Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ Pengertian Hukum Islam, Disertai Contoh Dan Tujuannya

6 min read

pengertian hukum islam

Pengertian Hukum Islam – Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Allah SWT, untuk mengatur hidup umatnya dengan dasar hukum yang jelas, yaitu Alquran dan Sunah Rasulullah SAW.

Ini lah cara Allah menjadikan agama Islam sebagai pegangan manusia untuk mencapai tujuan hidup.

Agar manusia yang ditugaskan sebagai khalifah di muka bumi bisa menjaga dan merawat kehidupan yang selamat dunia dan akhirat serta tercapai tujuan hidupnya.

Dan berikut adalah penjelasan tentang hukum islam.

Pengertian Hukum Islam

pengertian hukum islam
pixabay.com

Dalam mempelajari pengertian hukum islam, ada istilah-istilah penting yang dapat digunakan yaitu: syariah, fiqih, dan hukum Islam itu sendiri.

Penggunaan ketiga istilah tersebut terkadang saling keliru karena adanya pemahaman yang tidak tepat.

Oleh karena itu, harus terlebih dulu dijelaskan makna atau pengertian dari masing-masing istilah tersebut dan keterkaitannya. Terutama hubungan antara syariah dan fiqih.

1. Syariah

  • Kata syariah berasal dari “al-syari’ah” yang mempunyai arti “jalan ke sumber air” atau jalan yang perlu diikuti, yaitu jalan ke arah sumber pokok bagi kehidupan (Al-Fairuzabadiy, 1995: 659).
  • Kata syariah disamakan dengan jalan air mengingat bahwa barang siapa yang mengikuti syariah, ia akan mengalir dan bersih jiwanya (Amir Syarifuddin, 1999, I: 1).
  • Menurut istilah, syariah dapat diartikan sebagai aturan-aturan yang ditetapkan oleh Allah agar dilaksanakan oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhannya, dengan saudaranya sesama Muslim, dengan saudaranya sesama manusia, dengan alam, dan dalam kaitannya dengan kehidupannya (Syaltut, 1966: 12).
  • Selain itu Syariah juga dapat diartikan segala peraturan agama yang ditetapkan oleh Allah untuk kaum Muslim baik yang ditetapkan dengan Alquran maupun dengan Sunnah Rasul (Musa, 1988: 31).

Intinya kata dari “syariah” dapat dipahami bahwa aturan-aturan Allah SWT dan Rasulullah SAW yang mengatur manusia dalam berhubungan dengan Tuhannya maupun dengan sesamanya.

2. Fiqih

  • Kata fiqih berasal dari kata “al-fiqh” yang artinya pemahaman atau pengetahuan tentang sesuatu (Al-Fairuzabadiy, 1995: 1126).
  • Menurut istilah fiqih mempunyai arti yaitu ilmu tentang hukum-hukum syara’ yang bersifat amaliyah (praktis) yang digali dari dalil-dalil yang terperinci (Khallaf, 1978: 11; Zahrah, 1958: 6).

Dari pengertian ini dapat diambil kesimpulan bahwa:

“Fiqih merupakan suatu ilmu yang membahas hukum-hukum syara’ terutama yang bersifat amaliyah dengan mendasarkan pada dalil-dalil yang terperinci dari Alquran dan hadis.”

Dengan demikian, pengertian fiqih berbeda dengan syariah baik menurut etimologis maupun istilah.

Syariah merupakan seperangkat aturan yang bersumber dari Allah SWT dan Rasulullah SAW untuk mengatur tingkah laku manusia baik dalam berhubungan dengan Tuhannya (ibadah) maupun dalam rangka berhubungan dengan sesamanya (muamalah).

Sedangkan fiqih merupakan penjelasan atau uraian yang lebih rinci dari apa yang sudah ditetapkan oleh syariah.

3. Hukum Islam

  • Pengertian hukum islam bisa dipahami berdasarkan dua istilah atau kata dasar yang membangunnya yaitu kata ‘hukum’ dan ‘Islam’. Hukum dapat diartikan dengan peraturan dan undang-undang (Tim Penyusun, 2001: 410).
  • Hukum dapat dipahami sebagai peraturan-peraturan atau norma-norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat, baik peraturan atau norma itu berupa kenyataan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat maupun peraturan atau norma yang dibuat dengan cara tertentu dan ditegakkan oleh penguasa (Ali, 1996: 38).
  • Kata kedua yaitu ‘Islam’, mengandung arti sebagai agama Allah yang diamanatkan kepada Nabi Muhammad Saw. Agar dapat melaksanakan dasar-dasar dan syariatnya dan juga mendakwahkannya kepada semua manusia serta mengajak mereka untuk memeluknya. Dengan pengertian yang sederhana, Islam berarti agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. untuk disampaikan kepada umat manusia agar mencapai kesuksesan hidupnya baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Dari dua kata ‘hukum’ dan ‘Islam’ tersebut muncul istilah hukum Islam. Kalimat singkatnya yaitu, pengertian hukum islam, atau di artikan sebagai hukum yang bersumber dari ajaran Islam.

Perbedaan Pengertian kata Syariah, Fiqih dan Hukum Islam

perbedaan pengertian kata syariat, fiqih, dan hukum islam
pixabay.com

Dari pengertian diatas sebelumnya dapat disimpulkan bahwa kata hukum Islam yang sering ditemukan pada literatur hukum yang berbahasa Indonesia secara umum mencakup syariah dan fiqih, bahkan terkadang juga mencakup ushul fiqih (dasar-dasar fiqih).

Tetapi, harus dipahami juga bahwa hukum Islam itu tidak sama persis dengan syariah dan sekaligus tidak sama persis dengan fiqih.

Dan juga tidak berarti bahwa hukum Islam itu berbeda sama sekali dengan syariah dan fiqih.

Tepatnya adalah pengertian hukum Islam itu mencakup pengertian syariah dan fiqih. Karena hukum Islam yang dipahami di Indonesia ini terkadang dalam bentuk syariah dan terkadang dalam bentuk fiqih.

Maka jika ada seseorang mengatakan hukum Islam, harus dicari dulu kepastian maksudnya, apakah yang berbentuk syariah ataukah yang berbentuk fiqih.

Karena inilah yang tidak dipahami oleh sebagian besar bangsa Indonesia, termasuk sebagian besar kaum Muslim, sehingga hukum Islam terkadang dipahami dengan kurang tepat, bahkan salah.

Hubungan Antara Syariah dan Fiqih

hubungan antara syariat dan fiqih
prelo.co.id

Hubungan antara syariah dan fiqih sangat erat dan tidak dapat dipisahkan.

Syariah adalah sumber atau landasan fiqih, sementara fiqih merupakan pemahaman terhadap syariah.

Secara umum syariah merupakan hukum Islam yang bersumber dari Alquran dan Sunnah yang belum dicampuri daya nalar (ijtihad).

Sedangkan fiqih adalah hukum Islam yang bersumber dari pemahaman terhadap syariah, baik Alquran maupun Sunnah.

Asaf A.A.Fyzee menjelaskan perbedaan kedua istilah tersebut dengan penjelasan sebagai berikut.

Bahwa syariah adalah sebuah lingkaran yang besar yang wilayahnya meliputi semua perilaku dan perbuatan manusia.

Sedang fiqih adalah lingkaran kecil yang mengurusi apa yang umumnya dipahami sebagai tindakan umum.

Syariah sering mengingatkan kita akan wahyu, ‘ilmu (pengetahuan) yang tidak akan pernah diperoleh seandainya tidak ada Alquran dan Sunnah.

Dalam fiqih ditekankan penalaran dan deduksi yang dilandaskan pada ilmu terus-menerus dikutip dengan persetujuan.

Jalan syariah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya, bangunan fiqih ditegakkan oleh usaha manusia.

Dalam fiqih satu tindakan dapat digolongkan pada sah atau tidak sah, boleh atau tidak boleh. Dalam syariah terdapat berbagai tingkat pembolehan maupun pelarangan.

Fiqih merupakan istilah yang digunakan bagi hukum sebagai suatu ilmu; sedangkan syariah bagi hukum sebagai jalan kesalehan yang dikaruniakan dari langit (Fyzee, 1974: 21).

Tujuan Hukum Islam

tujuan hukum islam
pixabay.com

Secara umum sering dirumuskan bahwa tujuan hukum Islam adalah kebahagiaan hidup manusia di dunia ini dan di akhirat kelak, dengan jalan mengambil segala yang bermanfaat dan mencegah atau menolak yang mudarat yaitu yang tidak berguna bagi hidup dan kehidupan.

Atau kata lain, tujuan hukum Islam adalah kemaslahatan hidup manusia, baik rohani maupun jasmani, individual dan sosial.

Abu Ishaq al Shatibi merumuskan lima tujuan hukum Islam, yaitu memelihara:

  1. Agama, merupakan tujuan pertama hukum Islam, karena agama merupakan pedoman hidup manusia.
  2. Jiwa, merupakan tujuan kedua hukum Islam, karena hukum Islam wajib memelihara hak manusia untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya.
  3. Akal, sangat dipentingkan oleh hukum Islam, karena dengan mempergunakan akalnya, manusia akan dapat berfikir tentang Allah, alam semesta, dan dirinya sendiri.
    Keturunan, agar kemurnian darah dapat dijaga dan kelanjutan ummat manusia dapat diteruskan.
  4. Harta, adalah pemberian Tuhan kepada manusia, agar manusia dapat mempertahankan hidup dan melangsungkan kehidupannya.
  5. Tujuan hukum Islam itu disebut al-maqasid al-khamsah atau al-maqasid al-shari’ah (tujuan-tujuan hukum Islam).

Tujuan hukum Islam tersebut di atas dapat dilihat dari dua segi, yaitu :

1. Dari segi pembuat hukum Islam itu sendiri, yakni Allah dan Rasul-Nya.

Tujuan hukum Islam adalah:

  • Tujuannya agar mencukupi kelangsungan hidup manusia yang bersifat primer, sekunder, dan tersier yang dalam kepustakaan hukum Islam disebut dengan istilah daruriyyat, hajjiyat, dan tahsiniyyat.
  • Untuk mentaati dan dilaksanakan oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari.
  • Supaya dapat ditaati dan dilaksanakan dengan baik dan benar, manusia wajib meningkatkan kemampuannya untuk memahami hukum Islam dengan mempelajari usul al fiqh yakni dasar pembentukan dan pemahaman hukum Islam sebagai metodologinya.

2. Dari segi manusia yang menjadi pelaku dan pelaksana hukum Islam tersebut.

Tujuan hukum Islam adalah untuk mencapai kehidupan yang berbahagia dan sejahtera. Atau tujuan hakiki hukum Islam, jika dirumuskan secara umum, adalah tercapainya keridhaan Allah dalam kehidupan manusia di dunia ini dan di akhirat kelak.

Contoh Dasar Hukum Islam

contoh hukum islam
suratkabar.id

1. Al qur’an

Kitab suci yang diturunkan kepada ummat muslim sebagai petunjuk dasar utama dalam menjalankan perintah dan larangan dalam menjalani kehidupan.

2. Al hadis

Segala sesuatu yang bersumber dari perintah, akhlak dan persetujuan Nabi Muhammad saw, sebagai penyempurna dari hukum yang terdapat dari Al qur’an.

3. Ijma’ para ulama

Mufakat para ulama dalam menentukan kesimpulan dari suatu hukum yang berlandaskan dari Al Qur’an dan hadist.

4. Qiyas

Memutuskan perkara hukum yang baru terjadi dan belum ada pada masa lalu tetapi memiliki kesamaan sebab, manfaat, bahaya dan berbagai aspek dengan perkara terdahulu sehingga dihukumi sama

5. Ijtihad

Ikhtiar nyata yang dilakukan, dan sebenarnya dapat dilakukan oleh orang yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dijelaskan dalam Al Quran ataupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang

Contoh Macam Hukum Dalam Islam

macam macam hukum dalam islam
beritagar.id

1. Wajib (Fardlu)

Suatu perbuatan yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah yang telah dewasa atau waras (mukallaf), di mana jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa.

Contoh: solat lima waktu, pergi haji (jika telah mampu), membayar zakat, dan lain-lain.

Wajib terdiri atas dua jenis/macam:

  • Wajib ‘ain yaiut suatu perbuatan yang harus dilaksanakan oleh semua orang muslim mukallaf seperti sholah fardu, puasa ramadan, zakat, haji bila telah mampu dan lain-lain.
  • Wajib Kifayah yaitu perbuatan yang harus dilakukan oleh muslim mukallaff tetapi apabila sudah ada yang melaksanakannya maka menjadi tidak wajib lagi bagi yang lain seperti mengurus jenazah.

2. Sunnah/Sunnat

Sunnat merupakan suatu perkara yang bila dilakukan umat islam akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa.

Seperti, sholat sunnat, puasa senin kamis, solat tahajud, memelihara jenggot, dan lain sebagainya.

Sunah terbagi atas dua jenis/macam:

  • Sunah Mu’akkad yaitu sunnat yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW seperti shalat ied dan shalat tarawih.
  • Sunat Ghairu Mu’akad adalah adalah sunnah yang jarang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa senin kamis, dan lain-lain.

3. Haram

Haram merupakan suatu perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh umat muslim, karena jika dilakukan akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak. Sepeti, main judi, minum minuman keras, zina, durhaka pada orang tua, riba, membunuh, fitnah, dan lain-lain.

4. Makruh

Makruh merupakan suatu perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan. Tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah SWT. Seperti, posisi makan minum berdiri.

5. Mubah (Boleh)

Mubah merupakan suatu perbuatan yang jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala. Seperti, makan dan minum, belanja, bercanda, melamun, dan lain sebagainya.

Akhir Kata

Demikian penjelasan pengertian hukum islam dan sejumlah istilah terkait yang dalam penggunaannya kerap tumpang tindih atau saling bertukar. Semoga kita bisa membedakan antara penggunaan kata syariah, fiqih dan hukum islam secara tepat.

Terimakasih telah membaca.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *