Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

√ Surat Alquran Tentang Pernikahan, Sudah Siapkah Kita?

5 min read

surat alquran tentang pernikahan

Surat Dan Ayat Alquran Tentang Pernikahan – Pernikahan menjadi suatu prosesi yang sakral bagi semua orang. Setiap orang yang saling mencintai berharap hubungan mereka dipersatukan ke jenjang pernikahan.

Ada banyak alasan pasangan untuk menikah salah satunya adalah untuk melaksanakan sunnah Nabi.

Sebenarnya di dalam agama Islam, pernikahan bukan hanya dijadikan ajang pemersatu dua hati yang saling mencintai saja.

Namun lebih dari pada itu, ada beberapa tujuan dari melakukan pernikahan di dalam Islam. Apa sajakah itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Definisi Atau Pengertian Pernikahan Dalam Islam

pengertian pernikahan dalam islam
pixabay.com

Pernikahan merupakan salah satu ibadah paling penting dalam masyarakat dan agama Islam. Pernikahan bukan hanya cara untuk membangun rumah tangga dan melanjutkan keturunan.

Pernikahan juga dipandang sebagai cara untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan memperluas dan memperkuat hubungan antar manusia.

Secara etimologi pernikahan Indonesia berasal dari kata nikah, yang kemudian diberi awalan “per” dan akhiran “an“.

Pernikahan dalam kamus Besar Bahasa Indonesia berarti diartikan sebagai kesepakatan antara pria dan wanita untuk menjadi suami-istri.

Pernikahan dalam Islam juga terkait dengan pemahaman mahram dan wanita yang dilarang menikah.

1. Definisi menurut etimologi

definisi pengertian pernikahan dalam islam
plaminan.com

Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, pernikahan berasal dari kata-kata an-nikh dan azziwaj yang memiliki makna melalui, melangkah, berjalan, mendaki, dan bersetubuh atau hubungan seksual.

Di sisi lain pernikahan juga berasal dari istilah Adh-dhammu, yang memiliki makna meringkas, menyatukan dan mengumpulkan serta sikap ramah. adapun pernikahan yang berasal dari kata aljama’u yang artinya mengumpulkan atau menghimpun.

Pernikahan dalam istilah fikih disebut (زواج), (نكاح) keduanya berasal dari bahasa Arab.

Pernikahan dalam bahasa Arab memiliki dua makna, yaitu (الوطء والضم) baik makna secara hakiki (الضم), yaitu untuk menindi atau bertepatan dan makna secara kiasan (الوطء), yaitu perjanjian atau hubungan seksual.

2. Definisi Menurut Istilah

definisi pengertian pernikahan dalam islam
bimbinganislam.com

Makna pernikahan menurut istilah, masing-masing ulama fiqh memiliki pendapatnya sendiri, antara lain:

  • Ulama Hanafiyah mengartikan pernikahan sebagai suatu akad yang membuat pernikahan seorang pria dapat memiliki dan menggunakan wanita termasuk semua anggota tubuhnya untuk mendapatkan kepuasan atau kesenangan.
  • Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa pernikahan adalah suatu akad menggunakan pelafalan yang berarti pernikahan menyebabkan pasangan mendapatkan kesenangan.
  • Ulama Malikiyah mengatakan bahwa pernikahan adalah suatu akad atau perjanjian yang dibuat untuk mendapatkan kepuasan tanpa harga yang dibayar.
  • Ulama Hanabilah menyebutkan bahwa pernikahan adalah suatu akad dengan menggunakan pengucapan, yang berarti pernikahan membuat pria dan wanita dapat memiliki kepuasan satu sama lain.
  • Saleh Al Utsaimin, berpendapat bahwa pernikahan adalah hubungan antara pria dan wanita dengan tujuan agar masing-masing dapat menikmati yang lain dan untuk membentuk keluarga yang saleh dan membangun masyarakat yang bersih.
  • Muhammad Abu Zahrah dalam bukunya al-ahwal al-syakhsiyyah, menjelaskan bahwa pernikahan adalah perjanjian yang mengakibatkan pasangan pria dan wanita menjadi halal dalam melakukan perjanjian dan ada hak dan kewajiban di antara keduanya.

Surat Dan Ayat Alquran Tentang Pernikahan

surat alquran tentang pernikahan
alfahmu.id

Surat dan ayat di dalam Alquran yaitu surat Al Baqarah yang menjelaskan tentang pernikahan

Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bagi kamu (kelak) akan bertemu-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira untuk orang-orang yang beriman. (QS Al-Baqarah: 223)

Dan tidak ada dosa bagimu meminimalkan perempuan-perempuan dengan sindiran atau kamu sembunyikan (keinginanmu) dalam hati. Allah tahu bahwa kamu akan memanggil-nyebut mereka. Tapi janganlah kamu membuat perjanjian, kecuali dengan persetujuan kata-kata yang baik. Dan janganlah kamu mengatur akad nikah sebelum masa idahnya habis. Ketahuilah agar Allah mengetahui apa saja yang ada di dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun. (QS Al-Baqarah: 235)

Surat dan ayat di dalam Alquran yaitu surat An Nisa yang menjelaskan tentang pernikahan

Dan janganlah engkau menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu sangat keji dan dibenci oleh Allah dan seburuk-buruk jalan. (QS An-Nisa: 22)

Surat dan ayat di dalam Alquran yaitu surat Al Maidah yang menjelaskan tentang pernikahan

Pada hari ini bagimu dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Buku itu halal bagimu dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang berhak atas kehormatan dari perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang mendapat kehormatan dari orang-orang tua yang berkenaan dengan kitab sebelum kamu, kamu dapat membayar maskawin kami untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan Bukan pula untuk menjadikannya perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman, maka sungguh sia-sia amal mereka dan di akhirat kelak dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS Al-Maidah: 5)

Surat dan ayat di dalam Alquran yaitu surat An Nahl yang menjelaskan tentang pernikahan

Dan Allah membuat bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri, menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, dan juga memberimu rezeki dari yang baik-baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?. (QS An-Nahl: 72)

Surat dan ayat di dalam Alquran yaitu surat An Nur yang menjelaskan tentang pernikahan

Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan atau dengan perempuan musyrik; begitupula pezina perempuan tidak bisa menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik. Dan yang demikian diharamkan untuk orang-orang mukmin. (QS An-Nur: 3)

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin meminta izin kepada Allah. Dan jika hamba sahaya yang kamu inginkan mendapat persetujuan (kebebasan), mintalah kamu membuat perjanjian dengan mereka jika kamu meminta ada kesenangan pada mereka, dan memberikannya kepada mereka sebagian dari harta yang Allah karuniakan kepadamu. Dan janganlah kamu meminta bantuan hamba perempuan, untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri meminta kesucian, karena kamu ingin mencari keuntungan duniawi. Barangsiapa yang menggantikan mereka, maka sebaliknya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (untuk mereka) setelah mereka diundang. (QS An-Nur: 33)

Surat dan ayat di dalam Alquran yaitu surat Ar Rum yang menjelaskan tentang pernikahan

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran) -Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu dapat menggunakan tenda tenteram, dan Dia membuat di antaramu rasa terima kasih dan sayang. Benar-benar yang benar-benar ada tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (QS Ar-Rum: 21)

Surat dan ayat di dalam Alquran yaitu surat Fathir yang menjelaskan tentang pernikahan

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia membuat kamu berpasang-pasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada perempuan pun yang mengandung dan dibantu dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula disetujui umurnya, dikeluarkan (sudah ditentukan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS Fathir: 11)

Surat dan ayat di dalam Alquran yaitu surat As Syura yang menjelaskan tentang pernikahan

(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia membuat untuk kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak berpasang-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu kembangkan biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu yang mirip dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS As-Syura: 11)

Baca Juga: Keutamaan Surat Al Bayyinah

Hadist Tentang Keutamaan Pernikahan

hadist tentang pernikahan
aninditatanjung.wordpress.com

Menikah Merupakan Sunnah Rosulullah

Anas bin Malik radhiyallahul ‘anhu berkata:

Tiga orang sahabat datang ke rumah istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan tentang ibadah Rasulullah. Setelah mereka diberi tahu mereka menganggap ibadah Rasulullah sedikit, meraka mengatakan: Akan tetapi mana posisi kita dibandingkan dengan Rasulullah? Beliau telah diampuni dosanya yang terdahulu dan yang akan datang.

Seorang dari mereka berkata: Kalau aku akan salat malam selamanya.

Yang lainnya berkata: Kalau aku akan puasa seumur hidup dan tidak akan berbuka.

Dan yang lainnya lagi berkata: Kalau aku akan meninggalkan wanita dan tidak kawin selamanya.

Kemudian Rasulullah mendatangi mereka dan bersabda:

“Kaliankah yang mengatakan ini dan itu? Adapun aku demi Allah, sesungguhnya aku adalah yang paling takut kepada Allah dari kalian dan yang paling bertaqwa kepada-Nya, akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, salat malam dan tidur, dan aku menikahi wanita, maka barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku maka ia bukan dari golonganku”. (Sahih Bukhari dan Muslim)

Menyempurnakan Separuh Agama

Dalam riwayat lain:

“Barangsiapa yang dikaruniai oleh Allah seorang istri yang shalehah maka Allah telah membantunya menyempurnakan separuh agamanya, maka bertakwalah ia kepada Allah akan separuhnya lagi”. (Mustadrak Al-Hakim: Hasan)

Menjaga Pandangan, Kehormatan Dan Meredakan Nafsu

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahul ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu secara materi dan jasmani maka menikalah, karena itu lebih menjaga pandangan dan kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena itu sebagai pelindung (dari maksiat)”. (Sahih Bukhari dan Muslim)

Wahai generasi muda, barangsiapa antara kamu telah mampu berkeluarga dan meminta dia karena dia bisa menundukkan pandangan dan memanfaatkan donor. Barang siapa yang tidak mampu mencapainya berpuasa sebab ia bisa mengendalikanmu. (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Memperbanyak Umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ma’qil bin Yasar radhiyallahul ‘anhu berkata:

“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya: Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang punya garis keturunan dan kecantikan akan tetapi ia tidak bisa melahirkan, apakah boleh aku menikahinya?

Rasulullah menjawab: “Jangan”.

Kemudian ia datang lagi kedua kalinya, dan Rasulullah melarangnnya.

Kemudian ia datang lagi ketiga kalinya, dan Rasulullah melarangnnya.

Kemudian Rasulullah bersabda:

“Nikahilah wanita yang penuh kasih sayang dan bisa banyak melahirkan, karena sesungguhnya aku membanggakan jumlah kalian yang banyak dari umat-umat yang lain”. (Sunan Abu Daud: Sahih)

Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan perhiasan-baik sebagai wanita shalihah. (HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

Golongan Yang Ditolong Allah SWT

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah: 1. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. 2. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. 3. Pemuda/i yang menikah karena mau menjauh dari yang haram.”(HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban Dan Hakim)

“Shalat 2 rakaat yang dilakukan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, dari 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (Dari Abu Hurairah, HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil).

Akhir Kata

Sudahkah kita siap untuk menikah? semoga yang sedang menanti dalam kesabaran segera bertemu jodohnya.

Demikianlah pembahasan tentang surat dan ayat alquran tentang pernikahan, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Dabith Sibghotullah Penulis bernama lengkap Muhammad Dabith Sibghotullah. Biasa dipanggil dengan mas Dabith, atau ketika dulu di pesantren dapet panggilan mas Dabay yang mempunyai makna filosofinya tersendiri. Tapi sebenarnya lebih senang kalau di panggil sayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *