Dabith Sibghotullah Alumnus UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

35+ Nasehat Dan Kata Kata Bijak Dari Imam Syafi’i

4 min read

Ada sebuah nasehat dari Imam Syafi’i:

”Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfa’at.“ (Imam Syafi’i)

Dan berikut ini adalah kumpulan nasehat dan kata kata bijak dari Imam Syafi’i pendiri Mazhab Syafi’i. Selamat membaca.

Nasehat Imam Syafi’i

nasehat imam Syafi'i
pixabay.com

Sebuah kisah dari Nur Rohman.

Suatu hari saya berjalan-jalan ke ruangan seorang dosen muda yang secara usia dan keilmuan lebih senior dari saya. Beliau adalah dosen di kampus yang sama di mana saya mengabdi.

Selain energik, sosoknya banyak menginspirasi saya dan beberapa teman sebagai juniornya.

Ruangan itu memang tak terlalu lebar secara dhahir. Namun di dalamnya saya temukan keluasan ilmu dan hati penghuninya.

Sebab, di ruangan itu terjejer puluhan bahkan ratusan buku yang disusun rapi di sebuah rak.

Keramahan dan keluasan ide yang sering kali dituturkan para penghuni ruangan itu, menambah simpati saya. Sehingga bagi saya tak ada ruangan yang begitu mengagumkan untuk dikunjungi selain ruangan itu.

Yang tak kalah penting, bagitu kita mengucapkan salam dan masuk ke ruangan tersebut, kita langsung dihadapkan pada kata-kata penting yang pernah diajarkan oleh ulama’ besar yang hidup sekitar 11 Abad yang lalu.

Beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris As-Syafi’i, atau yang terkenal dengan panggilan Imam As-Syafi’i (w. 204 H/819 M). Imam Syafi’i adalah pendiri Mazhab Syafi’i 

Kata-kata yang dipasang pada dinding ruangan itu dituliskan pada kanvas yang telah dibingkai indah, berbunyi:

من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته

“Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan”.

Kalimat itu mungkin singkat, namun memiliki pesan yang sangat dalam bagi para penuntut ilmu kapan pun dan di mana pun.

Itulah sebabnya kalimat tersebut tidak hanya ditempel pada dinding ruangan senior saya itu, namun juga ia tempel pada laptop yang sering ia gunakan.

Meskipun akhir-akhir ini saya tak lagi melihatnya menggunakan laptop itu lagi, namun sepertinya kata-kata itu yang memotivasinya untuk terus belajar.

Semangat belajarnya itulah yang kemudian mengantarkannya diganjar dengan banyak prestasi dan kini ia akan melanjutkan studinya ke Australia.

Nasehat Imam Syafi’i Untuk Pencari Ilmu

nasehat imam Syafi'i untuk pencari ilmu
pixabay.com

Pernah suatu ketika senior saya ini, diminta untuk masuk ke kelas saya. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan kalimat ini kepada para mahasiswa.

Bahwa proses belajar memang tidak mudah dan sangat melelahkan bahkan membosankan.

Namun ketahuilah bahwa berapa banyak orang di negeri ini yang hidup di bawah garis kelayakan sebab ia tak mau dan tak mampu menahan pedihnya belajar.

Selain kalimat di atas, Imam Syafi’i juga pernah berpesan pada kita bahwa:

seorang yang menuntut ilmu bagaikan orang yang sedang berburu. Maka agar buruan itu tidak lepas, maka ikatlah dengan ikatan yang kuat, yakni tulisan. Sebab, bagi seorang yang belajar namun tak menuliskannya, maka ibarat ia menangkap hewan buruan, kemudian meninggalkannya tanpa ikatan, maka lepaslah sudah. Maka antara membaca, mendengarkan, meresapi dan menulis merupakan satu kesatuan dalam menuntutu ilmu.

Dalam bahasa Arab, pesan Imam Syafi’i tersebut berbunyi demikian:

العلم صيد و الكتابة قيده , قيّد صيو دك با لحبال الواثقة # فمن الحماقة أن تصيد غزالة , وتتركها بين الخلائق طالقة

Jika pesan Imam Syafi’i di atas merupakan kalimat penyemangat dan anjuran teknis, ada hal penting lainnya yang dipesankan beliau kepada kita.

Bahwa suatu ketika Imam Syafi’i datang kepada gurunya untuk curhat. Ia mengadu kepada gurunya perihal sulitnya menghafal.

Kemudian gurunya mengatakan untuk meninggalkan ma’siat. Kemudian gurunya juga menasehatinya bahwa ilmu itu cahaya yang datangnya dari Allah. Dan cahaya Allah tak akan diberikan kepada pelaku ma’siat.

Dari pesan Imam Syafi’i di atas, saya kemudian teringat pada Profesor Habib Quraish Shihab yang pada sebuah seminar juga pernah mengingatkan:

Bahwa hakikatnya, ilmu itu bukan yang dipelajari. Namun sejatinya ilmu adalah sesuatu yang ditancapkan pada sanubari seseorang bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Nasehat Dan Kata kata bijak Dari Imam Syafi’i

nasehat dan kata kata bijak imam Syafi'i
pixabay.com

“Raihlah ilmu sebelum engkau memimpin. Jika telah berbalut kekuasaan, tertutup sudah jalanmu menuju perolehan ilmu.”

“Ilmu lebih utama daripada shalat Sunah.”

“Siapa yang ingin mendapatkan dunia hendaknya ia memiliki ilmunya dan siapa yang mendamba akhirat hendaknya ia juga memiliki ilmunya.”

“Hiasan para ulama adalah taufik, perhiasannya adalah akhlak luhur, dan keindahannya adalah jiwa yang mulia.”

“Seorang alim itu adalah ketika dihadapkan antara 2 keburukan tetapi ia sanggup memilih yang paling kecil resikonya, bukan yang di hadapkan kebaikan dan keburukan kemudian ia memilih kebaikan.”

“Cukup seseorang dikatakan pandai apabila kepandaian membuatnya terampil memindai seluruh keburukannya.”

Tentang Jalinan Persahabatan

nasehat imam Syafi'i tentang persahabatan
pixabay.com

“Bukan saudaramu jika engkau harus menjilat kepadanya.”

“Siapa yang tulus menjalin persaudaraan, segala alasannya akan diterima, kelemahannya akan tertutupi, dan seluruh kesalahannya akan dimaafkan.”

“Seorang yang menasehati saudaranya secara sembunyi sungguh telah meriasnya, sedangkan seorang yang menasihatinya di hadapan orang lain bermakna tengah menjatuhkan dan menciderainya.”

“Bersahabat dengan seorang yang tidak takut cela adalah noda di hari kiamat.”

“Ada tiga hal yang jika disembunyikan seseorang, ia telah menzalimi dirinya sendiri: sakit yang disembunyikan dari dokter, hajat yang disembunyikan dari sahabat, dan nasihat kepada penguasa.”

“Mengharap semu orang menyukaimu adalah suatu yang tidak mungkin terjadi. Tidak ada jalan untuk menghindari penilaian orang lain. Karenanya, cukuplah menyadari sepenuhnya kebutuhanmu, lalu tetapilah itu. Sementara orang lain, biarkan mereka dengan urusannya sendiri.”

“Tidak ada kebahagiaan selain indahnya berkumpul dengan sahabat, dan tidak ada kesedihan selain jika harus berpisah darinya.”

“Bergaul terlau bebas akan mendapat sahabat yang buruk, sedangkan menarik diri dari pergaulan akan menuai permusuhan.”

 Tentang Menuju Keindahan Jiwa

nasehat imam Syafi'i tentang keindahan jiwa
pixabay.com

“Seorang yang tidak memuliakan dirinya dengan takwa, kemana lagi ia mencarinya?”

“Seorang yang menyerah kepada hasrat duniawi, pati rela diperbudak oleh ahli dunia.”

“Para pemilik kemudian sungguh terbalut keletihan.”

“Orang terbaik yaitu dia yang tidak memandang dirinya baik dan orang termulia adalah dia yang tidak merasa dirinya mulia.”

“Angan-angan seperti pedang yang tengah terayun ke leher seseorang, sama persis dengan fatamorgana yang akan memperdaya orang yang memandang dan mengecewakan orang yang mendamba.”

“Menaklukan fauna tidak sesulit menata jiwa manusia.”

“Welas asih adalah pajak dari kemuliaan.”

“Siapa yang mendengar dengan telinganya hanya menjadi pendengar, siapa yang menyimak dengan hatinya menjadi tersadarkan, dan siapa yang menasihati dengan perilakunya menjadi seorang teladan.”

“Siapa yang menjadi hakim tanpa sikap fakir dialah penyamun sesungguhnya.”

Tentang Membebaskan Jiwa

nasehat imam Syafi'i tentang membaskan jiwa
pixabay.com

“Sungguh, dusta seseorang yang mengatakan mampu di dalam hatinya menyatukan cinta dunia dan cinta pada Sang Pencipta.”

“Tiada yang lebih buruk bagi seseorang melebihi berbicara banyak, menyebarkan rahasia, dan memercayai semua orang.”

“Marahnya orang yang mulia terlihat dari perilakunya, dan marahnya pada orang bodoh tampak pada mulutnya.”

“Pustaka yang paling berguna adalah takwa, sedang yang paling berbahaya adalah permusuhan.”

“Selama seseorang tidak menertawakan kesalahan orang lain, kebenaran yang ditampakkan itu akan mengakar di hatinya.”

Tentang Merias Diri

nasehat imam Syafi'i tentang merias diri
pixabay.com

“Siapa yang menahan rahasianya, maka banyak kebaikan tengah berada dalam genggamannya.”

“Sebab tidak ada yang dapat menggatur tubuhmu sebaik dirimu sendiri, maka segala urusanmu tanganilah sendiri.”

“Bagaimana mungkin mengaku zuhud dari dunia, seseorang yang tidak menyadari nilai akhirat; bagaimana bisa selamat dari dunia, seseorang yang tidak mengetepikan keserakahannya; dan bagaimana dapat selamat dari orang lain, seseorang yang tidak dapat menyelamatkan orang lain dari lidah dan tangannya; serta bagaimana sanggup mengucapkan tuturan hikmah, seseorang yang tidak mengharapkan Allah dengan ucapannya.”

Akhir Kata

Semoga dengan nasehat dan kata kata bijak dari Imam Syafi’i kita dapat memotivasi diri kita untuk selalu menjadi lebih baik kedepannya.

Terimakasih telah membaca.

Dabith Sibghotullah Alumnus UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *