Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

Penjelasan Tentang Rukun Iman Dan Rukun Islam

5 min read

Rukun iman dan rukun islam

Tentunya kita sebagai orang islam harus tahu apa itu rukun iman dan rukun islam, karena keduanya adalah pondasi utama untuk seseorang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang muslim.

Nah artikel kali ini akan membahas secara lengkap tentang rukun iman dan rukun islam.

Selamat membaca dan semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

“Sejatinya bukan karena kita hebat tapi Allah yang memudahkan urusan kita”

Pengertian Iman

pengertian rukun iman
pixabay.com

Pengertian rukun iman dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Adapun pengertiannya, sebagai berikut:

Pengertian iman dalam Al-Qur’an, yaitu meyakini secara utuh dengan Keyakinan bahwa Allah, memiliki kitab-kitab yang diturunkan untuk hamba-hambanya secara benar dan jelas, sebagai petunjuk kehidupan. Serta, bahwa Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang difirmankan-Nya dengan sangat benar.

Pengertian iman dalam hadits, yaitu suatu pembenaran batin, dimana Rasulullah bersabda bahwa hal-hal lain sebagai iman, yaitu seperti bermurah hati, akhlak yang baik, sabar, cinta rasul, cinta sahabat, rasa malu serta lainnya.

Selain pengertian diatas, Iman sendiri berasal dari bahasa Arab, yang artinya percaya atau meyakini dengan hati. Sedangkan menurut istilah iman terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • Meyakini dengan hati
  • Mengikrarkan dengan lisan
  • Dan, mengamalkan dengan anggota badan.

Dari ke 3 poin tersebut, penjelasan arti iman yang jelas, yaitu sebagai berikut:

  1. Meyakini Dengan Hati

Untuk poin yang pertama ini, artinya adalah menerima segala sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah.

  1. Mengikrarkan Secara Lisan

Kenapa haru dengan kata “lisan”? tentu maksudnya ialah mengucapkannya dengan perkataan, misalnya pada rukun iman yang pertama, yaitu dengan mengucapkan atau mengikrarkan dua kalimat syahadat yang bunyinya:

“Laa ilaha illallahu wa anna Muhammadu Rasullullah”. Artinya “Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

  1. Mengamalkan Dengan Anggota Badan

Yang dimaksud dengan mengamalkan ini, tentu dengan perbuatan. Maksudnya adalah kita mengamalkannya dengan keyakinan penuh dalam hati, kemudian anggota badan kita mengamalkannya dengan bentuk ibadah-ibadah sesuai pada fungsinya.

Pengertian Rukun Iman

pengertian rukun iman
pixabay.com

Rukun iman merupakan pondasi utama keimanan seorang muslim. Semua orang yang mengaku muslim tentunya wajib untuk mengamalkan rukun iman. Dengan begitu, maka seorang muslim memiliki keimanan yang kuat.

Jika seseorang tidak mengamalkan rukun iman, maka hatinya mudah terpengaruh pada hal yang negatif, dan mudah terkena masalah atau kegelisahan dalam hatinya.

Ada 6 rukun iman yang menjadi pondasi utama seorang muslim, dan berikut urutannya:

  1. Iman kepada Allah SWT
  2. Iman kepada Malaikat Allah SWT
  3. Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT
  4. Iman Kepada Rosul-rosul Allah SWT
  5. Iman kepada Hari Akhir
  6. Iman kepada Qada dan Qadar

Penjelasan Rukun iman

penjelasan rukun iman
pixabay.com

Setelah mengerti urutan dari rukun iman diatas, kemudian kita juga harus mengerti penjelasan dari rukun iman tersebut. Dan berikut adalah penjelasannya:

1. Iman Kepada Allah SWT

Iman kepada Allah merupakan rukun iman yang pertama bagi umat Islam. Hal ini sudah menjadi dasar dari Agama Islam. Karena Allah adalah tuhan semesta alam yang menciptakan dunia ini.

Iman kepada Allah adalah dengan meyakini dan percaya kalau Allah adalah Esa dan tidak ada duanya yang menjadi Tuhan dari seluruh umat manusia.

Iman kepada Allah tidak hanya dengan perkataan saja, tetapi juga dibuktikan dengan amal perbuatan untuk melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Bahkan bukan hanya manusia saja yang wajib yakin dan beribadah kepada Allah. Dari bangsa Jin juga harus yakin dan beribadah kepada Allah. Karena semua perbuatan umat manusia dan Jin akan ada hisabnya dan balasannya di akhirat nanti.

Allah berfirman dalam Surah Adz-dzariyat ayat 56 yang artinya:

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat ayat 56)

Allah memiliki sifat-sifat maha dari segalanya yang ada di seluruh isi alam semesta ini. Sifat-sifat wajib Allah yang tersirat dalam Asmaul Husna.

2. Iman Kepada Malaikat Allah SWT

Iman kepada malaikat-malaikat Allah merupakan rukun iman yang kedua bagi umat Islam. Allah Swt menciptakan para malaikat untuk membantu menjalankan atau menyampaikan wahyu kepada para Nabi atau Rasul-Nya.

Para malaikat sebagai perantara antara Allah dengan makhluk-makhluk-Nya. Malaikat menyampaikan wahyu kepada para Rasul Allah untuk disampaikan kepada umat manusia.

Allah berfirman dalam surah An-Nahl ayat 2 yang artinya:

“Allah menurunkan para malaikat untuk membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Allah kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”, (An-Nahl ayat 2).

3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah SWT

Rukun Iman yang ke 3, adalah Iman kepada kitab Allah. Dan kitab-kitab Allah yang wajib kita Imani ada 4 kitab, yaitu:

  1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa
  2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Daud
  3. Kitab Injil, diturunkan kepada Nabi Isa
  4. Al-Qur’an, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW

Meski saat ini yang digunakan umat muslim sebagai pedoman hidupnya adalah kitab suci Al- Qur’an, namun Kita sebagai umat muslim yang beriman harus meyakini adanya kitab-kitab tersebut. Dan yang perlu kita ketahui, yang dijadikan oleh kita pedoman hanyalah Al- Qur’an saja, sebab kitab-kitab lainnya sekarang ini telah banyak dipalsukan, bahkan yang aslinya tidak diketahui keberadaannya.

Mengapa demikian? karena, sampai sekarang hanya Al-Quran saja satu-satunya kitab yang masih asli sejak pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan kitab lainnya telah banyak dilakukan perubahan, bahkan penulisannya telah diperbarui oleh berbagai tokoh, sehingga tidak lagi digunakan sebagai rujukan dalam Agama Islam.

4. Iman kepada Rosul-Rosul Allah SWT

Iman kepada Rosul-Rosul Allah artinya meyakini adanya manusia yang telah dipilih oleh Allah sebagai utusan-Nya. Seseorang tidak dikatakan beriman jika meragukan atau tidak percaya adanya Rosul-Rosul Allah.

Allah mengutus Rosul-Rosul-Nya untuk menyampaikan ajaran kepada seluruh umat manusia. Selain itu juga memberi kabar gembira tentang adanya surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Juga memberikan berita duka tentang neraka bagi orang-orang yang durhaka.

Dalam menjalankan tugasnya, para Rasul dikaruniai kekuatan dan kesabaran yang luar biasa. Bahkan seolah tidak mengenal lelah dan putus asa. Para Rasul juga tidak mengharapkan upah atau bayaran dalam menyampaikan ajarannya kepada umat manusia.

Agama islam tidak membedakan antara rasul-rasul Allah. Semua adalah utusan Allah Swt. Rasul-Rasul Allah adalah orang-orang terpilih dari kaum laki-laki sesuai dengan kehendak-Nya.

Para nabi dan rosul memiliki kelebihan dan mukjizatnya masing-masing.

Jumlah Nabi dan Rasul yang sebenarnya sangatlah banyak, tetapi yang wajib untuk diketahui sebagaimana disebutkan dalam Al Quran adalah 25 Nabi.

5. Iman Kepada Hari Akhir

Selanjutnya adalah Iman kepada hari kiamat. Kita harus percaya bahwa suatu saat nanti akan terjadi nya hari akhir atau hari kiamat.

Ketika hari kiamat terjadi, alam semesta akan hancur dan semua manusia akan binasa. Dan ketika alam semesta telah hancur, maka nanti Allah akan membangkitkan semua umat manusia. Pada hari kiamat ini tidak satupun yang bisa lolos dari kematian.

Setiap manusia dari jaman nabi Adam sampai manusia yang mengalami hari kiamat akan dihisab sesuai dengan perbuatannya, yang akan menentukan apakah ke Surga atau ke Neraka.

Sebagai umat muslim, wajib meyakini adanya hari kiamat dimana alam semesta hancur dan manusia binasa. Dan semoga kita termasuk orang yang tidak akan merasakan dahsyatnya hari kiamat.

Dan berikut adalah tanda-tanda akan terjadi nya hari kiamat:

  1. Terbitnya matahari dari arah barat
  2. Munculnya dajjal
  3. Turunya Nabi isa ke bumi
  4. Munculnya Yajuj Majuj
  5. Munculnya Imam Mahdi
  6. Negeri arab menjadi subur
  7. Dan masih banyak tanda-tanda lainnya.

Dengan demikian, tentu Kita semua harus meyakini bahwa kiamat itu pasti akan tiba pada waktunya. semoga Kita semua kelak akan selamat dari huru-hara kiamat yang sangat mengerikan.

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Qada secara bahasa mempunyai arti “ketetapan”. yaitu ketetapan atau kepastian yang sudah diputuskan oleh Allah sebelum kelahiran seseorang.

Ketetapan yang akan mempengaruhi setiap kehidupan manusia. Karena Allah SWT telah mengatur kehidupan setiap umat, bahkan ketetapan telah diberikan jauh sebelum kelahiran manusia-manusia ke bumi.

Qadar mempunyai arti yaitu “ukuran” atau “pertimbangan”. Dimana disimpulkan bahwa Qadar merupakan suatu pertimbangan yang telah diputuskan oleh Allah SWT kepada setiap diri manusia.

Jika Qada adalah ketetapan atau aturan, Qadar adalah ukuran atau pertimbangan. tetapi istilah tersebut digunakan secara bersamaan untuk menggambarkan sebuah kepastian mengenai hukum dari Allah SWT.

Qada dan Qadar sering juga kita sebut dengan takdir, yaitu ketetapan yang sudah diatur oleh Allah SWT. Takdir menjadi satu yang mengikat pada kehidupan. Merupakan suatu ketetapan dan bergantung dengan kegiatan manusia itu sendiri.

Takdir sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Takdir Mubram

Yaitu takdir yang tidak bisa ditawar atau diubah. Contoh takdir mubram adalah kematian, kelahiran, dan jodoh. Tetapi sebenarnya bukan hanya itu, termasuk juga tentang kiamat, tentang siapa orang tua kita.

  • Takdir Muallaq

Yaitu merupaan suatu ketetapan yang sudah ditetapkan oleh Allah sejak zaman azali. Tetapi dalam kenyataan pada kehidupan manusia, takdir ini bisa berubah sesuai dengan usaha manusia itu sendiri.

Contoh dari takdir muallaq yaitu seperti kemiskinan yang tidak akan terjadi pada orang yang hemat dan rajin bekerja. Nilai yang jelek tidak akan diperoleh oleh siswa yang memperhatikan guru dan belajar dengan rajin.

Jadi Takdir Muallaq adalah takdir yang masih bisa dirubah oleh manusia itu sendiri sesuai dengan usaha yang dilakukannya.

Pengertian Rukun Islam

pengertian rukun islam
pixabay.com

Setelah mengetahui tentang pengertian rukun iman, kemudian kita akan membahas tentang pengertian rukun islam.

Sebenarnya, Rukun Islam hampir sama dengan Rukun Iman sebagai prinsip serta amalan yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap muslim. Dimana bila Rukun Iman diamalkan setelah Anda mengimani Agama Islam agar benar-benar mempercayai kaidah hukum Islam, maka Rukun Islam diamalkan supaya Anda menjadi muslim yang lebih sempurna.

Mengapa demikian? karena Rukun Iman dan Rukun Islam, merupakan pondasi dasar untuk menempuh keislaman itu sendiri. Bahkan menjadi pedoman dasar untuk melaksanakan syariat Islam yang sesungguhnya sesuai dengan ketetapan Allah dan syariat Nabi Muhammad.

Berikut adalah urutan rukun islam:

  • Mengucapkan dua kalimat syahadat
  • Mendirikan shalat
  • Mengerjakan puasa di bulan ramadhan
  • Mengeluarkan zakat
  • Naik haji bila mampu

Penutup

Alhamdulillah, penaqolbi kali ini telah selesei membahas tentang pengertian rukun iman dan rukun islam. Semoga bisa bermanfaat. Terimakasih telah membaca, dan jangan lupa untuk membagikan ilmu yang telah kita dapat.

Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *