Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

√ Muamalah Dalam Islam, Pengertian, Konsep, Dan Contohnya

5 min read

mumalah dalam islam

Di dalam islam ada yang disebut dengan muamalah, dan sebagai seorang muslim, kita harus mengetahui apa itu muamalah dalam islam.

Artikel ini akan membahas tentang pengertian muamalah dalam islam.

selamat membaca.

Pengertian Muamalah Dalam Islam

pengertian mumalah dalam islam
pixabay.com

Muamalah menurut istilah yaitu menghasilkan sesuatu yang berhubungan dengan duniawi yang mendukung juga menghasilkan dalam ukhrowi juga.

Definisi tersebut di kemukakan oleh Al Dimyati. Muamalah terkait juga dengan jual beli, sanksi dan lain sebagainya dalam Islam.

Menurut Muhammad Yusuf Musa yaitu aturan oleh Allah yang harus dilaksanakan dan juga disampaikan oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini dalam rangka untuk kepentingan dan kebutuhan manusia.

Dari dua definisi di atas, maka dapat diambil arti dari muamalah merupakan semua peraturan yang dibuat oleh Allah SWT yang digunakan untuk hubungan manusia dengan manusia lain dalam kehidupan di dunia.

Tetapi menurut pendapat Louis Ma’luf muamalah yaitu hukum-hukum syara yang berhubungan dengan urusan dunia, dan kehidupan manusia, seperti jual beli, perdagangan dan lain sebagainya.

Menurut Ahmad Ibrahim bek yang juga memberikan pemahaman tentang muamalah, yaitu peraturan dan peraturan tentang kebendaan, perkawinan, thalak, sanksi-persetujuan, peradilan dan yang berkaitan dengan manajemen perkantoran, baik umum maupun yang terkait dengan peraturan perundang-undangan atau global dan terperinci untuk dijadikan petunjuk bagi manusia dalam bertukar Manfaat di antara mereka.

Pengertian muamalah secara umum berkaitan dengan perdebatan hukum waris, namun demikian dalam kajian fiqih kontemporer perdebatan atau hal yang memuat tentang hukum waris telah dibahas dalam kelimuan sendiri, oleh sebab itu kemudian muamalah yang memiliki arti tidak ada di sana.

Resolusi tinggi hanya terbatas hanya dibatasi atas dasarnya saja.

Sementara muamalah dalam arti sempit atau dalam arti luas yang dimiliki oleh sama-sama halnya dengan manusia yang berkaitan dengan masalah-masalah keuangan atau pemutaran harta.

Menurut bahasa, muamalah bersumber dari kata aamala, yuamila, muamalat yang artinya perlakukan atau bertindak terhadap orang lain, hubungan kepentingan.

Kata seperti ini termasuk kata kerja aktif yang harus memiliki dua buah kejahatan, yang satu terhadap yang saling melakukan pekerjaan, membuat kedua yang terkait saling bekerja dari satu dengan lainnya.

Konsep Muamalah Dalam Islam

konsep mumalah dalam islam
pixabay.com

Setiap kegiatan usaha yang dilakukan oleh manusia pada dasarnya adalah kumpulan transaksi ekonomi yang mengikuti urutan tertentu.

Dalam Islam, transaksi utama dalam kegiatan usaha adalah transaksi nyata yang melibatkan objek tertentu, baik objek dalam bentuk barang maupun jasa.

melayani kegiatan usaha yang muncul karena manusia menginginkan sesuatu yang tidak dapat atau tidak ingin mereka lakukan sesuai dengan kodratnya, orang harus berusaha menjalin kerjasama di antara mereka.

Kerjasama dalam usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi:

  • Bekerja sama dalam kegiatan usaha.

Dalam hal ini salah satu pihak dapat menjadi pemodal di mana manfaat yang diperoleh dari pembiayaan dapat dibuat untuk hasilnya.

Kolaborasi ini dapat dalam bentuk pembiayaan bisnis 100% melalui akad mudharaba atau pembiayaan usaha bersama melalui kontrak musyarakah.

Kerjasama dalam perdagangan, di mana untuk meningkatkan perdagangan, fasilitas tertentu dapat disediakan untuk pembayaran dan pengiriman objek.

Karena pihak yang menerima fasilitas akan mendapat manfaat, pihak yang menyediakan fasilitas memiliki hak untuk mendapatkan bagi hasil yang dapat dalam bentuk yang berbeda dari harga tunai.

  • Kerjasama dalam penyewaan aset di mana objek transaksi adalah manfaat menggunakan aset.

Aktivitas hubungan manusia dengan manusia (muamalah) dalam perekonomian menurut Syariah

islam harus memenuhi pilar dan kondisi tertentu.

Rukun adalah hal-hal yang harus ada dan merupakan dasar untuk sesuatu terjadi, yang bersama-sama akan menghasilkan validitas.

Rukun transaksi ekonomi Syariah sebagai berikut:

  • Pihak-pihak yang melakukan transaksi, seperti penjual dan pembeli, penyewa dan penyewa, penyedia layanan dan penerima layanan.
  • Adanya barang (maal) atau jasa (amal) yang menjadi objek transaksi.
  • Ada kesepakatan bersama dalam bentuk perjanjian untuk menyerahkan (ijab) bersama dengan kesepakatan untuk menerima (Kabul).

Selain itu, juga harus dipenuhi dengan kondisi atau segala sesuatu yang merupakan pelengkap rukun yang relevan.

Misalnya, ketentuan pihak yang melakukan transaksi adalah sah, ketentuan objek transaksi adalah spesifik atau tertentu, jelas sifatnya, ukurannya jelas, bermanfaat dan nilainya jelas.

Objek transaksi menurut Syariah dapat mencakup barang (maal) atau jasa, bahkan jasa juga dapat mencakup layanan dari penggunaan hewan.

Pada prinsipnya, objek transaksi dapat dibagi menjadi:

  • sebuah objek yang pasti (ayn), yaitu objek yang keberadaannya jelas atau dapat segera diuntungkan.
  • objek yang masih merupakan liabilitas (dayn), yaitu objek yang muncul sebagai akibat dari transaksi yang bukan tunai.

Secara garis besar, akad dalam muamalah fiqh adalah sebagai berikut:

1. Akad Mudharaba

Ikatan atau akad Mudharaba pada dasarnya adalah ikatan penggabungan atau pencampuran dalam bentuk hubungan kerja sama antara Pemilik Bisnis dan Pemilik Properti.

2. Akad Musyarakah

Akad atau ikatan musyarakah pada dasarnya adalah ikatan penggabungan atau pencampuran antara pihak-pihak yang bersama-sama menjadi Pemilik usaha.

3. Akad Perdagangan

Akad fasilitas Perdagangan, perjanjian pertukaran keuangan untuk transaksi jual beli dimana salah satu pihak menyediakan fasilitas untuk menunda pembayaran atau penyerahan objek sehingga pembayaran atau penyerahan tidak dilakukan secara tunai atau pada saat transaksi.

4. Akad Ijarah

Akad ijarah merupakan akad yang memberikan hak untuk memanfaatkan Objek melalui penguasaan sementara atau meminjam Objek dengan Manfaat tertentu untuk membayar hadiah kepada pemilik Objek.

Ijarah mirip dengan leasing tetapi tidak sepenuhnya sama dengan leasing, karena Ijarah didasarkan pada transfer manfaat tetapi tidak ada transfer kepemilikan.

Baca Juga: Pengertian Hukum Islam

Macam-Macam Muamalah Dalam Islam

macam-macam mumalah dalam islam
pixabay.com

Berikut adalah macam-macam muamalah dalam islam:

1. Syirkah

salah satu Macam Macam Muamalah yaitu syirkah. Syirkah dalam arti bahasa yaitu kerjasama, kongsi, atau bersyarikat.

Syirkah pada kenyataan dalam kegiatan ekonomi merupakan suatu usaha untuk menggabungkan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan bersama, sumberdaya yang dimaksud bisa berupa modal uang, keahlian, bahan baku, jaringan kerja, dan dilakukan oleh dua orang atau lebih

Dalam ekonomi konvensional akad ini biasa disebut joint venture.

Tidak ada perbedaan secara signifikan pada akad ini kecuali bahwa dalam ekonomi islam kegiatan usaha tidak boleh melanggar aturan syariat dan negara. Seperti perkongsian untuk kartel narkoba, minuman keras, atau jual beli komoditas yang diharamkan agama.

2. Mudharabah

Merupakan akad untuk mengikat kerjasama antara dua belah pihak yaitu pemodal (shahib al-mal) dan pelaksana usaha (mudharib), akad mudharabah juga disebut bagi hasil bagi sebagian orang.

Caranya dengan menentukan berapa persen bagian keuntungan yang akan diterima oleh kedua pihak.

Mudharib wajib mengembalikan modal yang dipinjamkan dan membayarkan bagian keuntungan yang telah ditentukan dengan tenggat waktu atau masa kontrak yang disetujui atau tanpa masa kontrak.

Mudharib harus mengikuti aturan yang telah di sepakati kedua belah pihak. Semisal apabila pemodal menghendaki mudharib untuk tidak menjual komoditas tertentu misalnya, akan tetapi tetap menjualnya maka mudharib menanggung resiko penuh atas modal yang dipinjamnya.

Bagi pemodal (shahib al-mal), ia yang harus menanggung resiko kehilangan modal yang ditanamnya, aset yang dibeli menggunakan uangnya merupakan milik pemodal.

Apabila mudharib melanggar perjanjian awal maka mudharib wajib menanggung resiko penuh untuk mengganti modal yang ia pinjam.

Dalam akad mudharabah besaran nominal keuntungan tidak ditentukan di awal perjanjian, akan tetapi porsi keuntungan atau persentase yang didapat yang di tentukan di awal.

3. Jual Beli (Bai’ Al Murabahah)

Adalah akad yang berlaku untuk mengikat penjual dan pembeli dengan adanya penyerahan kepemilikan  antara pedagang dan pembeli.

Ayat Al Quran Terkait Jual Beli: (Quran: Al Baqarah: 198)

Berikut akad yang ada dalam transaksi jual beli (Bai’ Al Murabahah):

  • Bissamanil Ajil,

Adalah transaksi jual beli barang dengan harga yang berbeda antara kontan dan angsuran. Hal ini dapat kita temukan pada pembelian kredit barang semisal kendaraan bermotor, handphone, dan sebagainya.

Yang tidak diperbolehkan pada transaksi ini adalah penambahan bunga yang naik turun sehingga membuat harga jual naik turun selama proses angsuran.

Akan tetapi boleh untuk memberikan margin keuntungan tertentu dari harga kontan yang disepakati di awal.

  • Salam

Yaitu jual beli barang secara tunai dengan penyerahan barang ditunda sesuai kesepakatan. Semisal seorang ekspor mebel Jepara yang akan mengekspor mebel ke luar negeri dengan jumlah barang yang besar.

Hal ini tentu akan memberatkan pengrajin mebel yang memiliki kapasitas produksi dan modal yang kecil, sehingga ekspor membayar didepan sebagai modal awal.

  • Istisna

Yaitu jual beli barang dengan pemesanan dan pembayarannya pada waktu pengambilan barang. Hal ini lazim kita temui dengan istilah cash on delivery untuk jual beli online.

Hal ini memiliki keuntungan untuk meminimalisir kerugian bagi pembeli akibat perbedaan spesifikasi barang yang disebutkan oleh penjual.

  • Isti’jar

Yaitu jual beli antara pembeli dengan penyuplai barang.

  • Ijarah

Yaitu jual beli jasa dari benda (sewa) atau tenaga/keahlian (upah). Hal ini kita temui ketika kita membayar upah buruh atau pegawai atau selepas kita menyewa barang atau properti tertentu.

  • Sarf

yaitu jual beli pertukaran mata uang antar negara. Hal ini karena adanya perbedaan mata uang yang berlaku lintas negara.

Akan tetapi jenis transaksi yang diperbolehkan hanya transaksi today spot yang transaksi dilaksanakan hari itu juga tanpa diberi hedging atau lindung nilai akibat dari penangguhan penyerahan

4. Transaksi dengan Pemberian Kepercayaan

Transaksi Pemberian Kepercayaan adalah akad atau perjanjian mengenai penjaminan hutang atau penyelesaian dengan pemberian kepercayaan.

Akad transaksi pemberian kepercayaan adalah sebagai berikut:

  • Jaminan (Kafalah/Damanah)

Adalah mengalihkan tanggung jawab seseorang (yang dijamin) kepada orang lain (penjamin).

Hal ini juga lazim terjadi pada ekonomi konvensional dimana pemberi jaminan meyakinkan kreditur untuk memberikan pinjaman kepada debitur.

  • Gadai (Rahn)

Yaitu menjadikan barang berharga yang nilainya setara atau lebih dari nilai pinjaman sebagai jaminan yang mengikat dengan hutang dan dapat dijadikan sebagai bayaran hutang jika kreditur yang berhutang tidak mampu melunasi hutangnya.

Akan tetapi akad rahn tidak bisa dijadikan satu dengan akad wadi’ah, semisal menggadaikan perhiasan dan pada proses gadai dikenai biaya tambahan atas simpanan, karena hal ini termasuk riba.

  • Pemindahan Hutang (Hiwalah)

yaitu pemindahan kewajiban atas pembayaran hutang kepada orang lain yang memiliki sangkutan hutang.

5. Titipan (Wadi’ah)

Adalah akad dimana seseorang menitipkan barang berharganya kepada seseorang yang ia percaya dan memberikan biaya atas jasa simpanan yang ia lakukan. Pada akad ini kita dapati juga pada ekonomi konvensional semisal deposit box.

6. Transaksi Pemberian/ Perwakilan dalam Transaksi (Wakalah)

Transaksi ini berupa pemberian kekuasaan untuk menyelesaikan transaksi tertentu, semisal penyerahan rumah atau transaksi jual beli surat berharga yang dilakukan oleh manajer investasi yang dilakukan pada bank kustodian.

Landasan hukum: Ayat Al Quran Terkait dengan Transaksi berlandas kepercayaan terdapat disurat Al Baqarah ayat 283.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan tentang pengertian muamalah dalam islam. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *