. Secara bahasa, mad mempunyai arti panjang.

Sedangkan secara istilah, mad mempunyai pengertian membaca panjang huruf hijaiyah pada alquran ketika bertemu dengan salah satu huruf mad (hamzah,wawu, dan yak) dan panjang nya tergantung dengan pada mad itu sendiri.

Macam-Macam Hukum Mad Beserta Contohnya

pengertian bacaan mad
pixabay.com

Hukum mad terbagi menjadi dua bagian, yaitu mad thabi’I (mad asli) dan mad far’i (dan terbagi menjadi  empat belas macam)

Nah, jika kita mempelajari hukum mad, total keseluruhannya ada 15 macam hukum mad, dan nanti akan kita bahas satu-persatu.

A. Hukum Bacaan Mad Thabi’i

mad thabi'i
beritagar.id

Mad Thabi’i (mad asli) yaitu apabila ada alif ( ا ) setelah fathah, atau yasukun ( ي ) setelah kasrah ( ―ِ ) atau juga huruf wau ( و ) setelah dhammah ( ―ُ ) maka bacaan tersebut adalah hukum mad thabi’i. Mad berarti panjang dan thabi’i berarti biasa.

Cara membacanya adalah dibaca panjang dua harakat atau bisa disebut satu alif, contohnya:

حَامِيَةٌ – اٰمَنَ – اِيْمَانٌ

B. Mad Far’i

mad far'i
gomuslim.co.id

Mad far’I yaitu semua mad selain mad thabi’I, karena mad far’I berasal dari mad thabi’I, mad far’I bisa dibaca panjang dua sampai enam harakat, mad far’I ini tersendiri tebagi menjadi 14 bagian,

Berikut hukum bacaan mad far’i:

1. Hukum Mad Wajib Muttashil

Mad wajib muttashil yaitu apabila jika mad thabi’I bertemu dengan hamzah (ء) pada satu kata atau suatu kalimat.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 3 alif (6 harakat). Biasanya mad wajib muttashil memiliki tanda garis diatas huruf sebelum hamzah.

Contoh:

السَّمَاءِ – مِنَ النِّسَاءِ – شُهَدَاءَ

2. Hukum Mad Jaiz Munfashil

Mad Jaiz Munfashil yaitu apabila mad thabi’i bertemu dengan hamzah (ء) tetapi hamzah tersebut terdapat di lain kalimat atau kata.

Jaiz artinya boleh, sedangkan Munfashil berarti terpisah.

Untuk cara membaca mad ini adalah boleh panjang 2, 4, atau 6 harakat, tetapi kebanyak orang membacanya 4 harakat.

Contoh:

وَلآ اَنَا – يأَيُّهَا – اَلَا اِنَّهُمْ

3. Hukum Mad Aridh Lissukun

Mad aridh lissukun yaitu jika ada waqof atau tempat berhenti dan sebelumnya terdapat mad thobi’I atau mad lein.

Cara membacanya adalah di baca panjang 2,4, atau 6 harakat (1,2, atau 3 alif) dan apabila dibaca washol (melanjutkan bacaan) maka di baca seperti mad thobi’I yaitu 2 harakat.

Contoh:

۞الْعَالَمِيْن۞ – يُؤْمِنُوْن۞ – تَعْمَلُوْن

4. Hukum Mad Badal

Mad badal terjadi apabila ada huruf mad dan hamzah (ء) terkumpul dalam satu kalimat, sedangkan hamzah mendahului huruf mad itu sendiri.

Mad badal dibaca panjang 2 harakat (1 alif).

Mad berarti panjang dan badal berarti pengganti.

Contoh:

الْأُولَىٰ – جَعَلُوْا – اَلصَّلَاةُ

5. Hukum Mad Iwad

Mad Iwad adalah apabila kalimat terakhir berharakat fathah tanwin dan dibaca waqof (berhenti).

Dibaca panjang 1 alif (2 harakat).

Contoh:

۞عِوَجًا۞ – مَّوْعِدًا۞ – سَمِيًّا

6. Hukum Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

Mad lazim mutsaqqal kilmi atau bisa disebut juga mad lazim muthawwal yaitu apabila nad thobi’I bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kata.

Biasanya mad lazim mutsaqqal kilmi ini mempunyai tanda atau garis di atas huruf yang seperti pada mad wajib muttashil.

Cara membacanya adalah dengan panjang 3 alif (6 harakat).

Contoh:

قُلْ اَتُحَاۤجُّوْنَنَا – لَا تُضَاۤرَّ – فَاِنْ حَاۤجُّوْكَ

7. Hukum Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Mad lazim mukhaffaf kilmi yaitu apabila mad thobi’I bertemu dengan huruf bersukun dalam satu kata.

Cara membacanya adalah panjang 3 alif (6harakat)

Mad artinya panjang, lazim artinya wajib atau harus, mukhaffaf artinya ringan, dan kilmi artinya kalimat.

Mad lazim mukhaffaf kilmi hanya terdapat di 2 tempat atau 2 ayat saja di dalam alquran, yaitu pada surat Yunus ayat 21 dan 91

Contoh:

آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ – آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ

8. Hukum Mad lazim Harfi Musyba’

Hukum bacaan mad lazim harfi musyba’ biasanya terdapat pada awal surat. Huruf mad lazim harfi musyba’ ada delapan, yaitu ن – ص- ق – ع – ل – س – ك – م

Dibaca panjang 6 harakat.

Contoh:

‫الم – ‫طسم – ‫المص

9. Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Mad lazim harfi mukhaffaf juga terdapat pada awal ayat alquran. Huruf mad ini ada 5, yaitu:

ح – ر – ط – ي – ﻫ

Contoh:

الر – طه – يس

10. Hukum Mad Layyin Atau Mad Lin

Mad lin adalah apabila ada huruf waw sukun (و) atau ya’ sukun (ي) sebelumnya huruf berharakat fathah.

Mad lin dibaca panjang 1-3 alif(2-6 harakat).

Contoh:

بِالْغَيْبِ – عَلَيْكُمْ – كَيْفَ

11. Hukum Mad Shilah Qashirah

Mad Shilah Qashirah adalah memanjangkan suara pada huruf “ha dhomir’ dalam suatu kata, dan sebelumnya terdapat huruf berharakat.

Contoh:

لَا تَأْخُذُهُ – لَهُ مَا – كَمِثْلِهِ

12. Hukum Mad Shilah Thowilah

Mad shihah thowilah adalah apabila ada mad qashirah atau ‘ha dhomir” bertemu dengan hamzah (ء), maka membacanya seperti mad jaiz munfashil

Contoh:

مَالَهُ أَخْلَدَهُ – عِنْدَهُ إِلَّا

13. Hukum Mad Tamkin

Mad tamkin adalah apabila ada dua huruf ya (يْ) dan huruf ya (يْ) yang pertama bertasydid atau berharakat kashroh dan ya (يْ) yang kedua sukun.

Dibaca panjang 2 harakat.

Contoh:

النَّبِيِّينَ – عِلِّيِّينَ – حُيِّيتُم

14. Hukum Mad Farq

Yang terakhir adalah mad farq yaitu bertemunya dua hamzah dan hamzah yang pertama adalah hamzah isthifam dan yang kedua hamzah washol atau juga pertemuan antara mad badal dan huruf bertasydid

Contoh Mad Farqi:

ءَٓالذَّكَرَيْنِ – ءَٓالذَّكَرَيْنِ  – ءٰٓاللهُ خَيْرٌ

Penutup

Alhamdulillah, itulah macam-macam hukum dan pengertian bacaan mad yang disertai contoh-contohnya, semoga kita semua bisa paham apa itu hukum mad.

Sebenarnya ada banyak ilmu tajwid yang harus kita pelajari. karena selain untuk memperbagus bacaan, ada yang mengatakan wajib untuk belajar tajwid.

Karena saat kita tidak menggunakan ilmu tajwid saat membaca Al-Quran, resiko salah dalam membaca bisa terjadi Al-Quran.

Maka dari itu saat kita belajar tajwid, pertama yang mesti kita pahami adalah pengertian hukum mad ini, karena pengertian hukum mad ini, menjadi dasar untuk belajar ilmu tajwid berikutnya.

Semoga apa yang kita ikhtiarkan dengan membaca pengertian mad di artikel kali ini, menjadi penuntun kita untuk belajar ilmu tajwid yang lainnya.

Terima kasih sudah membaca dan mempelajari ilmu ini, semoga dengan kita paham hukum-hukum bacaan mad, semakin fasih pula kita saat membaca AlQuran. Amin.

jangan lupa untuk menyebarkan dan membagi ilmunya kepada yang lain, agar kita mendapatkan pahala jariyah berupa ilmu yang terus mengalir.

 

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

6 Replies to “√ 15 Contoh Hukum Bacaan Mad”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *