Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Masterpiece Youthcare

7 min read

Menjadi Santri Yang berdaya

Oleh Muhammad Dabith Sibghotullah

Jadi sebenarnya apa sih keuntungannya menjadi santri itu? apakah cuman bisa ngaji doang, jadi imam doang, jadi ustadz doang? Kalo dibenak kalian masih ada tanggapan seperti itu, pemikiran nya masih disitu, itu gapapa, itu adalah tahapan pertama seorang santri. Yang harus kita tau kalau kita menjadi seorang santri, kita akan mempunyai kepribadiannya.

Kepripadian santri lah yang membuatnya istimewa, karena dengan begitu kita yang menjadi santri paham betul bahwasannya santri itu nggak cuma bisa nggaji tapi juga harus bisa menaungi. Dan itulah tahapan keduanya seorang santri, harus bisa bermanfaat bagi banyak orang apalagi ummat ini.

Di Rumah Quran Youthcare inilah aku bersyukur karena mendapatkan banyak sekali mindset dan insight kalau kita sebagai manusia apalagi seorang santri itu banyak sekali tanggung jawabnya, dan itu bukan hanya sekedar ngaji doang. Ternyata kita juga harus siap menjadi seorang santri yang berdaya, yang siap menginspirasi banyak orang, yang bisa bermanfaat ke ummat ini. Itulah Yang di didik di rumahquran youthcare ini.

Ada pengalaman yang aku rasakan ketika baru pertama kali masuk ke rumahquran youthcare ini. Dan perlu diketahui ada 3 progam unggulan yang menjadi rumah quran ini menarik, yaitu Smart Hafidz Preneur. Dan itulah bekal yang diberikan untuk santri disini yaitu harus menjadi santri cerdas yang hafizh dan mempunyai bisnis.

Saat itu aku masuk ke progam yang pertama yaitu Hafidz, kenapa Hafidz menjadi progam yang pertama? ternyata sebelum kita belajar ilmu lain, kita harus hafal alquran dulu, harus punya kepribadian alquran, akhlak alquran, baru ketika kita belajar ilmu-ilmu lainnya kita punya prinsip-prinsip dari alquran. Dan itu sudah menjadi konsep belajarnya para ulama terdahulu.

Progam hafidz ini atau karantina tahfidz berjalan selama 2 bulan. Kita selama 2 bulan hanya fokus menghafal, jadi hp dan laptop dikumpulkan agar kita benar-benar fokus menghafal. Dan itulah yang aku rasakan, akhirnya bisa meninggalkan urusan dunia sesaat demi pujaan hati alquran.

Tapi sebenernya yang mau aku bagikan adalah pengalaman setelah progam itu, yaitu ketika memasuki progam Preneur atau Bisnis. Dan itu adalah progam yang dinanti-nantikan santri-santri disini. Karena menjadi santri berpenghasilan adalah idaman semua santri. Saat itu kita dibimbing langsung oleh pimpinan pondok dan diberi bekal ilmu yang sangat dalem banget maknanya. Setelah mendapat bimbingan dan arahan tersebut kita semua diberikan chalengge atau tantangan dari pimpinan pondok yaitu agar mendapatkan 10 juta pertama ketika menjadi santri.

Pertama-pertama semua dibuat bingung, karena kita diberi waktu berbisnis cuma sekitar 6 jam sehari, dari setelah dhuhur sampai maghrib, karena diluar jam itu ada kegiatan di rumah quran. Dan harus berpenghasilan 10 juta perbulan dalam waktu sesingkat itu. Ketika itu aku berpikir keras, apa ya kira-kira berbisnis dalam waktu kurang lebih 6 jam sehari dalam 1 bulan bisa kekumpul untuk bersih 10 juta. Tapi alhamdulillah karena sebelumnya kita punya bekal alquran ya sudah tinggal yakin aja pasti mampu, pasti Allah kasih jalan.

Pertama yang aku lakuin adalah langsung telfon umi yang ada dirumah, aku ceritain semua kegiatan disini termasuk mendapatkan tantangan 10 juta dalam sebulan menjadi santri. Aku minta doa nya, minta masukan-masukannya, karena dengan begitu nanti kita akan mendapatkan ridhonya dan yang kemudian Allah akan meridhoi kita. Aku berprinsip bahwa semua kemudahan yang aku alami, mau itu rezeki datang tiba-tiba atau kemudahan yang lainnya itu datangnya dari doa umi. Karena kalau ngaca ke diri sendiri kayaknya aku masih banyak dosa dan banyak maksiatnya, makanya minta tolong ke umi supaya didoakan agar dimudahkan dalam semua urusan. Dan itu nyata aku rasakan.

Aku mempunyai sebuah produk digital dan sebenarnya itu produk gak rame-rame amat yang mau beli. Dan ketika ada tantangan 10 juta, aku jadi mikir banget gimana caranya agar produk itu laris manis, banyak yang beli. Hampir 2 minggu masih segitu-segitu aja yang beli. Sampai pada akhirnya ada seorang temen yang ngajak buat solat tahajud ngaduin semua masalahnya. Sebelumnya-sebelumnya memang disini rutin untuk melaksanakan solat tahajud berjamaah, tapi waktu itu aku ngasih waktu buat pingin solat sendiri yang bener-bener masih sepi gak ada orang buat curhat ke Allah supaya minta jalan keluarnya.

Selama di rumahquran baru kali itu aku ngerasain solat tahajud bisa se khusuk itu. Dan besoknya aku mulai nge benerin produk yang akan dijual secara online itu. Aku mulai beriktiar supaya produknya kejual banyak dan setelah itu aku tinggal tawakkal aja ke Allah, tinggal minta doa ke umi supaya dimudahkan, dan itu bener terjadi, minggu-minggu terakhir produknya ke jual laris, banyak yang pesen, apalagi banyak yang nge borong itu produk. sampai pada akhirnya diakhir bulan Allah ngasih jawabannya, Allah ngabulin doa-doa umi, kurang lebih selama 1 bulan hampir terkumpul 13 juta dari produk itu aja.

Kemudian aku bersyukur ternyata diri ini yang masih banyak dosa, masih banyak lalai atas perintah Allah, tapi Allah masih baik, Allah mau ngasih itu rezeki, Allah masih sayang. Aku ngerasain betul bahwa doa umi itu pasti terkabul tinggal kitanya yang memantaskan diri apakah layak mendapatkan yang diinginkan. Selesei juga challenge dari pimpinan pondok, menjadi santri bisa menghasilkan 10 juta perbulan. Padahal waktunya cuma 6 jam perhari. Ternyata nggak ada yang mustahil bagi Allah.

Dari pengalaman itu aku belajar banyak sekali. Kita sebagai santri harus punya sesuatu dulu baru bisa ngasih sesuatu ke orang banyak karena orang yang nggak punya apa-apa nggak bisa ngasih apa-apa juga. Dan itu hanya didikan awal aja dari rumahquran youthcare bahwa setelah itu masih banyak tanggung jawab lain yang dinanti, nggak cuma nyari duitnya aja, tapi juga ngehabisin duitynya itu. Dan Alhamdulillah hampir setengah lebih uang yang di dapat selama sebulan itu aku sedekahkan ke orang-orang yang membutuhkan.

Dan aku belajar juga bahwa sebenarnya mencari uang itu mudah hanya masalah mindset aja, hanya masalah keyakinan aja, mampu nggak ngehasilin minimal aja bagi santri itu 1 juta perbulan. Kenapa kita santri perlu mencari uang juga? Ya karena kalau kita mau bermanfaat bagi banyak orang kita perlu modal, kita perlu ngasih sesuatu. Santri itu tujuan nya besar, nggak hanya nyari uang buat dirinya sendiri, tapi juga buat ummat.

Itulah didikan dari pimpinan rumahquran youthcare. Kita harus menjadi santri yang berdaya, yang bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, karena kalau kita sudah punya uang banyak, setelah itu kita tinggal mikirin dakwahnya aja. Intinya kalau udah punya kepribadian santri, mau kita jadi pengusaha sukses, presiden, dokter, atau yang lainnya, pasti orientasinya ke ummat, bukan hanya ke diri sendiri.

Mindset Seorang Penghafal Al-Qur’an

Untuk kita yang sedang menghafal alquran, untuk kita yang mempunyai tekad untuk menyelesaikan hafalan alqurannya, ada suatu waktu dimana kita akan merasa lelah atau penat karena tak kunjung lancar, dan pastinya kita butuh motivasi menghafal alquran. Kita butuh dorongan atau motivasi dari orang sekitar kita, karena sejatinya orang sedang menghafal alquran itu banyak cobaannya dan banyak godaannya.

Nah kali ini, kita mencoba menjawab semua keluh kesah dan para pesimis yang akan menemukan kembali optimisnya setelah membaca pemahaman tentang alquran di bawah ini. Semoga kita senantiasa dalam jalan penghafal Al-Qur’an.

Ada kisah dari seorang ustadz yang telah menyelesaikan 30 juz alquran dalam  kurun waktu 19 hari saja dan melancarkan hafalannya selama kurang lebih 56 hari. Beliau malah mengajak para penghafal alquran untuk bisa berlama-lama ketika sedang menghafal alquran. Pernah beliau menerima telefon dari seseorang yang ingin anaknya seperti beliau, dan akan memasukkan anaknya di pondok beliau dulu sekolah.

“ustadz, menghafal di tempat pondok nya ustadz itu berapa lama untuk khatam 30 juz?”

“SEUMUR HIDUP” jawab ustadz dengan santainya.

Ibu itu bingung dengan jawaban beliau, kemudian bertanya kembali, “targetnya gimana ustadz?”

“targetnya adalah husnul khatimah, mati dalam keadaan punya hafalan” jawab ustadz lagi.

Jawaban dari ustadz tersebut memang tidak salah, itulah mindset yang perlu dimiliki oleh para penghafal alquran. Karena prinsip dari ustadz tersebut adalah “cepat hafal itu datangnya dari Allah, tatkala ingin cepat hafal (boleh jadi)) datangnya dari hawa nafsu dan syaithan”

Selain harus mempunyai mindset seorang penghafal alquran, kita juga butuh yang namanya motivasi menghafal alquran, seperti yang dikatakan diatas, kita butuh seseorang untuk mendorong kita agar tetap semangat mengahafal alquran.

Orang tua dijadikan motivasi terbesar. Jika kita lelah atau sedang malas ketika sedang menghafal, coba kita ingat dengan wajah kedua orangtua kita, perjuangan mereka mendidik kita selama ini, jadikan mereka motivasi terbesar kita untuk menghafal alquran. Karena dengan begitu, mereka akan bangga ketika mengetahui kita sedang berjuang menghafal alquran.

Kemudian perjalanan menghafal alquran sejatinya adalah perjalanan mendidik sebuah hati. Ada rasa malas yang harus dikalahkan, ada rasa cinta yang mesti dibuktikan, dan ada jiwa yang mesti dididik agar tak lemah. Semakin tulus sebuah hati dalam mencintai dan membersamai alquran, semakin alquran akan mendidik hati itu untuk lembut dan mudah disentuh cahaya Ar-Rahman. Berikutnya untuk bisa menambah motivasi menghafal alquran adalah dengan menyiapkan dan melapangkan hati. Menyiapkan hati yang lebih kuat dari sebelumnya, karena nanti setelah bertambahnya hafalan, akan bertambah juga godaan, maka mempersiapkan hati perlu, dengan senantiasa memperbarui niat, dan memperbanyak dzikir.

Melapangkan hati dengan cara, menerima keadaan dengan ikhlas atau berpasrah kepada Allah, karena dengan kita ikhlas mengharap ridho Allah, maka saat menghafal alquran pun akan dimudahkan.

Motivasi selanjutnya adalah mempunyai keyakinan yang kuat.

Kita harus yakin mampu menyelesaikan hafalan 30 juz, apapun rintangan yang menghalang, apapun cobaan yang menghadang ibarat kata pujangga, gunung kan kudaki, samudera kan ku seberangi, demi bertemu sang pujaan hati, yaitu alquran, hehehe.

Yakin jika kita mampu menghafalkannya walaupun kita tertinggal jauh hafalannya dengan teman yang lain, kita tetap harus yakin bahwa sesulit apapun saat menghafal jika kita sudah punya keyakinan, pasti tidak akan berhenti di tengah jalan.

Kemudian kalau kita belum punya target saat menghafal, cobalah bikin target.

Karena dengan adanya target, kita menjadi lebih semangat untuk menghafal alquran, karena target merupakan bagian dari impian kita.Dengan adanya target yang kita buat, kita akan lebih fokus saat menghafal alquran, karena tidak mungkin nanti saat ditengah perjalanan menghafal alquran, kita banyak memikirkan hal yang lainnya. Dan dengan adanya target-target yang kita buat, biasanya nanti akan muncul dorongan-dorongan untuk mencapai target itu, dan lebih semangat lagi untuk mencapainya.

Berikut adalah beberapa untaian nasehat untuk penghafal alquran:

  • Al-Qur’an tidak akan mendatangkan manfaat sedikit pun, kecuali bagi mereka yang mempunyai pemahaman yang baik dan mau mengamalkan dalam rutinitas ibadah sehari-hari
  • Kenapa Al-Qur’an harus benar-benar dijaga? Sebab, tiap ayatnya bisa pergi tanpa permisi, bisa hilang kapan saja jika tak sungguh membersamainya. Meski pernah menyelesaikannya, meski pernah begitu dekat dengannya
  • Tidak layak bagi seorang penghafal qur’an untuk galau soal hati dan perasaan. Bukankah hati seorang penghafal Qur’an adalah hati yang selalu tertaut dengan Ar-Rahman.
  • Jika salah satu tanda cinta adalah rasa takut kehilangan, lalu seberapa besar rasa takut kehilanganmu akan ayat-ayat Al-Qur’an yang pernah tersimpan dalam dadamu.
  • Jika kita rasakan lelah karena Al-Qur’an, bersyukurlah. Semoga kelak, lelah itu akan berbuah kemuliaan dari derasnya rasa sayang dari Ar-Rahman.
  • Jika kita belum sempat rasakan lelah karena Al-Qur’an, khawatirlah. Sebab bisa jadi yang kita lakukan belum bisa disebut perjuangan, belum layak dinamai pengorbanan.
  • Jika tujuan kita adalah membersamai, seiring waktu hati kita akan mengerti. Bahwa esensi perjalanan itu bukan tentang menghafal kumpulan ayat, tapi cara kita memperjuangkan sebuah ayat. Di setiap hari, di sepanjang hayat.
  • Langkah itu seharusnya tak terhenti hanya karena lelah, apalagi diakhiri dengan kata menyerah. Ketahuilah bahwa bukti cinta terbaik adalah istiqomah.

Banyak sekali hadits dan ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan tentang mulia nya orang yang menghafal Al-Quran.

Berikut telah dikumpulkan 7 keutamaan penghafal alquran:

  1. Menghafal alquran menjadikan seseorang mulia.
  2. Penghafal alquran adalah keluarga Allah di dunia.
  3. Diberi Mahkota Kehormatan ketika di akhirat.
  4. Hatinya tidak pernah merasa kosong.
  5. Mendapat tempat yang tinggi di surga.
  6. Kebahagian bagi kedua orang tuanya.
  7. Al-Qur’an akan memberi syafaat baginya.

Kita yang sedang membutuhkan motivasi menghafal alquran, Semoga dengan mengetahui keutamaan ini, semangat kita dalam menghafal semakin menyala, dan memantapkan hati kita selama dalam perjuangan bersama Al-Qur’an.

Membuatnya menjadi orang yang mulia

  • Al-Qur’an turun disaat bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan menjadi mulia dibandingkan dengan bulan lainnya.
  • Al-Qur’an turun di malam lailatul qadar, dan malam itu menjadi mulia dibandingkan dengan malam-malam lainnya.
  • Al-Qur’an turun di suatu tempat, yaitu di Mekkah dan Madinah. Dan sampai sekarang dua kota itu menjadi kota yang paling mulia.
  • Al-Qur’an diturunkan ke bumi melalui perantara malaikat Jibril, dan kemudian malaikat Jibril menjadi mulia dengan diangkatnya oleh Allah SWT menjadi pemimpinnya para malaikat.
  • Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan kemudian nabi Muhammad menjadi nabi yang paling mulia dari sekian para nabi.
  • Al-Qur’an turun di hari Jumat, dan kemudian hari Jumat menjadi hari yang paling mulia dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Sayyidul ayyam (pemimpinnya hari)

Oleh karena itu ada hukum, yang hanya melekat pada Al-Qur’an, dan tidak pernah terbatasi oleh waktu dan tempat, bukan hanya sosok nabi saja.

Tetapi Al-Qur’an itu, dimanapun dia melekat menjadikan pribadinya mulia di dalam kehidupan.

Nah, jadi siapapun yang rajin membacanya dan menghafalkannya, Allah pasti akan memuliakannya di dunia maupun di akhirat.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Cara menginstal dan menggunakan aplikasi nada dering WhatsApp

1. membuka aplikasi shouter. Atau Anda dapat mengunduh APK dibawah. 2. Klik Ya ketika kotak dialog Masukkan Pesan muncul. 3. Kemudian atur akses notifikasi....
purniawan
11 sec read

APPS Pengubah Ringtone Whatsapp Dapat Menyebut Nama Kontak

Aplikasi ini membaca pemberitahuan nama pengirim. Anda dapat melihat siapa yang mengirim obrolan WhatsApp dan Anda tidak perlu membacanya sendiri. Selain itu, Nada Dering WhatsApp memiliki banyak fitur seperti Nama Panggilan, Membaca Pesan WhatsApp, Alarm Status Baterai, Alarm Jarak Jauh dan masih banyak lagi. Ada banyak opsi penyesuaian. Aplikasi Nada Dering WhatsApp ini cukup mengubah nada pesan WhatsApp dengan memasukkan nama pengirim. Berikut cara mengunduh aplikasi. DOWNLOAD. 1. Urungkan aplikasinya terlebih dahulu. 2. Setelah mengunduh aplikasi. 3. Instal dan instal aplikasi. 4. Pilih bahasa yang Anda inginkan. 5. Kemudian izinkan akses ke ponsel Anda. Pilih menu Notification Applications. nyalakan tanda centang. 8 Gunakan misalnya Aplikasi. 9. Menu ini menawarkan berbagai aplikasi untuk mengaktifkan notifikasi panggilan. 10. Aplikasi sekarang memberikan nama pengirim berdasarkan nama kontakt telepon. Aplikasi ini dapat digunakan tidak hanya dengan WhatsApp tetapi...
purniawan
28 sec read

purniawan
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *