Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Pengertian Nabi Dan Rasul Serta Perbedaannya

3 min read

pengertian nabi dan rasul
pengertian nabi dan rasul
pixabay.com

Sebagai umat islam, kita pasti tau 25 Nabi dan Rasul yang diutus, karena mungkin dari saat kita masih sekolah dasar, kita sudah mulai diajarkan. Tapi apakah kita tau makna dari kata tersebut dan pengertian dari Nabi dan Rasul itu?dan ternyata ada perbedaan dari Nabi dan Rasul.

Nah sahabat, penaqolbi saat ini sudah merangkum secara ringkas dan lengkap tentang pengertian Nabi dan Rasul.

silahkan bisa dipelajari dan diamalkan, agar ilmu yang kita dapat bermanfaat.

“karena barang siapa yang menanam, dia pula yang menuai”

 

Arti Kata “Nabi” dan “Rasul”

arti kata nabi dan rasul
pixabay.com

Nabi

Kata Nabi berasal dari bahasa Arab, yaitu Naba, yang berarti manusia pilihan yang diberikan wahyu oleh Allah SWT sebagai pedoman hidup bagi dirinya sendiri, dan tidak diwajibkan untuk menyampaikan wahyu yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang lain.

Rasul

Sedangkan kata Rasul berasal dari bahasa arab, yaitu irsal, yang artinya memberikan arahan atau membimbing. Dengan begitu, Rasul merupakan manusia pilihan yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk disampaikan kepada umat manusia.

Pengertian Nabi Dan Rasul Menurut Para Ulama

pengertian nabi dan rasul
pixabay.com

Secara umum, Nabi dan Rasul memiliki pengertian, dan berikut adalah pengertiannya:

Nabi dan Rasul adalah dua kata yang sering kita jumpai di dalam nash-nash syariat. Sudah menjadi sebuah kewajaran ketika muncul pertanyaan, “Apa perbedaannya antara Nabi dan Rasul? Apakah keduanya memiliki arti yang sama atau malah berbeda?”

Sebagian ulama berpendapat bahwa Nabi dan Rasul adalah sama, tidak ada perbedaan di antara keduanya dari sisi makna ataupun arti. Namun, pendapat para ulama ini tidak diperkuat oleh dalil. Dan bahkan, terlihat dari dalil-dalil di al-Qur’an dan as-Sunnah tidak sejalan dengan pendapat ini.

Pendapat yang saat ini benar yaitu pendapat jumhur (mayoritas) ulama. Mereka menyatakan adanya perbedaan antara Nabi dan Rasul.

Pendapat ini diperkuat dengan adanya dalil-dalil yang sahih dari al-Qur’an dan as-Sunnah, termasuk juga hadits Abu Dzar dan Abu Umamah radhiyallahu ‘anhuma tentang jumlah Nabi dan jumlah Rasul.

Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah saat menyebut hadits Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu tentang jumlah nabi dan rasul, beliau berkata, “Ketahuilah, hadits Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu yang baru saja kita sebut, demikian pula hadits-hadits lain yang telah kita diskusikan sebelumnya, semua menunjukkan adanya perbedaan antara Nabi dan Rasul.”

Perbedaan ini ditunjukkan pula oleh al-Qur’an, seperti firman Allah Subhanahu wata’ala,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (Al-Hajj: 52)

Perbedaan Nabi Dan Rasul

perbedaan nabi dan rasul
pixabay.com

Sebagian besar ulama berpendapat adanya perbedaan antara Nabi dan Rasul, sebagaimana pembahasan yang ada di atas. Berikut adalah perbedaan pendapat antara Nabi dan Rasul:

  1. Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT berupa syariat dan diperintahkan untuk menyampaikan dan menyebarkan kepada umat manusia. Adapun Nabi, mereka adalah orang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT berupa syariat untuk dirinya sendiri, dan tidak diperintahkan untuk menyampaikannya.

 

  1. Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT berupa syariat baru. Adapun Nabi diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan syariat rasul yang sebelumnya. Pendapat kedua ini menyatakan bahwa Nabi dan Rasul diperintahkan untuk menyampaikan syariat kepada umatnya.

 

  1. Rasul adalah orang yang diturunkan kitab kepadanya dan syariat tersendiri (baru). Adapun Nabi tidak diturunkan kitab kepadanya, tetapi menyampaikan kepada syariat Rasul sebelumnya.

 

  1. Setiap Nabi belum tentu menjadi Rasul, tetapi Rasul sudah pasti seorang Nabi.

 

  1. Jumlah Nabi sebenarnya sangat banyak, bahkan sampai ratusan ribu, dan jumlah Rasul sangat sedikit. Namun kita diwajibkan untuk mengetahui dan mengimani hanya 25 Nabi. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dari Abi Dzar bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Ketika ditanya tentang jumlah para NabiJumlah para Nabi itu 124.000 Nabi, lalu berapa jumlah Rasul diantara mereka? Beliau menjawab: 312“.

 

  1. Nabi yang pertama kali diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini adalah Nabi Adam As, sedangkan Rasul yang pertama kali yang diutus oleh Allah adalah Nabi Nuh As.

 

Nabi dan Rasul adalah Laki-Laki Yang Merdeka

pengertian nabi dan rasul
pixabay.com

Nabi dan Rasul semuanya adalah seorang laki laki merdeka dan mereka bukan budak. Tidak ada seorang Nabi dan Rasul dari kalangan wanita. Allah SWT berfirman,

ومَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْ ۖ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونََ

“Dan kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (Al-Anbiya: 7)

Di ayat yang lain, Allah SWT berfirman,

ومَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِم مِّنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ ۗ

“Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad), mealinkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri.” (Yusuf: 109)

Asy-Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad mengatakan, “Dalam ayat yang mulia ini ada pernyataan bahwa Rasul yang diutus oleh Allah SWT itu berasal dari kalangan laki-laki, bukan dari kalangan perempuan. karena, lelaki lebih sempurna daripada kaum perempuan.” (Majmu’ Rasail asy- Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad [1/250])

Sebagian manusia berpendapat bahwa Sarah istri Ibrahim, ibu Nabi Musa, dan Maryam binti Imran adalah para Nabi. Mereka berdalil bahwasanya malaikat Jibril memberikan kabar gembira kepada Sarah akan kelahiran Nabi Ishaq.

Demikian pula ketika malaikat Jibril memberikan kabar gembira kepada Maryam akan kelahiran Nabi Isa.

Tetapi, semua dalil diatas tidak menunjukkan bahwa mereka adalah nabi. Wahyu yang dikatakan dalam kisah ibu Musa adalah ilham, sebagaimana ketika Allah SWT memberikan wahyu kepada lebah, yakni ilham.

Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Yang diyakini Ahlus Sunnah wal Jamaah, dan ini pula yang dikuatkan oleh asy-Syaikh Abdul Hasan Ali bin Isma’il al-Asy’ari, bahwa tidak ada seorang Nabi pun dari kalangan wanita.

Yang ada adalah shiddiqah (derajat tertinggi di bawah Nabi dan Rasul). Allah SWT menjelaskan tentang Maryam binti Imran dalam firman-Nya,

مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ

“Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang shiddiqah (yang sangat benar), keduanya biasa memakan makanan.” (Al-Maidah: 75) (Tafsir Ibnu Katsir).

Wallahu A’lam Bisshowab.

Penutup

pengertian nabi dan rasul

Alhamdulillah wa syukurillah, akhirnya penaqolbi bisa berbagi sedikit pengatahuan tentang pengertian Nabi dan Rasul. Semoga bisa bermanfaat untuk semua.

silahkan bisa pelajari juga tentang biodata 25 nama nama nabi.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *