Dabith Sibghotullah Alumnus UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

√ Perbedaan Manhaj Dan Mazhab, Sudahkah kita tahu?

3 min read

perbedaan manhaj dan mazhab

Berikut adalah jawaban dari banyaknya resahan dalam berbagai kalangan tentang perbedaan manhaj dan mazhab. Dan sebelum sampai situ, kita harus paham dulu apa itu pengertian dari manhaj dan mazhab tersebut.

Silahkan simak penjelasan selengkapnya di bawah ini dengan teliti. Selamat membaca.

 Bukan pengetahuan yang harus datang kepada Anda, Andalah yang harus mengetahui pengetahuannya. (Imam Maliki)

Perbedaan Manhaj Dan Mazhab

perbedaan manhaj dan mazhab
pixabay.com

Tentunya ada perbedaan pengertian antara manhaj dan mazhab, dan kita sebagai orang awam harus mengetahui perbedaan tersebut, karena hal ini juga berpengaruh tentang aqidah yang kita pegang.

Apa itu mazhab?

Apa itu mazhab
pixabay.com

Pengertian mazhab dibagi menjadi dua:

  1. Arti menurut bahasa merupakan bentuk isim makan dari kata”dzahaba’”, artinya jalan atau tempat yang dilalui.
  2. Arti menurut istilah ulama ahli fiqih mazhab adalah mengikuti sesuatu yang dipercayai

Lebih lengkapnya pengertian mazhab menurut fiqih adalah hasil ijtihad seorang imam (mujtahid) tentang hukum sesuatu masalah yang belum di tegaskan oleh nash.

Dengan begitu, suatu masalah yang bisa menggunakan metode ijtihad ini adalah yang termasuk kategori “dzonni” atau prasangka, bukan hal yang qoth’I atau pasti.

Oleh karena itu tidak benar apabila ada istilah hukum shalat 5 waktu adalah wajib menurut mazhab Syafi’I, karena hukum shalat wajib termasuk kategori qoth’I yang tidak bisa dibantah wajibnya oleh mazhab manapun.

Berbeda apabila suatu masalah yang dihadapi tentang hal-hal yang asalnya masih samar seperti hukum menyentuh kulit wanita yang bukan muhrim.

Karena perbedaan pandangan itulah, maka terjadi perbedaan pendapat antara ke empat imam mazhab.

Dan dari hasil pendapat itu kemudian disebut dengan ijtihad Imam Syafi’I yang pasti berbeda dengan ijtihad Imam Hanafi dan Imam lainnya yang menentukan batal atau tidak wudhu ketika menyentuh wanita muhrim.

Nah, bagi seorang yang mampu berijtihad dalam menghadapi suatu masalah, maka dia boleh berijtihad dan melaksanakan hasil ijtihad yang ia lakukan, tetapi untuk mencapai kedudukan tersebut haruslah mendalami ilmu agama secara utuh.

Sedangkan bagi mereka yang tidak mampu melakukan ijtihad atau orang awam, maka ia harus mengikuti hasil ijtihad dari salah seorang mujtahid yang ia yakini.

Hal ini sejalan dengan Alquran surat An Nahl ayat 42-43, yang artinya ”Bertanyalah kepada ahli dzikir/ulama jika kamu tidak mengerti”

Menurut penjelasan dari Abu Hasan Alkaya, bermazhab ini hukumnya wajib dibagi:

  • Orang awam
  • Ulama/ahli fiqih yang belum mencapai derajat mujtahid

Mengapa bermazhab itu wajib?

mengapa bermazhab itu wajib?
pixabay.com

Karena Jika dipebolehkan untuk tidak bermazhab atau bermazhab tetapi mengambil mazhab sana-sini (talfiq), maka pasti kaum muslim di dunia akan mengambil aturan yang mudah saja.

Hal ini yang kemudian akan membawa akibat lepasnya tuntunan taklif.

Kaidah atau cara kita dalam bertauhid, berakidah, dan beramal dalam memahami dan menjalankan kehidupan beragama Islam, itulah yang dimaksud dengan Manhaj.

Ada 4 mazhab di Dunia yang wajib kita ketahui. baca selengkapnya disini Mazhab dalam islam.

Pertanyaannya, Apa Perbedaan Manhaj Dan Mazhab? Apakah Sama?

apakah bedanya manhaj dan mazhab
pixabay.com

Jawabannya: tidak.

Mazhab adalah suatu aliran dan jalan pemikiran yang lebih difokuskan pada pemahaman dan pernyataan tokoh mazhab tertentu.

Ada 4 mazhab besar dalam Islam hingga saat ini, yaitu mazhab Maliki, mazhab Hanafi, mazhab Hambali dan mazhab Syafi’i.

Imam mazhab 4 diatas, semuanya memiliki Manhaj yang sama. Mereka tidak membuat mazhab ,mereka masing-masing berusaha menafsirkan Qur’an dan Sunah sesuai dengan pemahaman yang benar.

Mereka berusaha mengambil contoh dari Rasul dan para sahabat. Mereka tidak pernah sedikitpun mengatakan bahwa kitab-kitab mereka, atau perkataan mereka sebagai Mazhab .

Tapi mereka memiliki murid-murid yang banyak, dan murid mereka mempunyai murid dan seterusnya hingga timbul kefanatikan dan akhirnya menimbulkan mazhab-mazhab.

Pengertian Salaf?

pengertian salaf
pixabay.com

Salaf yaitu mempunyai arti yang permulaan, yang awal, atau yang pertama.

Orang-orang Salaf dalam Islam adalah orang-orang yang pertama kali menjadi umat Islam atau pemeluk Islam.

Mereka adalah para Sahabat Rasul Saw yang memahami Islam, mengamalkan dan menjalankan Islam langsung dari guru mereka Muhammad Saw.

Mereka sangat fasih berbahasa Qur’an yang tertulis dalam bahasa Arab yang paling murni.

Dan bahkan mereka langsung menafsirkan Qur’an dan Sunah Nabi lewat ucapan dan perbuatan Nabi bersama-sama dalam keseharian mereka.

Jadi mereka pantas menjadi manusia terbaik dan menjadi rujukan umat Islam setelah mereka termasuk menjadi 4 imam mazhab untuk mengaplikasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi Apa Manhaj Salaf itu?

apa manhaj salaf itu
pixabay.com

Manhaj Salaf adalah cara kita beragama sesuai dengan yang dicontohkan oleh Muhammad Saw dan Para Sahabatnya, yaitu orang-orang yang mula-mula mukmin dan muslim.

Imam-imam yang ditokohkan oleh masing-masing mazhab memiliki Manhaj Salaf. Mereka berusaha mencontohkan ajaran mereka sesuai dengan Salaf.

Namun dengan keterbatasan mereka sebagai manusia dan sulitnya kondisi komunikasi saat itu, mereka mendapati informasi yang kadang berbeda terutama dalam Hadits Nabi.

Oleh karena itu dalam kenyataannya mereka kadang berselisih pendapat dalam suatau masalah. Dan jelas ini bukan kesalahan mereka secara sengaja.

Mereka selalu mengatakan pada pengikutnya bahwa apabila datang (maksudnya baru di ketahui) suatu hadits sahih dan hadits itu bertentangan dengan ucapan atau ajaran mereka maka ambillah hadits tersebut dan buanglah ajaran mereka.

Bolehkah Bermazhab?

bolehkah bermazhab?
pixabay.com

Sebenarnya tidak ada mazhab dalam Islam. Islam itu satu, Qur’an yang satu, nabi yang satu, lalu mengapa harus ada 4 cara atau lebih?

Para imam yang 4 ber Manhaj Salaf dalam arti mereka mengikuti jalan Nabi dan Para Sahabat sesuai dengan informasi atau ilmu yang mereka dapat sampai mereka wafat saat itu.

Bahkan para imam mazhab tidak pernah mengatakan ajaran mereka sebagai mazhab, murid-murid mereka yang fanatik dan kurang ilmunya lah yang me mazhabkan ajaran para imam

.Maka lahirlah mazhab-mazhab dengan segala kefanatikannya. mereka sering berselisih,bahkan saling mencaci dan menyalahkan satu sama lain.

Jadi pentingkah ber mazhab?

Dan sekarang, Alhamdulillah ilmu sudah tersebar luas ,kitab-kitab dari para ulama Salaf telah tercetak dengan banyak dan tersebar luas.

Kita bisa mengetahui mana hadits yang sahih dan yang palsu dengan mudah.

Ber mazhab itu boleh, untuk mempermudah kita, tapi kita mesti sadar bahwa mazhab itu bukanlah segalanya, bukan tanpa kesalahan, bukan harga mati.

Kita bisa ambil dari suatu mazhab apabila itu sesuai dengan tuntunan Nabi Saw, dan kita tinggalkan pendapat mazhab jika tidak sesuai dengan Sunah Nabi Saw.

Tetapi bagaimana agar tahu yang mana yang sahih dan yang tidak sahih dari mazhab yang kita percayai?

Carilah ilmu dari Ulama Salaf, baca kitab-kitab mereka, kitab tafsir Qur’an mereka. Ilmu itu harus didatangi.

Akhir Kata

Alhamdulillah, itulah ringkasan tentang penjelasan dan perbedaan antara manhaj dan mazhab, semoga setelah membaca artikel ini kita semua bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Terimakasih telah membaca.

Dabith Sibghotullah Alumnus UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *