Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ Sejarah Dan Pengertian Mazhab Dalam Islam

5 min read

mazhab dalam islam

Mazhab Dalam Islam – Fakta adanya perseturuan antara kelompok dengan kelompok lainnya akibat perbedaan pegangan dalam mazhab menjadi bukti nyata kurangnya pemahaman terhadap prinsip-prinsip mendasar dalam agam islam diantara mereka.

Dan berikut akan dijelaskan sejarah dan pengertian dari mazhab itu sendiri.

Selamat membaca.

“Bijak mengelola perbedaan, dalam kerukunan dan bukan permusuhan.” (Najwa Shihab)

Sejarah Dan Pengertian Mazhab dalam Islam

sejarah dan pengertian mazhab dalam islam
pixabay.com

Apa itu mazhab?

Mazhab adalah metode yang terbentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang-orang yang mempercayainya menjadikan metode itu sebagai pedoman.

Sejarah mazhab berasal dari pendapat atau fatwa seorang imam dalam memahami sesuatu, baik filsafat, hukum, teologi, politik, dan lain sebagainya.

Pemikiran itu kemudian diikuti oleh kelompok atau pengikut dan dikembangkan menjadi suatu aliran, sekte, atau ajaran.

Secara harfiah kata mazhab berasal dari kata zahab-yazhabu yang berarti jalan.

Pada dasarnya, mazhab-mazhab dalam Islam timbul antara lain karena perbedaan dalam memahami ajaran yang terdapat dalam al-Quran dan sunah yang bersifat tidak mutlak.

Perbedaan pendapat mengenai maksud ayat-ayat zanni ad-dalalah (ayat yang pengertiannya masih bisa ditafsirkan) adalah salah satu alasan munculnya mazhab-mazhab dan aliran-aliran dalam Islam.

Pada hakikatnya mazhab adalah suatu aliran pemahaman tertentu terhadap al-Quran dan Sunnah.

Sifatnya tidak mengikat. Sementara macam-macamnya meliputi tauhid, ibadah, hukum, politik, filsafat, tasawuf, pembaharuan, dan sebagainya.

Oleh karena mazhab atau aliran tersebut hanya berbeda dalam penafsiran tentang ayat-ayat yang tidak jelas artinya dan bukan mengenai ajaran dasar Islam.

Maka perbedaan mazhab dapat diterima sebagai sesuatu yang benar dan tidak keluar dari Islam. Meskipun terkadang perbedaan antara mazhab terlihat cukup curam dan bahkan bertentangan.

Mazhab dalam Teologi Islam

mazhab dalam teologi islam
erwinedwar.com

Awal kemunculan mazhab-mazhab teologi tidak dapat dilepaskan dari permasalahan politik yang akhirnya terus berkelanjutan pada permasalahan agama.

Dalam bidang kalam (teologi) terdapat lima mazhab besar dalam Islam, yaitu:

1. Khawarij

kwarij
pixabay.com

Aliran Khawarij awalnya adalah pendukung Ali bin Abi Thalib yang meninggalkan barisannya sebagai bentuk protes terhadap sikap Ali yang menerima arbitrasi Muawiyah bin Abu Sufyan, ketika peperangan hampir dimenangkan oleh kelompok Ali.

Khawarij mempunyai nama lain yaitu Haruriyah, yang dinisbahkan kepada Harura, suatu tempat dekat Kufah, Irak.

Pada umumnya mereka terdiri dari orang Arab Badui yang sederhana dalam hidup dan pemikirian, tetapi keras hatinya.

Pada awalnya kaum Khawarij berjumlah sekitar 12.000 orang. Imam pertama mereka adalah Abdullah bin Wahhab ar-Rasidi.

Kaum Khawarij bersifat demokratis dalam persoalan kenegaraan, tetapi dalam teologi dianggap sebagai aliran yang tegas dan keras.

Menurut mereka, orang yang melakukan dosa besar langsung dianggap sebagai kafir.

2. Murji’ah

murjiah
pixabay.com

 

Murji’ah lahir sebagai reaksi terhadap kehadiran Khawarij. Mereka ingin bersikap netral dari praktik mengkafirkan seseorang.

Untuk itu mereka mengusung doktrin irja’, yaitu penangguhan hukuman terhadap orang beriman yang melakukan dosa dan mereka tetap dianggap muslim.

Oleh karena itu mereka yang disebut kafir oleh Khawarij, tetap mukmin bagi Murji’ah.

Murji’ah terbagi antara kelompok moderat dan ekstrem. Tokoh-tokoh moderat antara lain Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, Abu Hanifah, dan Abu Yusuf al-Qadi.

Sementara yang ekstrem antara lain Jahm bin Sofwan dan pengikutnya.

Ajaran yang terdapat dalam golongan Murjiah moderat menjadi ajaran yang diterima dalam Ahlusunah waljamaah, yakni orang yang berdosa besar dan meninggal tanpa tobat sepenuhnya terserah kepada Allah.

3. Muktazilah

aliran muktazilah
pixabay.com

Muktazilah adalah salah satu aliran dalam teologi Islam yang dikenal sebagai rasional dan liberal.

Yang membedakan aliran ini dengan aliran lain adalah pandangan-pandangan teologisnya yang lebih banyak ditunjang oleh dalil-dalil ‘aqliah (akal) dan lebih filosofis, lebih sering disebut aliran rasionalitas Islam.

Bagi mereka, orang berdosa besar bukan mukmin dan bukan kafir, tetapi mengambil posisi di antara keduanya.

Tokoh Muktazilah yang terkenal yaitu Wasil Bin Ata.

Muktazilah juga dikenal dengan lima prinsip ajarannya yaitu: tauhid, keadilan, janji dan tantangan, posisi di antara dua posisi, dan amar makruf nahi mungkar.

Muktazilah menganut paham Qadariah, yaitu paham yang menyatakan manusia memiliki kebebasan dalam memilih dan mengubah.

Di samping doktrin utama kebebasan berkehendak, kelompok Muktazilah menambahkan doktrin lain:

“Menentang terhadap hubungan antara Tuhan dan sifat-sifatnya, seperti Berkuasa, Bijaksana dan Maha hidup, dengan konsep bertalian yang akan mengubah ke pedesaan Tuhan.”

Oleh karena itu, julukan yang sangat mendukung kaum Muktazilah adalah “pendukung keadilan dan keesaan”.

4. Asy’ariah

Aliran asyariyah
pixabay.com

Mazhab Asy’ariyah atau yang terkenal dengan mazhab ahlusunah waljamaah, di samping Maturidiah.

Mazhab Pendiri ini adalah Abu Hasan Ali bin Isma’il al-Asy’ari. Pada mulanya ia menjadi pengikut Muktazilah selama 30 tahun, tetapi kemudian keluar dan membangun mazhab sendiri.

Sebab utama al-Asy’ari menjauh dari Muktazilah adalah perpecahan yang dialami kaum muslimin yang bisa menghancurkan mereka jika tidak segera diakhiri.

Dan sebagai seorang muslim yang sangat peduli dengan umat Islam, ia sangat khawatir dengan Al-Quran dan Hadis menjadi korban paham-paham kaum Muktazilah yang menurut pendapatnya tidak dapat dibenarkan, karena itu sesuai dengan pemujaan akal pikiran.

Oleh karena itu, al-Asyari mengambil jalan tengah antara golongan rasional dan tekstualis, dan ternyata jalan tersebut dapat diterima oleh orang-orang Muslim.

Tokoh penting mazhab adalah Abu Bakar Muhammad al-Baqillani, Imam al-Juwaini dan Imam al-Ghazali.

5. Maturidiah

aliran maturidiah
pixabay.com

Mazhab ini didirikan oleh Abu Mansur al-Maturidi. Ia adalah pengikut Abu Hanifah dan menyetujui paham-paham teologinya lebih banyak memiliki kontribusi dengan Abu Hanifah.

Mazhab ini banyak menggunakan rasio dalam pandangan keagamaannya dan dalam sistem teologinya, meskipun tidak melampaui Muktazilah.

Selama perkembangannya, aliran ini terbagi menjadi dua golongan, yaitu Maturidiah Samarkand yang merupakan pengikut al-Maturidi dan Maturidiah Bukhara yang merupakan pengikut al-Bazdawi.

Maturidah Samarkand lebih dekat ke Muktazilah, sementara Maturidiah Bukhara dekat dengan Asy’ariah.

Imam Mazhab dalam Fikih Islam

imam mahzab dalm islam
karpetbagus.com

Menurut hukum Islam atau fikih terdapat empat imam mazhab besar, yakni:

  • Imam Hanafi
  • Imam Maliki
  • Imam Syafi’i
  • Imam Hanbali

Mazhab juga terbagi menjadi 4 sesuai dengan nama imam mazhab tersebut.

Selain keempat mazhab itu, terdapat pula mazhab-mazhab lain yang dalam perkembangannya tidak sebesar keempat mazhab terdahulu.

Mazhab-mazhab tersebut yaitu mazhab at-Tauri, an-Nakha’i, at-Tabari, al-Auza’i dan Az-Zahiri.

Dan dari mazhab-mazhab ini yang cukup menonjol yaitu mazhab az-Zahiri yang didirikan oleh Dawud bin Khalaf al-Isfahani.

1. Hanafi

Mazhab Hanafi atau Hanafiah difatwakan oleh Nu’man bin Sabit  atau yang lebih terkenal dengan nama Abu Hanifah (w. 767 M).

Pemikiran hukumnya bercorak rasional. Mazhab ini berasal dari Kufah, sebuah kota yang telah mencapai kemajuan yang tinggi, sehingga persoalan yang muncul banyak dipecahkan melalui pendapat, analogi, dan isitihsan (kiyas khafi).

Murid-murid Abu Hanifah yang menonjol antara lain Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan asy-Syaibani. Ketika pada zaman Utsmani, mazhab ini merupakan mazhab resmi kerajaan.

2. Maliki

Mazhab Maliki atau Malikiah adalah mazhab yang didirikan oleh Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir al-Asybahi (w. 797 M) atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Malik.

Selama kehidupannya, Imam Malik tidak pernah meninggalkan Madinah kecuali untuk keperluan ibadah haji.

Pemikiran hukumnya banyak dipengaruhi sunnah yang cenderung tekstual. Malik juga termasuk periwayat hadis. Karyanya adalah al-Muwatta’ (hadis yang bercorak fikih).

Imam Malik juga dikenal sebagai seorang mufti dalam kasus-kasus yang dihadapi, seperti fatwanya bahwa baiat yang dipaksakan hukumnya tidak sah.

Selain itu, pemikirannya juga banyak menggunakan tradisi warga Madinah.

3. Syafi’i

Mazhab Syafi’i atau Syafi’iah didirikan oleh Abu  Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i (w. 767 M) atau Imam Syafi’i.

Selama hidup ia pernah tinggal di Baghdad, Madinah, dan terakhir di Mesir. Oleh karena itu corak pemikirannya adalah konvergensi atau pertemuan antara rasionalis dan tradisionalis.

Selain bersumber pada al-Quran sunnah, dan ijmak, Imam Syafi’i juga berdasar pada kias.

Ia disebut sebagai orang pertama yang membukukan ilmu usul fikih, dengan karyanya ar-Risalah.

Pemikirannya yang cenderung moderat diperlihatkan dalam qaul qadim (pendapat yang baru) dan qaul jadid (pendapat yang lama).

Untuk pengajarannya, Mazhab Syafi’i banyak dianut di pedesaan Mesir, Palestina, Suriah, Irak, India, Yaman, dan Indonesia.

4. Hanbali

Mazhab Hanbali atau Hanbaliah didirikan oleh Ahmad bin Muhammad bin Hanbal (w. 855 M) atau dikenal dengan nama Imam Hanbali.

Ketika masih muda ia berguru kepada Abu Yusuf dan Imam Syafi’i. Corak pemikirannya tradisionalis (fundamentalis).

Selain bersumber pada al-Quran, Sunah, dan ijtihad sahabat, ia juga menggunakan hadis mursal dan kias jika terpaksa.

Selain seorang ahli hukum ia juga ahli hadis. Karyanya yang terkenal adalah Musnad (Kumpulan Hadis-Hadis Nabi SAW).

Beberapa pengikutnya yang terkenal adalah Ibnu Taimiyah dan Abdul Wahhab. Penganut Mazhab Hanbali banyak terdapat di Irak, Mesir, Suriah, dan Arab Saudi.

Mazhab Dalam Syiah

mahzab dalam syiah
wajibbaca.com

Perbedaan antara bidang fikih atau hukum juga melahirkan mazhab-mazhab dalam Syiah, yakni  Zaidiah, Isna Asyariah, dan Ismailiyah.

Mazhab Zaidiah dibentuk oleh Zaid bin Ali Zainal Abidin. Bukunya yang terkenal adalah al-Majmu’. Dan dalam Mazhab Syiah (Isna Asyariah) hanya menerima hadis yang sanadnya melalui ahlulbait (keluarga Nabi Muhammad).

Imam yang terkenal dari Syiah Isna Asyariah adalah Ja’far al-Shadiq. Sementara itu, mazhab ini merupakan mazhab resmi di Iran.

Mazhab-Mazhab Di Bidang Lain

mazhab dalam islam
majalahumdah.com

Mazhab-mazhab dalam bidang politik, filsafat, dan tasawuf pada dasarnya dipelopori oleh ulama-ulama mazhab hukum dan kalam.

Dalam politik terdapat mazhab Khawarij, Syiah dan Sunni. Di Filsafat terdapat mazhab tradisional dan liberal.

Dalam tasawuf ada mazhab Syiah dan Sunni. Dan di dalam pembaharuan terdapat mazhab tradisional dan progresif.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan tentang sejarah dan pengertian mazhab dalam islam, semoga dengan membaca ini, kita bisa mengetahui adanya perbedaan dalam pengamalan ibadah, dan bisa menerima dengan baik.

Terimakasih telah Membaca.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *