Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

√ Reinkarnasi Dalam Islam, Apakah Ada Dalam Islam?

3 min read

reinkarnasi dalam islam

Ada sebuah pertanyaan “Adakah agama (dien) reinkarnasi di dalam agama (dien) islam? Bukankah setelah kematian seorang muslim masih di alam kubur?” (Moh Aries Gunawan)

Dan dibawah ini akan dijelaskan apa itu reinkarnasi dalam islam. Silahkan bisa disimak.

Pengertian Reinkarnasi Dalam Islam

pengertian reinkarnasi dalam islam
pixabay.com

Reinkarnasi adalah keyakinan tentang regulasi ruh.

Yaitu ruh orang yang telah mati akan menitis kepada makhluk lain. Bisa berwujud manusia, bisa pula hewan maupun batu.

Ajaran ini dikenal dalam agama Hindu.

Disebutkan dalam kitab Bhagavad Gita 2:22,

“Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dengan meninggalkan pakaian lama, begitu pula, sang roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan tua yang tidak berguna lagi.”

Di dalam agama Buddha dikenal dengan istilah tumimbal lahir (rebirth).

Menurut Tripitaka, mahkluk yang meninggal akan langsung tumimbal atau lahir kembali, tidak ada jeda atau masa penantian.

Dalam dunia kejawen juga banyak beredar dongeng tentang reinkarnasi dengan sebutan ‘titisan’.

Hal ini karena kejawen masih mewarisi budaya Hindu.

Agama Salamullah juga memakai ajaran tersebut.

Secara terbuka mereka pernah mengaku dirinya merupakan “orang-orang suci” zaman dahulu yang dilahirkan kembali untuk “meluruskan” umat.

Perintis Salamullah, Lia Aminuddin adalah titsan Bunda Suci Maria, sedangkan Imam Mahdi Salamullah, Muhammad Abdul Rahman adalah titisan Nabi Muhammad SAW.

Sebagian orang sesat juga mengklaim bahwa reinkarnasi ada di dalam Islam.

Pada tahun 1984, sebuah buku karya H.E. Semedi yang berjudul “Sebuah Ijtihad” menyebutkan bahwa dulu sebelum mati, manusia pernah hidup.

Dan sebelum masa hidup itu, manusia pernah mati dan sebelum manusia mati ketika itu. Manusia pernah hidup pula dan seterusnya, kembali kepada kehidupan secara fisik yang pertama.

Begitu juga pendapat Anand Khrisna yang menjadi guru orang-orang liberal.

Tetapi konsep dan penafsiran tentang reinkarnasi itu bathil dalam pandangan Islam.

Ayat yang biasanya dipakai untuk mengesahkan adanya reinkarnasi adalah,

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan, dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (QS. Al Baqarah: 28)

Hanya saja penafsiran mereka bertentangan dengan banyak ayat dan hadits-hadits yang shahih.

Ibnu Abbas, sebaik-baik penafsir Al Quran memberikan penjelasan,

“Dahulu (bapak) kalian adalah tanah sebelum Dia (Allah) menciptakan kalian, dan tanah tersebut mati, kemudian Dia menghidupkan kamu, inilah kehidupan. Kemudian Dia mematikan kalian dan mengembalikan kalian ke kubur, inilah kematian yang berikutnya. Kemudian Dia akan membangkitkan kalian pada hari kiamat, inilah kehidupan (kedua).” (Tafsir Ibnu Katsir I/101)

Hadits yang menjelaskan tentang perjalanan ruh setelah mati juga mendukung pendapat tersebut.

Tidak Ada Reinkarnasi Dalam Islam

tidak ada reinkarnasi dalam islam
pixabay.com

Andai saja satu nyawa mengalami hidup berkali-kali, menjadi manusia yang berbeda-beda,

Lantas manusia manakah yang kelak bertanggung jawab di hadapan Allah?

Kalau manusia yang ada sekarang hanyalah merupakan penjelmaan dan titisan dari manusia sebelumnya.

Bukankah manusia pertama hanya satu nyawa saja, yakni Adam?

Dan masih segudang kontradiksi lain yang menyelisihi akal sehat dan dalil yang shahih.

Walhasil, reinkarnasi adalah keyakinan sesat dalam pandangan syariat Islam, Wallu ‘alam bishawab. (Abu Umar A)

Baca Juga: Sumber Hukum Islam

Adakah Reinkarnasi Dalam Islam?

adakah reinkarnasi dalam islam
pixabay.com

Seperti sebagian orang mencoba  mengemukakan beberapa ayat Taurat dan Injil sebagai bukti reinkarnasi,sebagian  juga mencoba untuk mendukung pandangan mereka dengan ayat-ayat Alquran.

Namun, karena doktrin reinkarnasi adalah ide palsu yang tidak didasarkan pada sumber ilahi, ide itu benar-benar bertentangan dengan Islam,sehingga tidak mungkin terdapat bukti reinkarnasi dalam Al-Quran .

Sebenarnya, yang dikatakan sebagai bukti tersebut hanyalah komentar pribadi tentang beberapa ayat dari mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang Al-Quran.

Ayat-ayat yang dianggap sebagai bukti reinkarnasi dalam Quran:

“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah padahal kamu (tadinya) mati lalu Dia menghidupkan kamu! Kemudian Dia mematikan kamu, kemudian Dia menghidupkan kamu kembali , dan kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan .” (QS. al Baqarah, 28 )

“Mereka berkata: Ya Tuhan kami! Dua kali Engkau membuat kami mati , dan dua kali Engkau membuat kita hidup . Sekarang kami mengaku dosa kami. Apakah ada kiranya jalan keluar?”(QS. al Mu’min, 11)

Kematian pertama yang disebutkan dalam ayat ini mengacu pada bentuk zigot manusia yang ada di rahim ibunya yang belum ada ruhnya.

Kemudian penciptaan pertama adalah menghidupkan zigot dengan  ditiupkan ruh di dalam rahim.

Kematian kedua wafatnya manusia dan penciptaan kedua adalah dibangkitkannya manusia keluar dari kubur dan dikumpulkan di padang luas yang disebut “mahsyar”. (Tafsir Jalalayn)

Quran Dengan Tegas Menolak Doktrin Reinkarnasi:

quran menolak reinkarnasi
pixabay.com

Ada begitu banyak ayat-ayat Alquran yang dengan jelas menolak doktrin reinkarnasi.

“Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negri yang telah Kami binasakan,bahwa mereka tidak akan kembali” ( QS. al Anbiya, 95)

“Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka,yang memang tidak kembali kepada mereka,” ( QS. al Yasin, 31 )

“Sehingga saat kematian datang kepada salah satu dari mereka , ia berkata: Ya Tuhanku ! kembalikanlah aku, agar aku dapat melakukan kebajikan yang telah aku tinggalkan! Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di belakang mereka ada penghalang sampai hari ketika mereka dibangkitkan”(QS. Al Muminun, 99-100)

Seperti yang tercantum dalam ayat-ayat tersebut, tidak ada kembali ke kehidupan duniawi setelah kematian, ruh akan menunggu di al- barzakh (alam kubur setelah kematian) sampai hari kiamat .

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari rahim ibu tanpa mengetahui apa-apa, dan memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur”. (QS. An Nahl, 78)

Menurut reinkarnasi yang diklaim diperlukan untuk kesempurnaan jiwa, manusia dilahirkan dengan sudah terdidik  dan mengetahui.

Namun Quran, kalam Allah, mengatakan bahwa manusia lahir tanpa pengetahuan, itulah yang persis apa yang kita lihat pada semua bayi.

Seperti yang terlihat dalam semua ayat-ayat ini,jelas bagi seorang muslim yang percaya Al-Quran bahwa tidak ada kembali ke dunia baik ruh maupun raga setelah kematian.

Meyakini reinkarnasi juga merupakan penolakan ayat-ayat ini. Sekarang seorang Muslim atau Kristen harus bertanya kepada dirinya sendiri:

Haruskah saya percaya pada agama yang mempunyai bukti yang tak terhitung jumlahnya dan yang telah diinformasikan dan ditetapkan oleh Allah, atau haruskah saya percaya pada ide yang meragukan yang tidak memiliki bukti ilahi dan tertentu meskipun banyak orang yang bersemangat untuk membuktikannya?

“Sesungguhnya! Orang-orang yang beriman (pada apa yang diwahyukan kepadamu, Muhammad) ,orang-orang Yahudi,orang-orang Nasrani,dan orang-orang Sabi’in siapa saja  (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan berbuat kebajikan- pasti mereka mendapat pahala dari Tuhannya,tidak ada kekhawatiran pada mereka dan mereka tidak akan bersedih hati (QS. Al Baqarah, 62)

Akhir kata

Demikianlah penjelasan tentang reinkarnasi dalam islam yang diambil dari beberapa sumber buku yang membahas tentang reinkarnasi. Terimakasih telah membaca dan semoga bermanfaat.

Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *