Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tokoh Pembaharuan Islam Di Dunia

4 min read

tokoh pembaharuan islam

Di dunia ini ada banyak sekali tokoh pembaharuan Islam yang berperan besar dan memiliki pengaruh dalam sejarah pembaharuan Islam di dunia. Mereka punya peran dan andil besar dalam menjaga dan memperbaharui Islam di dunia dengan mendirikan organisasi Islam sebagai sarana perubahan di berbagai sendi kehidupan.

Kali ini, penaqolbi menampilkan beberapa tokoh besar yang diketahui memiliki peranan penting tersebut.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat

Tokoh-Tokoh Pembaharuan dalam Islam Di Mesir

tokoh pembaharuan islam di mesir
pixabay.com

1. Muhammad Ali Pasya.

Beliau merupakan keturunan Turki yang lahir di Kawalla, Yunani pada tahun 1765 dan meninggal di Mesir pada tahun 1849.

Beliau juga salah satu Sultan Usmani yang resmi pada tahun 1805 Masehi. Selama berkuasa, beliau mendirikan sekolah militer pada tahun 1815, sekolah teknik pada tahun 1816, dan sekolah kedokteran pada tahun 1827.

Muhammad Ali Pasya mengirim pelajar ke Prancis, Inggris dan Austria. beliau juga memerintahkan agar buku-buku dari barat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

2. Rifa’ah Badawi

Rafi’ Al-Tahtawi atau biasa dengan sebutan Al-Tahtawi. beliau dilahirkan di Tahta pada tahun 1801 Masehi dan meninggal di Kairo pada tahun 1873 Masehi.

Rifa’ah Badawi termasuk pelajar yang sangat pandai dan cerdas, dan merupakan murid kesayangan Syaikh Hasan Al-Attar.

Rafi’ Al-Tahtawi adalah tokoh yang berjasa dalam menggerakkan penerjemahan di Mesir. Dialah yang memperkenalkan umat Islam di Mesir, berbagai ilmu yang membawa barat pada kemajuan.

3. Jamaluddin Al-Afghani.

Jamaluddin Al-Afghani dilahirkan di Afghanistan pada tahun 1839 dan meninggal di Istanbul pada tahun 1897. Beliau termasuk tokoh pembaharuan yang hidupnya berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Pada tahun 1871 beliau pindah ke Mesir dan menetap di Kairo.

4. Muhammad Abduh

beliau lahir di Mesir pada tahun 1849. Tahun 1866, ketika belajar ke Al-Azhar, adalah tahun pertemuan pertama kalinya dengan Jamaluddin Al-Afghani.

Dan, ketika Jamaluddin Al-Afghani menetap di Kairo pada tahun 1871, maka Muhammad Abduh adalah murid yang paling setia. Bahkan, beliau adalah tokoh pembaharu Islam di Mesir yang pemikirannya sangat dipengaruhi oleh pemikiran Jamaluddin Al-Afghani.

Muhammad Abduh meninggal pada tahun 1905 setelah mendapat kedudukan sebagai Mufti Mesir pada tahun 1899.

5. Rasyid Ridha

Beliau termasuk salah satu murid Muhammad Abduh. Lahir di Qalamun, Lebanon pada tahun 1865. Rasyid Ridha masih termasuk keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Husain bin Ali.

Pemikirannya sangat besar dipengaruhi oleh Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh. Meninggal pada bulan Agustus, tahun 1935.

Tokoh-Tokoh Pembaharuan dalam Islam Di Turki.

tokoh pembaharuan islam di turki
pixabay.com

1. Sultan Mahmud II

Merupakan kepemimpinan islam Usmani yang lahir pada tahun 1785. Diangkat menjadi sultan Usmani pada tahun 1807 dan meninggal dunia pada tahun 1839.

Sultan Mahmud II merupakan pelopor pembaharuan dari kaum raja, sebagaimana juga Muhammad Ali Pasya di Mesir.

2. Mustafa Rasyid Pasya

Lahir di Istanbul pada tahun 1800. Tahun 1834 ia dikirim menjadi Duta Besar Kerajaan Usmani di Paris, Prancis. Mustafa Rasyid Pasya adalah pemuka Tanzimat yaitu pembaharuan lanjutan dari usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Sultan Mahmud II.

3. Ziya Pasa

Ziya Pasa merupakan anak pegawai kantor cukai di Istanbul. Ziya Pasa terlahir pada tahun 1825 dan meninggal pada tahun 1880.

Ziya Pasa termasuk pemuka Usmani Muda atau Yeni Osmanlilar atau Young Ottoman. Usmani Muda adalah gerakan rahasia dari golongan intelegensia kerajaan Usmani yang banyak menentang kekuasaan absolut Sultan.

Tokoh-Tokoh Pembaharuan Dalam Islam Di India-Pakistan.

tokoh pembaharuan islam di india
pixabay.com

1. Sayyid Ahmad Syahid

Ia lahir pada tahun 1786 di Rae Bareli, Lucknow, India. Sayyid Ahmad Syahid adalah pemimpin Gerakan Mujahidin. Gagasan pembaharuannya tertuang dalam sebuah buku karyanya yang berjudul, Shirathi Mustaqim.

Sayyid Ahmad Syahid meninggal pada tahun 1831 di Balekot, dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Sikh. Dari situlah, gelar nama Syahid beliau dapatkan

2. Sayyid Ahmad Khan

Ia lahir di Delhi, India, pada tahun 1817. Ia termasuk keturunan Nabi Muhammad Saw. dari jalur Husein. Ia adalah cucu daripada Sayyid Hadi, seorang pembesar istana Mughal pada masa pemerintahan Alamgir II (1754-1759 M).

Sayyid Ahmad Syahid adalah tokoh utama dari Gerakan Aligarh. Sebuah gerakan pencerahan yang dimulai dari kampus Universitas Islam Aligarh.

3. Sayyid Amir Ali

Lahir dari keluarga Syi’ah pada tahun 1849. Meninggal pada tahun 1928 dalam usia 79 tahun. Pendidikannya dimulai dari Perguruan Tinggi Muhsiniyya, Kalkuta. Lalu melanjutkan pendidikannya di Inggris, pada tahun 1877.

4. Muhammad Iqbal

Lahir pada tahun 1876 di Sialkot, India. Ia belajar di Lahore, kemudian meneruskannya ke Inggris pada tahun 1905 di Cambidge University untuk belajar filsafat. Kemudian, pindah ke Jerman dan meneruskan studi di Munich mengambil gelar Ph.D dalam bidang tasawuf.

5. Muhammad Ali Jinnah.

Ia lahir di Karachi, India, pada tahun 1876. Ia pernah belajar di London untuk bidang hukum dan menyelesaikan studinya di sana pada tahun 1896. Ia adalah pemimpin Liga Muslimin yang sangat berpengaruh di India.

Tokoh Pembaharuan Di Indonesia

tokoh pembaharuan islam di indoneisa
pixabay.com

1. Ahmad Dahlan

Kiai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis ini lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868. Sejak tahun 1912, Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara.

Dia ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam.

Ahmad Dahlan ingin membawa umat Islam di Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits. Organisasi ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

Tidak hanya itu, Ahmad Dalan juga sebagai orang pertama yang memperkaasai Percetakan Persatuan yang mencetak banyak buku agama.

Tokoh ini meninggal di Yogyakarta, pada 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun). Atas jasa-jasanya itu, pemerintah telah menetapkan Ahmad Dahlan sebagai seorang Pahlawan Nasional Indonesia.

2. Ahmad Surkati

Ahmad Surkati mungkin namanya tidak setenar Ahmad Dahlan. Namun pria kelahiran Pulau Arqu, Sudan pada 1875 ini adalah tokoh pembaharuan Islam yang sudah banyak berjasa di Indonesia.

Dia adalah pendiri organisasi Jam’iyah al-Islah wa Al-Irsyad al-Arabiyah yang kemudian berubah menjadi Jam’iyah al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah, atau yang lebih umum disebut sebagai al-Irsyad di Batavia pada Agustus 1915.

Setelah tiga tahun berdiri, Perkumpulan Al-Irsyad mulai membuka sekolah dan cabang di kota-kota di sekitar Jawa.

Setiap cabang ditandai dengan pendirian Madrasah. Cabang pertama berada di Tegal pada tahun 1917, di mana Madrasahnya dipimpin oleh anak didik angkatan pertama Ahmad Surkati, yaitu Abdullah bin Salim al-Attas. Ini diikuti oleh cabang-cabang di Pekalongan, Cirebon, Bumiayu, Surabaya dan kota-kota lain.

Al-Irsyad ketika dihari pertama kelahirannya dikenal sebagai kelompok reformasi Islam di Nusantara, bersama dengan Muhammadiyah dan PERSIS (Persatuan Islam).

Ada tiga tokoh penting di organisasi ini: Ahmad Surkati, Ahmad Dahlan, dan Ahmad Hassan (A. Hassan), sering disebut sebagai “Trio Pembaru Islam Indonesia.” Mereka bertiga juga teman dekat. Visi Ahmad Surkarti adalah memurnikan Islam dan memajukan Pendidikan Islam.

3. Hasyim Asyari

Tokoh Islam yang satu ini tidak asing lagi. Namanya kerap disanjung-sanjung disetiap perkumpulan Kaum Nahdliyin. Ya, ia adalah KH Hasyim Asy’ari. Pria yang lahir di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 14 Februari 1871adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia.

Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru. Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, K.H. Hasyim Asy’ari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20.

Lalu pada 1926, K.H Hasyim Asy’ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama.

Ulama yang paling berpengaruh ini juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Ia selalu menentang penjajahan oleh kolonial Belanda.

Bahkan untuk bisa merebut kemerdekaan, KH Hasyim mengeluarkan fatwa wajib hukumnya bagi umat Islam Indonesia berperang melawan Belanda. Termasuk menggerakan para santrinya untuk berperang. Istilah ini disebut resolusi jihad sehingga pada setiap 22 Oktober kini diperingati Hari Santri.

4. Ahmad Hassan

Ahmad Hassan lahir di Singapura, 31 Desember 1887. Perjuangan Ahmad Hasan hampir sama dengan Ahmad Dahlan dan Ahmad Surakati. Ia adalah tokoh Islam yang mendirikan Pesantren Persis (Persatuan Islam) di Bangli, Jawa Timur. Melului Persis ia ingin memurnikan Islam di Bumi Nusantara.

Keahliannya dalam bidang hadits, tafsir, fiqih, ushul fiqih, ilmu kalam, dan mantiq menjadikan Ahmad Hasan sebagai ulama yang menjadi rujukan umat dalam mengkaji Islam.

Murid Ahmad Hasan yang paling terkenal adalah Mohammad Natsir dan K.H. M. Isa Anshory. Ahmad Hasan meninggal di Surabaya, pada 10 November 1958 diusia 70 tahun.

Penutup

Alhadulillah pembahasan tentang tokoh pembaharuan agama islam di dunia telah selesai, terima kasih telah membaca dan semoga dapat bermanfaat.

Dabith Sibghotullah Alumni UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia). Seorang pejuang Qur'an. Penikmat dunia perindu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *