Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Pendakian Gunung Ungaran

4 min read

Kali ini saya berkesempatan melanjutkan tulisan dari postingan yang kemaren,jadi sahabat sekalian yang belum membaca post sebelum ini,silahkan bisa di baca,agar cerita nya nyambung,hehe,terimakasih sebelumnya

Mungkin bagi orang Semarang dan sekitarnya pasti tau dong dengan gunung yang satu ini,gunung yang terletak di Kabupaten Semarang,Jawa Tengah,memang tak se terkenal Merapi dan Merbabu,tapi gunung Ungaran ini juga cukup menantang saat itu bagi kami para pendaki pemula

Gunung Ungaran ini berada di ketinggian 2.050 mdpl,awalnya sedikit meremehkan karena tidak seperti gunung gunung lain yang lebih tinggi,ternyata banyak tantangan yang harus di lewati ketika nanti kami memulai pendakian

Gunung ini mempunyai 3 jalur pendakian

1.jalur basecamp Mawar

2.jalur basecamp Gedong Songo

3.jalur basecamp Promasan(via Limasan,Kendal)

Dan kami saat itu akan menggunakan jalur basecamp Mawar,karena dekat dengan rumah salah satu teman kami,jalur ini termasuk jalur favorit bagi pendaki pemula,karena trek nya yang gak begitu jauh dan tidak begitu curam

Kami berlima telah tiba di rumah nya Ikhlas,salah satu santri dari kami,disini kami mempersiapkan lagi apa saja yang akan dibawa untuk mendak

Mulai dari cek perlengkapan,mencari informasi tentang cuaca hari itu

Sebelum kami berangkat,kami diajak makan siang oleh keluarga nya Ikhlas,walau sederhana tetapi saat itu perut kami terasa sangat kenyang,maka sudah cukup sekiranya untuk nanti memulai mendaki

Cuaca saat itu cukup bersahabat,tidak terlalu panas,dan agak mendung,setelah sholat dhuhur kami mulai bersiap untuk mendaki,seperti biasa,sebelum berangkat,kami pamit kepada orangtua nya Ikhlas

Setelah beres semua,kami mulai melangkah menuju jalan di depan rumah Ikhlas,disana kami menunggu angkot yang akan kita sewa untuk menuju basecamp mawar

Setelah angkot itu datang,kami tawar dulu dengan harga yang bersahabat,agar bisa lebih menghemat biaya selama pendakian

Gunung Ungaran terkenal dengan kebun teh nya yang luas dan indah,namanya Kebun Teh Medini

Meski tidak popular dikalangan traveler luar daerah,tapi bagi masyarakat Kabupaten Semarang dan sekitarnya,Kebun Teh Medini sudah tidak asing lagi bagi mereka

Setelah kira kira 45 menit lamanya,akhirnya kami sampai di basecamp via Mawar,udaranya sejuk,sudah terasa dingin di basecamp ini,angin nya pun sedikit kencang menambah kedinginan yang di rasa

Pemandangan sekitar masih tertutup kabut,belum terlihat jelas pemandangan dari atas sini

Di basecamp ini sudah ada beberapa pendaki juga yang akan segera naik ke puncak gunung

Setelah melihat sekitar,kemudian kami registrasi dan melanjutkan untuk segera berangkat,karena kami ingin sampe puncak tidak terlalu sore,agar nanti di puncak mendapatkan sunset view

Sebelum berangkat sudah menjadi rutinitas di kalangan pendaki untuk memulai doa bersama,dan kami melakukannya

 Setelah selesei kami berlima kemudian memulai pendakian,walau dingin,kita harus banyak bergerak supaya nanti tidak terlalu kedinginan

Jalur basecamp via Mawar ini pertamanya adalah menelusuri hutan,bagi kami yang pertama kali mendaki ini merupakan petualangan yang hebat,karena hutan di gunung tidak seperti hutan di kebanyakan tempat

Hutan disini masih terlihat asri,atau masih sangat lebat,tidak ada tanda tanda kehidupan disini,hanya terlihat jalur setapak para pendaki

Hari masih siang,tapi tidak ada cahaya panas matahari yang terasa,karena angin yang bertiup cukup kencang saat itu sudah bisa menimbulkan rasa dingin,tapi bagi kami perjalan terasa hangat karena kami bisa melalui nya bersama sama

Medan yang kami lalui tak begitu sulit,karena masih dihutan,hanya ada beberapa batang pohon yang menghalangi jalan setapak yang akan kami lalui,dan itu bukan menjadi masalah berarti

Satu jam telah kami lalui tanpa terasa,dan pemandangan masih aja di dalam hutan,katanya,setelah melewati hutan,nanti setelah itu kami akan melewati kebun teh,dan inilah trek yang menjadi favoritnya para pendaki di gunung Ungaran

Selama perjalanan kami jarang banget istirahat,paling cuma 2-3 menit aja buat minum,selebih itu kami melanjutkan perjalanan

Bagi kami yang pertama kali mendaki,ini adalah sebuah awalan yang baik,karena satu jam pertama kami belum menemui kendala yang berarti,tapi entah nanti trek apa yang akan kami lalui setelah hutan ini

Akhirnya setelah kurang lebih 45 menit kami sudah menemukan jalan kampung

Iya disini kita akan melewati jalan kampung desa promasan yang terletak pas di lereng kaki gunung Ungaran

Ada dua cara untuk mencapai desa ini,pertama, dengan melakukan trekking selama sekitar 2 jam dari basecamp Mawar yang terletak di atas Obyek Wisata Umbul Sidomukti. Tak perlu takut nyasar sebab jalur ini sangat jelas terdapat petunjuk di setiap percabangan jalan.

 kedua, via Nglimut, Kabupaten Kendal,jalur ini menyuguhkan pemandangan perkebunan teh yang terhampar luas sejauh mata memandang,dan bisa dilewati dengan sepeda motor

Kami sampai di Kebun Teh Medini,memang benar,sejauh mata memandang,kami bisa melihat hamparan tanaman hijau yang sangat memanjakan mata

Bagi kami pendaki pemula ini hal yang luar biasa,apalagi kami yang termasuk pendaki yang masih dibawah umur,tapi sekali lagi ini semua menjadikan kami sebagai hamba nya yang pandai bersyukur

Kami beristirahat sejenak sambil berfoto ria,perjalanan kami kurang lebih 2 jam dari basecamp sampai kebun teh ini,tidak terlalu lelah dan tidak terlalu pegel juga punggungnya

Kemudian setelah 15 menit kami beristirahat,kami melanjutkan perjalanan

Dan setelah ini adalah perjalan menuju ke puncak,kata pendaki lain butuh waktu kurang lebih 2 jam sampai puncak

Trek ini cukup melelahkan bagi kami karena memang jalannya sudah mulai menanjak terus,melwati bebatuan,apalagi samping kiri sudah terlihat jurang

Tapi kami mendaki dengan berhati hati,tetap memperhatikan etika seorang pendaki

Di trek ini kami banyak istirahatnya,karena memang kata sutan,inilah yang di sebut summit attack,atau perjalanan  menaklukan puncak

Sekitar dua jam lamanya telah kami lalui,tapi belum ada tanda tanda puncak,kami sudah sangat lelah,tapi kami harus terus berjalan , karena saat itu waktu sudah menunjukan pukul setengah 5,dan sebentar lagi matahari akan terbenam

Setelah 30 menit kemudian akhirnya kami sampai puncak tertinggi Ungaran

Dari atas sini semua yang dibawah terlihat kecil,samudra awan pun nampak indah di pandang dari sini

Padahal kalo kita nengok keatas,masih ada awan

Itulah pelajarannya ,diatas awan masih ada awan,diatas semua yang kita punya , masih ada sang pemilik yang memberikan itu semua,jadi jangan terlalu bangga dengan apa yang kita punya

Kami sangat bersyukur ketika sampai puncak Ungaran ini,setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan,akhirnya kami bisa beristirah dia atas puncak

Dan mendapat sambutan dari sang mentari yang sebentar lagi pamit kepada senja nya

Sungguh pemandangan yang menakjubkan,dan sekali lagi bagi kami gunung bukan sekedar tempat hiburan melainkan tempat mencari kesungguhan,apakah bertambah keimanan ataukah bertambahnya kesombongan

Maka bagi kalian para pendaki,yang sudah berkali kali sampai puncak gunung

Seharusnya iman bertambah,hati melembut,dan jiwa melebur dari sebelumnya

Karena jika dengan semua pemandangan yang kita saksikan diatas gunung tidak bisa menjadikan kita menjadi insan yang pandai bersyukur,maka harus ditanya niat apa yang sebenarnya kita harapkan

Mungkin sedikit cerita kami tentang perjalanan menuju puncak ungaran , tunggu post berikutnya ya..

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Sebuah Jejak Pendakian

Pendakia?ketika mendengar kata pendakian,apasih yang terbesit dalam diri kita tentang pendakian?boros uang?nge habisin waktu?pingin dikira keren?bikin capek?dan lain lain. Bener gak sih?iya bener, tapi...
Dabith Sibghotullah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *